Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 24: Tamu yang tak terduga


__ADS_3

Di rumah malam harinya, ketika rendy dan rindy sedang memakan makanan yang diberikan pada anak tadi sambil berbicara. Tiba tiba seseorang mengetuk pintu dan membukanya, dan ternyata ibu mereka datang untuk mengunjungi mereka.


    "Halo, rendy...lama tidak ketemu ya..."


Ibunya langsung memeluk rendy erat sambil menatap tajam kearah rindy. Seakan akan ia benar banar tak menyukai rindy.


    "Selamat datang ibu. Apa ibu ingin menyicipi makanan yang ada di atas meja ini. Ini enak kok." Suara rindy masih terdengar lembut ketika berbicara dengan ibunya, meski ibunya benar benar tak menyukai rindy. Dan menganggap rindy sebagai penghalang antara dia dan rendy.


   "Beraninya kau memawarkan ibumu makanan murahan seperti ini rindy!!" Ibunya membentak dengan suara yang keras dan tatapan dingin.


   "Ibu, jangan terlalu keras pada rindy. Dia kan baru pulih"


   "Biarkan saja. Untuk apa dia dikasihani!!"


  "Kenapa ibu sangat membenci rindy!!? Rindy itu anak ibu juga kan!!?"


  "Ibu dan rendy! Maaf ya telah mengganggu kalian. Kalau begitu aku pergi kekamar ya"


  "Sana!! Pergi jangan ganggu ibu dan rendy disini!!"


  "Ibu!! Jangan mengatakan hal itu padanya!!"


  "Tidak apa apa rendy. Tak usah membelaku. Jaga hubungan mu dengan ibu."


Rendy merasa kasihan pada rindy yang tak pernah mendapat kasih sayang dari ibunya. Dengan nada bicara apapun baik lembut maupun dengan cara kasar. Ibunya tak mau menganggap rindy sebagai anaknya.


Ke esokan harinya........

__ADS_1


Wajah rindy terlihat pucat padahal hari ini begitu cerah. Seorang teman berkata akan membawanya ke UKS, tetapi rindy menolak itu. Dan akhirnya ketika saat rindy menuruni tangga, kakinya goyah tak kuat menahan berat badannya dan tiba tiba ia terjatuh dengan kondisi yang masih tersadar. Semua orang yang juga sedang menuruni tangga, dan melihat rindy terjatuh langsung membawa rindy ke UKS. Mendengar hal itu seorang teman memberitahukan hal itu pada rendy yang sedang berlatih bermain sepak bola untuk pekan olahraga bulan depan. Rendy pun pergi untuk menemui rindy di UKS.


   "Rindy!!? Ada apa dengan mu tadi!!?"


   "Rendy!? Tidak ada apa apa. Aku baik baik saja"


  "Jangan bohong!! Aku tahu tadi kau terjatuh kan!!?"


  "Tidak kok. Aku benar aku tidak apa apa."


  "Memangnya sampai kapan kau mau berbohong seperti itu!! Betapa egoisnya kau sampai tak ingin mengatakan hal yang sejujurnya"


Rindy terdiam dan menangis menunduk di tempat tidurnya. Dengan nada bicara yang sedikit gemetar.


   "Maaf. Sebenarnya aku malu untuk mengatakannya. Aku malu pada rendy yang kuat, aku selalu berfikir jika aku mengatakan hal yang sebenarnya padamu, mungkin kau akan menganggapku lemah. Tak memiliki kekuatan yang juga menyebabkan ibu membenciku kan?"


   "Jika kau tahu itu, kenapa kau masih seperti ini?"


   "Memangnya kau ada urusan apa?"


   "Itu, mungkin rahasia."


Sepulang sekolah...


Karena rindy pulang telat, rendy pun akhirnya pulang sendirian. Dan melihat diana didepannya.


       "Kau tidak pulang dengan rindy?"

__ADS_1


      "Dia bilang dia pulang agak telat jadi aku pulang duluan."


   "Bukankah hari ini semua ekskul libur? Lalu apa yang dilakukan rindy sore ini?"


   "Mungkin dia sedang mengerjakan tugas dengan yang lain. Aku percaya itu."


    "Apa menurutmu rindy tak akan melakukan sesuatu yang tak kau ketahui?"


   "Tidak. Itu tak akan terjadi"


Dan ketika waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Semua orang sedang beristirahat dikarenakan pekerjaannya seharian. Rindy tak kunjung pulang dan membuat rendy khawatir ditambah dengan curah hujan yang tinggi. Tanpa menggunakan payung rendy berlari mencari rindy kemana mana. Dan akhirnya rendy berhasil menemukan rindy yang sedang duduk sendirian di kursi taman, Sambil melihat keatas langit.


   "Hujannya deras sekali ya. Aku sampai tak bisa melihat kemana arahku berjalan."


Suara dan wajah rindy terlihat menahan tangisan yang ingin keluar. Dan rendy pun menghampirinya dan dengan tangan yang bergemetar ia memukul wajah rindy.


    "Apa yang kau lakukan disini!! Dan kenapa kau tidak kembali kerumah!!?" Rendy membentak dan menatap rindy dengan tatapan yang tak biasa rendy perlihatkan pada rindy.


   "Kenapa rendy disini?"


   "Sudah jelas kan!!? Aku mengkhawatirkan mu!!"


   "Tak usah lakukan itu. Aku tak ingin membuat rendy marah lagi."


   "Justru karena kelakuan mu saat ini lah yang mmembuat ku marah!! Apa kau tidak berfikir baru saja kau terjatuh tadi karena sakit kan!!? Lalu apa kau tidak menganggap ku kalau aku ini adalah saudaramu!!? Jika terjadi sesuatu yang mencelakaimu akulah yang bertanggung jawab! Jika kau kembali sakit seperti waktu itu. Apa kau tidak kasihan melihat ku yang selalu mengkhawatirkan mu!!!?"


   *itu benar rendy selalu mengkhawatirkanku. Dimanapun itu dia selalu datang. Saat aku dirumah sakit disekolah dan dirumah. Rendy selalu datang saat aku dalam masalah. Ternyata aku ini memang egois seperti yang rendy bilang saat itu.* dalam hati rindy yang menyesal telah membuat rendy khawatir padanya.

__ADS_1


  "Rendy!! Maaf ya. Aku janji tak akan membuat mu khawatir lagi. Aku akan tumbuh layaknya orang yang kuat dan mandiri seperti rendy. Aku janji."


   Aku hanya bisa mengasihani diriku sendiri. Padahal aku tak tahu apa yang salah dengan ku. Kita sering melihat jauh kemasa depan,aku percaya bahwa masa depan mu akan lebih baik.dengan melewati semua yang kita lakukan bersama.


__ADS_2