
Ke esokan harinya.....
Ketika Rindy bersiap untuk pergi ke-sekolah nya dan saat mengambil seragam nya. Ia hanya melihat seragam sekolah Rendy, sedangkan Rendy sudah berangkat ke-sekolah sejak tadi.
"Eh......mana seragamku? Dimana seragam ku? Kenapa hanya ada seragam Rendy disini?"
Sementara itu disekolah Rendy menggantikan rindy dikelasnya. Dan saat naufal mulai menghampiri nya yang sedang duduk diam seperti biasanya dan bertanya beberapa hal pada Rendy yang Naufal kira itu Rindy.
"Wah....wah.... Rindy .aku pikir kau tidak mau ke-sekolah lagi karena aku pukuli kemarin, jadi kau masih bisa sekolah ya."
"Kau tidak tahu siapa yang kau ajak bicara ya?" Mendengar suara yang berat itu tahu kalau dia itu bukan rindy tetapi Rendy yang menyamar menjadi rindy untuk pergi kesekolahnya
"R...Rendy? Kenapa kau disini?"
"Jadi kau yang membuat wajah rindy jadi penuh luka seperti itu?" Rendy sambil memegang kencang tangan Naufal hingga naufal meringis kesakitan.
"Kau sungguh beruntung ya..... Jika saja Rindy tak menyruhku untuk melakukan hal gila seperti aku memukuli mu saat itu, mungkin sekarang kau sudah ada dirumah sakit!"
"Kau bukan bagian dari kelas ini. Lalu kenapa kau menggantikan Rindy disekolah!?"
"Agar dia......BISA MENJAUH DARI MU!!!!" Rendy tiba-tiba memukul kencang wajah Naufal dan menabrak meja dan kursi dibelakang nya itu. Rendy menghampiri Naufal dan langsung menarik kencang baju nya itu
"Lihat saja! Jika kau berani untuk menyakiti atau memukuli Rindy lagi awas saja!" Dengan nada mengancam Rendy mengatakan hal itu didepan semua orang.
__ADS_1
Naufal sudah terlihat ketakutan melihat itu semua dan Naufal pun pergi setelah itu. Semua orang yang ada disana yang mengira itu Rindy merasa heran tentang apa yang ia lakukan tadi.
"Ada apa dengan rindy ya? Ia tidak seperti biasanya."
"Biasanya Naufal kan yang sering memukuli Rindy, tapi kenapa Rindy yang memukuli Naufal?"
Mendengar mereka semua membuat Rendy keluar dari ruang kelas itu dan memutuskan untuk membolos di hari itu dan tidur di tanah kosong belakang lab kimia.
"Hah.... sebenarnya aku ingin mengikuti pelajaran tapi, sayangnya aku tak mengerti pelajaran IPA. Mungkin aku disini dulu ya"
dalam hati Rendy dan tiba-tiba ponsel Rendy berdering dan sepertinya Rindy menelfon nya. Karena takut rindy marah, Rendy pun mematikan ponselnya.
"Sudahlah lagi pula ini untuk kebaikan rindy juga kan?"
Rendy pun tertidur diatas tumpukan kayu yang setinggi tubuhnya.dan jam istirahat seorang perempuan datang ketempat Rendy tidur, entah apa yang ia lakukan hingga sekelompok lelaki datang dan menggoda perempuan itu dan membuat Rendy terbangun
"Wah....kau cantik juga ya. Apa yang kau lakukan sendiri disini?" Lelaki itu sambil memegang pipi perempuan itu, dan perempuan itu akhirnya melawan.
"Berani juga ya. Padahal kau hanya gadis lemah. Jika kami bilang kami akan melakukan sesuatu padamu kau pasti akan takut kan?"
"Kalian semua menyebalkan!"
Rendy yang tidak bisa tidur itu langsung melemparkan bukunya kearah lelaki itu.
"Kalian berisik sekali. Aku jadi tidak bisa tidur kan "
Mereka tidak tahu kalau itu adalah Rendy, dan mengira kalau itu adalah rindy jadi mereka menantangnya untuk berantem.
__ADS_1
"Ah.....tenang saja itukan cuma rindy yang katanya sering di-bully oleh teman-temannya itu "
"Kita langsung ajak dia berantem saja yuk! Walaupun kita tahu siapa yang akan menang."
"Jadi kalian menantang ku ya?"
Kemudian ........
"Ampun Rendy kami tidak tahu kalau itu kau! Ampun!"
"Iya Rendy tolong biarkan kami pergi."
"Setelah kalian tahu kalau Rindy adalah aku kalian tak berani untuk mendekati rindy lagi kan?"
"Tidak kok Rendy....tolong biarkan kami pergi."
Dengan wajah memelas mereka mereka memohon pada Rendy untuk membiarkan mereka pergi.
"Pergilah!"
__ADS_1
"T.. terimakasih Rendy!"
Mereka pun berlari pergi dengan ketakutan diwajah mereka. Setelah itu perempuan yang Rendy tolong tadi tiba-tiba berterima kasih pada Rendy.