
Sementara itu, Rendy juga sedang berlatih bermain sepakbola. Dan baru saja 15 menit permainan berlangsung, tiba-tiba saja Rendy terjatuh seakan-akan ia tidak bisa merasakan kakinya sendiri.
"A...ada apa ini!? Kenapa aku sama sekali tidak bisa merasakan kakiku sendiri! Dan juga, kenapa kepalaku begitu sakit!?" Kata Rendy sambil memegang kepalanya yang sakit itu
Dan dua orang rekannya datang menghampiri Rendy dan menanyakan keadaannya saat ini
"Hei! Rendy! Kau baik-baik saja?"
"Ada apa? Kau cedera?" Tanya kedua rekannya.
"A..aku baik-baik saja. Tapi, aku sama sekali tidak bisa merasakan kakiku saat ini"
"Kalau begitu, ayo kami akan membantu mu berjalan!"
Dua orang rekannya itu akhirnya membantu Rendy berjalan menuju UKS yang ada disamping ruang OSIS. Dan ketika sampai didepan pintu ruang UKS, Rendy melihat Diana yang juga baru keluar dari UKS sehabis menghantarkan temannya untuk beristirahat disana
"Eh? Ada apa ini? Kenapa dengan Rendy?" Tanya Diana dengan wajah yang mulai khawatir
Rendy terlihat tidak ingin Diana melihat keadaannya saat ini dan memutuskan untuk melepas genggaman tangan kedua rekannya itu
"Aku baik-baik saja Diana. Tidak ada yang terjadi padaku" kata Rendy dengan wajah yang seperti menahan sakit.
"Lalu, kenapa kakimu gemetar seperti itu!? Jangan berbohong padaku! Kau sudah berjanji untuk tidak bohong padaku kan!?" Kata Diana dengan nada agak sedikit membentak
"Karena...aku tidak ingin terlihat lemah didepan kekasihku sendiri. Aku tidak ingin membuat kekasih ku menangis dan membentak ku seperti itu" kata Rendy
"Eh.....?" Diana terkejut mendengar perkataan Rendy yang baru saja ia ucapkan
__ADS_1
Rendy tiba-tiba menggenggam tangan Diana dan mendekatkan wajahnya pada Diana
"Akan aku lakukan apa saja untuk meyakinkan padamu kalau aku baik-baik saja!"
"Jangan berbohong! Aku tahu dari raut wajah mu saat ini! Kenapa kau tidak jujur saja padaku! Apapun yang kau lakukan untuk meyakinkanku kalau kau baik-baik saja, tetap saja raut wajah mu tak akan membohongi keadaan mu saat ini. Karena itu, aku mohon kau jujurlah padaku!" Kata Diana dengan nada membentak Rendy
"Kalau begitu, aku minta maaf ya" kata Rendy dengan nada bicara yang sudah semakin lemah
"Eh ..? Apa?"
Diana tiba-tiba terkejut ketika melihat wajah Rendy yang semakin pucat, dan akhirnya Rendy terjatuh dipundak Diana yang ada didepannya itu
"A....ada apa ini!? Rendy!!"
Sementara itu, seorang teman menghampiri rindy yang sedang piket menyiram tanaman disekolah. Namun sayangnya temannya tidak menyampaikan hal baik malah hal buruk yang terjadi pada Rendy saat ini
"Rendy!? A...ada apa dengannya saat ini!?"
"Rendy pingsan didepan ruang UKS.! Kakinya gemetar dan dia bilang kalau ia tidak bisa merasakan kakinya saat ini!"
"A....apa katamu!?"
Rindy pun langsung menjatuhkan keran yang ia pegang untuk menyiram tanaman dan langsung pergi ke UKS untuk melihat keadaan Rendy saat ini.
Sesampainya disana terlihat Rendy yang sudah bangun dari pingsannya dan sedang mengobrol biasa dengan Diana
"Wah, lihat Rendy! Didepan ada rindy."kata Diana
"Rindy? Untuk apa kau kesini? Kau tidak piket menyiram tanaman?" Tanya Rendy
"Ah... Jangan main-main rendy! Jangan seolah-olah aku baik-baik saja! Tadi itu kau pingsan kan didepan UKS!?"
__ADS_1
"Masa sih!?"
*KOK DIA LANGSUNG LUPA GITU AJA!? PADAHAL DIA PINGSAN DI BAHUKU TADI!!!!?* dalam hati Diana
"Jangan berbohong Rendy!!” bentak rindy yang mulai menangis dengan kepala yang sedikit menunduk
"Ke....kenapa kau menangis rindy!?" Tanya Rendy yang mulai heran melihat rindy menangis seperti itu.
"Sebenarnya a....aku tidak ingin menangis aku, hanya khawatir pada Rendy. Bagiku Rendy sudah menjadi satu-satunya orang yang sangat aku sayangi atau bahkan lebih. A...aku tidak ingin melihat Rendy sakit seperti ini, aku ingin melihat Rendy selalu tersenyum padaku. Bukan ke tempat tidur untuk melihat Rendy seperti ini." Kata Rindy sambil mengusap matanya yang mengeluarkan air mata itu.
Rendy perlahan mengusap pipi rindy untuk menghilangkan bekas air mata yang mengalir itu.
"Jangan membuang-buang air matamu begitu saja. Itu hanya membuang sisa tenaga mu hari ini. Tak usah menangis untukku. Aku baik-baik saja, aku akan menemani rindy sampai kapanpun itu. Aku akan ada disamping rindy" kata Rendy dengan suara lembut melihat kearah rindy yang menangis itu
*Suara Rendy terlihat lembut ya. Aku harap ini adalah sisi lembut Rendy yang sebenarnya* dalam hati Diana
"Hei! Diana?"
"I....iya ada apa Rendy?"
"Kau tidak cemburu kan? Kalau aku lebih mementingkan rindy ketimbang dirimu?"
"Lo ngomong apa sih? Ya jelas lah enggak!!"
"Oh, kalau begitu aku tidak perlu khawatir tentang dirimu"
"Eh....? Memangnya apa yang kau khawatirkan dariku!?"
"Tidak jadi ah"
"Ah.... kenapa kau tidak memberi tahuku!!?"
__ADS_1