Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 26: Perjalanan


__ADS_3

Di perjalanan pulang, rindy mengambil jalan berbelok dan Karina mengambil jalan yang lain dan berlawanan dengan arah rindy. Saat itu, rindy yang sedang mencoba menyebrang di jalan yang begitu ramai, banyak kendaraan lalu-lalang kemana mana. Di antara kerumunan orang itu, Rindy melihat Naufal yang juga ada disana. Rindy pun menyapanya dan berbicara disepanjang jalan pulang.


"Aku tak pernah melihatmu pergi ke-sekolah lagi,Naufal. Memangnya apa yang membuatmu kau sampai tidak masuk sekolah seperti itu?"


"Kau tidak akan mengerti rindy, jika aku tetap menceritakan padamu pasti kau tak akan mengerti"


"Aku yakin aku akan mengerti! Jika kau benar-benar menceritakannya, aku yakin aku akan mengerti apa yang kau pikirkan saat ini!!"


"Kau terlalu egois rindy."


"Eh, apa?"


"Kau merasa kalau kau mengerti apa yang sebenarnya orang lain rasakan saat ini. Tapi, apa menurut orang itu kau bisa paham jika hanya sebatas cerita saja?"


"Ah, a..aku. tidak bermaksud seperti itu."


"Lalu,apa maksudmu menanyakan hal itu seakan-akan kau mengerti?"


"Aku berfikir mungkin aku akan sedikit bisa membantu orang lain. Seperti yang selalu kau lihat kan, aku selalu berada dibelakang orang-orang. Rendy bilang aku harus menjadi orang yang kuat. Dan sekarang inilah langkah pertama yang harus kulakukan. Dengan mencoba mengerti apa yang dirasakan orang lain."


"Tak perlu memikirkan orang seperti ku. Tidak penting."


"Kau mungkin merasa tidak dipikirkan, tapi ada saja orang yang akan memikirkan mu dimanapun dia berada."


"Ucapanmu sepertinya hanya sebatas mitos. Aku tetap tidak percaya itu "


"Itu bukanlah mitos!,coba kau lihatlah diriku! Apa aku terlihat tidak memikirkan mu?"


Naufal terkejut apa yang rindy sampaikan itu dan hanya bisa terdiam dan berbicara dalam hatinya


*Itu benar\,padahal aku sering melakukan hal tidak pantas pada rindy. Tapi dia masih saja memikirkanku. Memangnya diantara aku dan Rindy\,ada hubungan apa?*


"Hei!! Naufal. Mulai sekarang janganlah berfikir negatif tentang dirimu. Yakinlah kalau ada saja orang yang selalu memikirkan mu. Apapun yang dia pikirkan, itu pasti akan selalu terfikirkan sampai ia tahu jawabannya."


"Hah. Kau lucu Rindy!"


Untuk pertama kalinya,naufal tersenyum kearah rindy yang juga menatapnya sambil tersenyum. Sementara itu malam harinya rendy baru saja berjalan pulang kerumahnya bersama dengan diana. Tapi sepertinya diana merasa kalau ia pulang sendirian karena rendy yang tak mau bicara pada diana. Diana berusaha untuk bicara pada rendy tetapi ia tidak menjawab apa apa dan akhirnya diana melemparkan tas beratnya kearah kepala rendy hingga membuatnya nyaris terjatuh.


"Hei!!? Kenapa tiba-tiba kau memukulku!?"


"Harusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau hanya diam saja!?"

__ADS_1


"Oh gitu ya......" pura-pura tidak tahu.


"Oh iya,ngomong-ngomong hari ini aku sama sekali tidak melihat rindy seharian ini. Memangnya hari ini dia tidak masuk?"


"Aku sedang tidak ingin memikirkannya. Biarkanlah dia seperti itu terus"


"Kau sedang tak ingin memikirkannya ya. Kenapa?"


"Mulai sekarang. Aku tak mau memikirkan rindy lagi. Sekarang aku akan membiarkannya bebas melakukan apa saja yang ingin dia lakukan saat ini."


"Jika rindy kau bolehkan melakukan apa saja. Itu berarti apa rindy boleh tinggal bersamaku?"


"Tinggal bersamamu?"


"Ya. Jadi aku dan rindy akan menjadi teman sekamar."


"Memangnya apa yang mau kau rencanakan?"


"Eum, aku belum memikirkannya mungkin nanti"


"Tidak! Pokoknya tidak boleh. Bagaimanapun juga,rindy tidak boleh tidur dengan perempuan!!"


"Sudah jelas kan!? Hal yang seperti itu memang tidak boleh?"


"Iya iya sudahlah. Aku percaya itu, rindy orang yang selalu setia dengan saudaranya."


Setelah itu rendy hanya diam saja melihat diana yang tersenyum padanya. Dan sepulangnya dirumah, rendy melihat rindy yang sedang menunggu rendy kembali. Dan saat rendy baru saja membuka pintu tiba-tiba saja rindy menghampirinya dan langsung meminta maaf.


"Rendy! Maaf aku membuat mu khawatir ya. Maaf"


"Maaf kenapa?"


"Aku telah membuat mu khawatir dan juga aku sadar kalau aku begitu egois. Jadi aku minta maaf."


"Ah, yasudah. Jangan diulangi lagi."


Rendy pun berjalan kekamarnya tanpa ada sepatah kata lagi yang keluar. Dan rindy pun hanya bisa terdiam sambil melihat rendy yang semakin jauh darinya. Saat dikamar rendy mengingat sesuatu tentang apa yang diana katakan tadi.


"Aku rasa diana benar. Aku memang masih memiliki rasa peduli pada rindy meskipun aku masih ragu untuk mengatakannya. Tapi itu benar terjadi." Dalam hati rendy sambil memegang sebuah foto bersama teman temannya dan rindy saat ia SD.


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2