
2 Minggu kemudian........
Akhirnya tangan rindy pulih dari luka patahnya itu,dan kembali pergi kesekolahnya.
"Wah, Rendy senangnya ya. Bisa kembali ke sekolah. Setelah 3 Minggu dirumah"
"Setelah ini, kau harus berhati-hati saat menemui temanmu yang tidak sopan yang telah melukai tanganmu itu."
"Tidak apa-apa, kemarin malam dia meminta maaf dan datang padaku"
"Kapan?"
"Saat kau pergi sekolah kemarin "
"Sungguh?"
"Ya, dan sekarang Rendy tak perlu khawatir lagi ya. Karena aku baik-baik saja kok "
"Tapi tetap saja, karena apapun yang terjadi padamu, akulah yang harus bertanggung jawab. Karena ibu tak akan mau bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu."
"Eh...? K..kalau begitu baiklah lakukan apa yang kau ma Rendy!!"
Rindy pun berlari pergi duluan ke-sekolah meninggalkan Rendy.
"Apa tadi aku salah bicara ya?"
Pelajaran fisika .....
"Wah, rindy ternyata kau sudah sembuh ya. Aku turut senang " kata seorang teman yang merangkul rindy disampingnya
"Yah, terimakasih ya, oh iya apa hari ini Naufal masuk?"
"Heh? Kenapa kau masih menanyakan tentang dirinya yang sudah melukaimu seperti itu?"
__ADS_1
"Tidak, lagi pula itukan sudah lama terjadi, lupakan saja. Jadi apa hari ini dia masuk?"
"Sudah beberapa hari ini dia tidak masuk. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Setelah aku lihat dirumahnya, rumahnya sepi tak ada orang didalam. Mungkin saja dia pindah rumah "
"Memangnya kalian tidak menjenguknya atau kerumah Naufal langsung?"
"Tidak ada yang mau menjenguknya. Semenjak kejadian itu."
"Jadi, seperti itu."
"Oh iya ngomong-ngomong pekan olahraga akan di mulai, kau berlatihlah untuk lomba baseball nanti ya."
"Ya terimakasih."
Sepulang sekolah....
Saat rindy sedang berlatih bermain baseball untuk pekan olahraga 2 Minggu lagi, rindy melihat Naufal yang berdiri di gerbang sekolah itu sedang melihat semua aktivitas siswa yang ada disekolahnya. Rindy memanggilnya dan menghampirinya, tetapi Naufal malah pergi menjauh dari Rindy. Rindy pun mengejarnya.
*Kenapa dia masih mengejar ku sih!!* Dalam hati Naufal.
"Naufal!! Jangan lari"
"Kenapa kau masih mengejar ku!!!? Pergi!!"
"Tidak!! Aku ingin bicara pada Naufal sekarang!!"
*Kenapa dia masih ingin bicara dengan ku dan kenapa dia masih mengejar ku!!?* Dalam hati Naufal yang heran melihat rindy yang masih mengejarnya.
Karena Naufal berlari terlalu kencang, hingga sampai di persimpangan jalan ia kehilangan Naufal disana.
"Kenapa Naufal lari? Ada apa dengannya?"
Sepulangnya dari sekolah
__ADS_1
Seperti biasa rindy pulang dengan Rendy dan menanyakan beberapa hal yang terjadi tadi
"Oh iya, Rendy! Tadi aku bertemu dengan Naufal. Kenapa dia begitu ketakutan ya?"
"Ng .? Memangnya kenapa?"
"Tadi, saat aku bertemu dengannya dia berlari dan tak mau bicara denganku."
"Biarkan saja dia, biarkan dia memikirkan apa kesalahannya"
"Sudahlah tak usah pikirkan soal itu, lagipula itu sudah lama terjadi."
"Mungkin kau yang melupakan hal itu,tapi aku tidak seperti mu yang mudah memaafkan kesalahan orang lain." Sambil menatap Rindy
"Ada apa?"
"Jangan menjadi seorang yang lemah, jadilah seperti ku. Kau jangan terlalu mudah memaafkan orang lain. Kau harus memikirkan apakah kesalahan orang itu memang harus di maafkan atau tidak. Dan kau seharusnya melawan saat seseorang mengejekmu atau melakukan sesuatu padamu yang menurutmu itu tidak baik "
"Tapi, jujur saja. Aku tidak terlalu menyukai sikap Rendy yang sekarang. Rendy yang dulu, begitu peduli padaku dan selalu memperhatikan ku. Dan saat itu aku senang melihat Rendy yang selalu pulang bersama ku."
"Sikapmu aneh Rindy."
"Apa yang aneh dariku?"
"Coba kau pikirkan saja"
Rendy pun berjalan mendahului rindy, dan dibelakang rindy terlihat seorang anak laki-laki yang berlari kearahnya dengan membawa ranjang yang berisi makanan didalamnya.
"Kak rindy!!"
"Oh, kau yang kemarin ya. Ada apa?"
"Aku disuruh ibu untuk memberikan kakak ranjang ini sebagai ucapan terimakasih karena telah membantu ibuku membawa belanjaan kemarin "
"Wah, terimakasih ya. Ibu mu sangat murah hati ya. Baik sekali...."
"Ya, sama-sama kakak."
Wajah anak kecil itu begitu polos ketika tersenyum kearah rindy. Tangan kecilnya menggenggam tangan rindy yang besar. Dari jauh ibu dari anak kecil itu tersenyum bahagia melihat pemberiannya diterima dengan baik oleh rindy. Sedangkan Rendy, hanya melihat rindy dari kejauhan sana dan hanya bisa terdiam melihatnya.
__ADS_1