Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 63: kesepian


__ADS_3

Keesokan harinya


Diana kembali sekolah dihari pertama, karena semalam terlalu kebanyakan menangis, mata Diana terlihat bengkak dan merah. Matanya juga terlihat masih berair


  "Semalam aku terlalu banyak menangis, mataku jadi bengkak seperti ini. aku tidak ingin melihat cermin dulu, ah"


  Disebuah persimpangan jalan, Diana tak sengaja menabrak senior Fahrul yang kebetulan juga melewati arah yang sama


  "Eh? Diana? Tak biasanya kau berangkat telat seperti ini, Apa kau bangun kesiangan?"


  "S...senior Fahrul....."


Tiba-tiba Diana menangis dan memeluk senior Fahrul.


  "A...ada apa ini? Kau kenapa Diana?"


  "Aku.....merasa kesepian, orang yang aku suka dan terlanjur ku sayangi sedang sakit, aku, merasa kesepian sekali senior" kata Diana sambil menangis dan membuat seragam senior Fahrul basah.


   *Ternyata kau benar-benar menyukai Rendy ya, Diana? padahal aku berharap kau yang menyukaiku* batin senior Fahrul


    Dikantin........


  "Maaf ya, senior Fahrul. Pagi-pagi sudah menyusahkan mu"


  "Ya, tidak apa-apa diana. Oh iya, lalu bagaimana keadaan Rendy sekarang?"


  "Aku juga tidak tahu, kemarin dia baru saja dibawa keruang ICU. Kondisinya sangat buruk, bahkan Rindy bilang kalau Rendy sering batuk berdarah tadi malam, aku sangat mengkhawatirkannya.


  "Jadi begitu ya, apa kau sangat menyukai Rendy saat ini?"


  "Eh .....? Apa maksud senior?"


  "Jika kau sangat menyukai Rendy, mungkin kau sebaiknya terus menjenguknya disana. Aku yakin dia pasti membutuhkan mu dan ingin kau menjenguknya."

__ADS_1


  "T...tapi, aku..."


  "Sudah ya, aku pergi dulu. Ada yang ingin aku lakukan" kata senior Fahrul sambil beranjak pergi


  "I..iya"


    Sepulang sekolah, Karina yang melihat diana berjalan sendiri didepannya, menghampirinya dan mengajaknya kembali menjenguk Rendy dirumah sakit


  "Diana! Apa kau mau ikut menjenguk Rendy lagi?"


  "Ah, soal itu aku rasa tidak"


  "Eh? Kenapa?"


  "Aku tidak tahu, harus bicara apa pada Rendy"


  "Apa kau yakin? Tapi sepertinya Rendy mengharapkan kau untuk datang menjenguknya"


  "Eh?"


  "Maaf aku tidak bisa" kata Diana sambil berlari pulang kerumahnya


   ***


  Malam harinya saat Diana berjalan pulang sehabis membeli makanan di toko, ponselnya berdering dan ketika Diana membukanya ternyata Rendy kembali menelfonnya


   "Iya, halo Rendy ada apa?"


  "KENAPA KAU TIDAK MENJENGUKKU TADI!!?" Teriak Rendy dari telepon dan membuat Diana terkejut dengan suaranya.


   "M...maaf a..aku"


   "Hanya karena kau tidak datang, aku dijadikan obat nyamuk oleh mereka tahu!!"

__ADS_1


  "Huh? Obat nyamuk?"


  "Yah, yang datang hari ini hanya Karina saja, bukannya bicara padaku dia malah asik bicara dengan Rindy dan aku dijadikan obat nyamuk oleh mereka. Kan, tidak enak"


  Mendengar perkataan Rendy, membuat Diana tertawa. Mendengar tawaan Diana dari teleponnya membuat Rendy semakin heran dengan hal itu


  "Kenapa tertawa? Kau mengejekku, ya?"


  "Tidak, tidak apa-apa kok. Besok akan aku bawakan kue brownies coklat yang enak untuk mu"


  "Benarkah?"


"Iya"


  "Oh,ya. Apa aku boleh minta satu hal lagi?"


  "Apa itu?"


  "Bisa kau bawakan buku yang bagus untuk aku baca?"


  "Eh ...? Kenapa?"


  "Buku yang kau berikan kemarin cukup bagus, aku sudah membaca semua isinya. Bahkan sangat menarik hingga aku tak henti ingin terus membacanya. Jadi, apa kau bisa membawakan buku untuk ku baca?"


  "Ya, aku pasti akan membawakan buku yang lebih menarik lagi, bahkan lebih banyak dan lebih tebal lagi ya?"


  "Akan aku tunggu besok ya!!"


  "Iya, kalau begitu akan aku tutup teleponnya ya"


  "Ya!"


Diana pun menutup teleponnya dan kembali berjalan pulang kerumahnya

__ADS_1


Sesampainya dirumah, Diana seperti orang yang kebingungan dan langsung membuka-buka lemari dan rak bukunya


  "Gawat! Aku terlanjur janji pada Rendy akan membawakannya buku yang bagus, padahal aku hanya mengoleksi majalah cewek saja. Apa aku harus kembali meminjam buku pada Vania lagi ya? Coba aku tanyakan besok saja"


__ADS_2