Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 66 : detik akhir


__ADS_3

  Keesokan harinya.......


Senior Fahrul terlihat menghampiri Diana yang baru saja membuka pintu kelasnya. "Diana!?"


  "Eh? Ada apa senior Fahrul?"


  "Ah, jadi begini.... Sudah lama aku tidak pulang denganmu jadi, pulang sekolah nanti kau mau kan pulang bersama ku?"


  "Eh....?"


  "Kenapa? Kau tidak mau?"


  "S... sebenarnya sepulang sekolah nanti, aku akan langsung menjenguk Rendy dirumah sakit. Dan juga aku akan pulang bersama Rindy dan Karina nanti. Jadi......maaf, aku tidak bisa hari ini"


  "Oh jadi begitu ya, berarti lain kali?"


  "I...iya. Mungkin senior bisa menjenguk Rendy sebentar dirumah sakit." ucap Diana dengan sedikit tersenyum padanya


  "Kalau begitu aku pergi saja, dan maaf menggangu waktu mu"


   Senior Fahrul pun pergi,berjalan dengan kepalanya yang menunduk seakan-akan kecewa dengan Diana. "Aku jadi tidak enak dengan senior, mungkin besok aku akan pulang dengannya"


   Jam istirahat pertama, senior Fahrul terlihat sedang bertanding basket dengan kelas lain. Senior Fahrul seperti bermain dengan emosi dan sedang tidak bermain seperti biasanya.


  "Hari ini Fahrul terlihat sedang tidak baik ya. Apa dia sedang ada masalah?" Kata teman sekelasnya.


  Permainan akhirnya selesai, dan kelas senior Fahrul yang memenangkan pertandingan itu. Seorang teman menghampiri senior Fahrul yang sedang beristirahat, duduk di kursi samping lapangan


  "Hei, fahrul! hari ini kamu tampak seperti tidak biasanya. Apa kau sedang ada masalah?"


  "Tidak, aku baik-baik saja"

__ADS_1


  "Apa kamu punya masalah dengan Diana?"


  "Diamlah! Aku sedang tidak ingin membicarakan Tentangnya" bentak senior Fahrul


  "Jangan seperti itu, aku tahu kamu sedang cemburu kan?"


  "Apa maksudmu!?"


  "Kamu cemburu karena Diana lebih menyukai Rendy, apa kau tahu alasannya kenapa Diana lebih menyukai Rendy?"


  "Aku bahkan tidak  mengerti apa yang dia mau dan dia sukai"


  "Diana menyukai Rendy karena Rendy memiliki sesuatu yang tak kamu miliki, yaitu seorang saudara kembarnya Rindy."


  "Memangnya apa bedanya dengan ku? Aku juga memiliki saudara dirumah"


  "Yah, bukan begitu. sejak SMP mereka selalu bersama, dan mungkin saja Rindy menceritakan kebaikan tentang Rendy yang membuat Diana menyukainya."


  "Karena, saat SMP aku sekelas dengan mereka. Jadi aku bisa tahu saja tentang Rindy dan Diana"


  Senior Fahrul tiba-tiba beranjak dari kursinya dan melihat keatas. "Aku akan membuktikan pada diana kalau aku, lebih baik daripada Rendy!!"


    ***


Sepulang sekolah.....


   Dirumah sakit.......


   "Kira-kira apa Rendy akan menyukai kue buatan ku tidak ya?"tanya Diana yang memegang bingkisan kue buatannya sendiri


  "Eh? Kau bisa membuat kue, Diana?"

__ADS_1


  "Habisnya, toko kue yang biasanya aku beli sedang tutup. Tadinya sih aku ingin membelikannya bolu brownies coklat kesukaannya."


   "Tenang saja, Rendy tak akan menolak kue buatan mu Diana"


  "Kenapa kau bisa tahu?"


  "Memangnya apa sih yang ditolak Rendy selain kue buatan Diana sendiri"


  "Eh?" wajah Diana berubah menjadi merah mengetahui hal itu


  "Aku yakin, Rendy akan menghargai kue buatan mu Diana" ucap Rindy dengan tersenyum ke arahnya


   Disaat rindy dan Diana sudah berada dilantai atas kamar Rendy. Terlihat dua perawat yang membawa peralatan kedokteran kekamar Rendy. Wajah mereka terlihat pucat dan tangan Rindy yang gemetar melihatnya.


  "Bukankah itu kamar Rendy? Apa ada sesuatu yang terjadi ya?" Tanya Diana yang mulai khawatir


  Melihat hal itu, Rindy langsung berlari ke kamar Rendy dan berhenti didepan pintunya. Rindy terkejut melihat Rendy yang sedang kejang-kejang itu, tangannya mengarah keluar kamar dan seperti menunjuk ke arah rindy. Dan tak lama setelah itu tangan Rendy kembali seperti semula dan tidak lagi menunjuk ke luar kamar


   "Apa yang kalian berdua lakukan disini! Sebaiknya kalian pulang saja!!" Kata seorang perawat bersama seorang dokter yang langsung mendorong Rindy dan Diana lalu menutup pintunya


  "Tadi itu kenapa, Rindy?"


  "A.... Aku tidak percaya ini, Rendy ....."


  "Ada apa, Rindy!! Kenapa dengan Rendy!?" Kata Diana yang mulai ketakutan


  Tiba-tiba rindy menangis dan memeluk Diana. "Aku sama sekali tidak ingin kehilangan Rendy.... Aku ingin dia kembali sehat, Diana...kenapa harus seperti ini!!! Padahal kemarin dia baik-baik saja!!"


  Tubuh rindy seketika gemetar dan menangis membuat bahu diana basah terkena air matanya yang mengalir itu.


  "Kenapa disaat-saat ini, aku malah tidak bisa berbuat apa-apa. Saat ini tubuh Rindy gemetaran dan sedang menangis seperti anak kecil disini. Seharusnya aku berusaha untuk membuatnya tidak menangis kan? Jika Rendy melihat hal ini, pasti dia akan memarahi ku" batin Diana yang juga ikut meneteskan air mata karena melihat Rindy yang menangis

__ADS_1


  Dan akhirnya setelah itu, Rendy kembali dibawa keruang ICU. Dan karena sudah malam, Diana akhirnya pergi pulang dan menunggu hasil operasinya besok


__ADS_2