Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 20: Teman yang terlupakan


__ADS_3

Disekolah ........


 


 


Saat itu seperti biasa Diana berlatih bermain basket bersama teman lainnya. Tak biasanya Diana bermain dengan pelan. Dan saat Diana ingin menembak bola, seseorang menabraknya dengan kencang hingga membuat Diana terjatuh.dan itu membuat Diana kesal dan akhirnya meninggalkan lapangan dan pergi ke-atap gedung sekolah itu.


"Ada apa dengan Diana? Dia tak seperti biasanya"


"Sejak pagi dia melamun terus. Apa ada yang Diana pikirkan saat ini ya?"


Semua temannya heran melihat Diana yang bertingkah tidak biasanya.


Sementara itu Diana menangis sendirian di toilet putri, dan bingung apa yang sebenarnya ia pikirkan sekarang


"Sebenarnya aku ini kenapa sih? Jika hal kemarin yang membuat ku sedih, hanya karena aku tahu aku tahu apa yang Rendy katakan ketika aku mengatakan kalau aku menyukainya. Mereka pasti berfikir kalau itu hanya hal sepele dan aku akan di tertawakan oleh mereka. Lalu kenapa aku keluar dari arena latihan ya? Padahal aku hanya terjatuh, itu kan hal yang wajar. Mungkin aku harus meminta maaf pada mereka "


Diana pun mengusap matanya dengan tangannya dan keluar dari toilet itu. Diana terkejut melihat senior Fahrul yang sepertinya sudah berdiri disamping toilet putri sejak tadi.


"Kenapa kau menangis ditoilet, Diana?"


"S...senior Fahrul? Apa yang kau lakukan di toilet perempuan?"


"Jangan berbicara seperti itu!!"


Di sepanjang lorong-lorong kelas menuju lapangan basket Diana pun menceritakan semua yang terjadi tentang kemarin itu.


"Jadi, dalam ceritamu kau menyukai Rendy."


"Yah, begitulah. Dan sepertinya aku tidak akan mendapatkannya."


"Memangnya apa yang kau sukai dari rendy,? Padahal dia orang yang kasar dan selalu diam, apa bagusnya orang seperti itu?"


"Tapi, mungkin bagi orang yang sudah melihat sifat aslinya dan sifat dibalik wajahnya yang selalu diam itu. Pasti mereka akan menyukai Rendy, bagaimanapun itu "

__ADS_1


"Pastas saja, tadi kau bertingkah tak biasanya."


"Memangnya tingkah ku seperti apa?"


"Tidak kok. Bukan apa apa."


"Ah...senior kenapa selalu bilang seperti itu sih?"


"Diana! Apa dipikiran mu hanya ada Rendy saja? Dan tak ada yang lain?"


"Ng...? Apa?"


"Maksudku, sekarang Rendy sedang tidak ada disekolah. Kenapa kau terus memikirkannya, lalu apa tak ada hal yang lain dipikiran mu?"


"Eum..tidak juga. Kadang aku memikirkan hal lain, seperti untuk perlombaan bola basket antar sekolah nanti."


"Jadi begitu ya. Aku pikir selain itu ada lagi."


"Ada lagi?"


"Tidak. Bukan apa apa."


 


 


Sepulang sekolah.......


 


 


Seperti biasa, Diana melewati jembatan yang biasa ia lewati. Dan didepannya terlihat Rendy yang sedang berdiri sendirian disana dan seperti melihat sesuatu yang ada dibawah jembatan itu. Diana sempat mengabaikan hal itu,tetapi Rendy malah memanggilnya dan seperti ingin bicara dengannya.


"Kau sudah pulang ya Diana?"

__ADS_1


"Ah, i..iya. memangnya kenapa?"


"Kemarilah !"


Diana pun menghampiri Rendy yang berdiri didepannya,yang sedang melihat sesuatu dibawah jembatan itu. Yang Diana lihat bukanlah yang Rendy lihat. Ia malah melihat sepasang kekasih sedang duduk berduaan disana, pikiran Diana pun mulai kacau sepertinya.


*Ngapain dia lihat orang yang sedang berduaan kayak gitu!?* Dalam hati Diana.


"Jangan melihat kearah orang yang berduaan itu! Aku hanya ingin kau melihat sepasang anak kecil kembar disana!"


Diana pun melihat kearah anak kecil yang kembar itu. Mereka begitu akrab dan saling tertawa bersama saat mereka memancing disana, meskipun sepertinya mereka sama sekali tak mendapat ikan yang mereka cari itu


"Mereka terlihat akrab ya. Andai saja aku dan Rindy sejak dulu seperti itu. Saling tertawa bersama, dan selalu bersama seperti mereka, mungkin jika seperti itu bagaimana menurut mu wajahku dimasa saat ini? Apakah aku tumbuh menjadi seorang lelaki yang baik atau aku sama sekali tak berubah?"


"Ah... soal itu, aku tidak tahu."


"Hari ini kau terlihat lesu ya. Dan kau banyak berubah hari ini."


"Eh..benarkah?"


"Rindy sekarang sudah ada dirumah. Apa kau mau menjenguk nya?"


"Ah, hari ini aku tidak bisa, mungkin besok."


"Kalau begitu aku pergi ya. "


"Eh, lalu untuk apa kau disini?"


"Tadi, aku hanya pergi untuk membeli obat, dan bukan apa apa aku seperti menunggu seseorang disini."


"Ya, kalau begitu sampai jumpa!"


Setelah itu Rendy hanya diam saja dan pergi pulang kerumahnya.


*Jadi, rindy sudah pulang dari rumah sakit ya. Kemarin saat ia dirumah sakit aku tak sempat menjenguknya. Mungkin sepulang sekolah besok aku akan menjenguknya, dan membawa makanan kesukaannya." Dalam hati Diana yang melihat kedua anak kembar tadi.

__ADS_1


 


 


__ADS_2