Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 68: sudah waktunya


__ADS_3

"oh Ternyata kamu, Diana. Aku senang melihatmu dan mendengar suara mu. Bagaimana kabarmu hari ini? Aku harap kau baik-baik saja ya. Oh iya hari ini akan berakhir 2 jam lagi, kau jangan tidur malam-malam ya, aku tidak mau kau memiliki kantung mata diwajah mu. Perlahan aku akan menghilang, jadi sampai ketemu disana ya. Aku akan sabar menunggu. Dah....."


  "Kenapa mimpiku aneh sekali? Aku bertemu dengan Rendy, padahal ia sudah tidak ada kan? Jika aku ingin tahu, maka aku harus terbangun, ayo bangunlah!!!"


   Diana pun akhirnya terbangun dari tidurnya dan terkejut melihat senior Fahrul yang menunggunya sedang duduk dikursi sebelah kasurnya. "Apa kemarin malam, aku ketiduran?"


  "Akhirnya kamu bangun juga, Diana. Aku lelah menunggu mu semalaman"


  "J...jadi, aku benar ketiduran?"


  "Yah, kemarin saat kau menangis kamu tiba-tiba terjatuh. Aku pikir kau pingsan ternyata hanya tidur biasa"


  "Maaf senior fahrul, jadi menyusahkanmu"


  "Iya-iya tidak apa-apa"


  "Ah, aku lupa ...!!"


  "Ada apa lagi!?"


Diana tiba-tiba berlari keluar rumahnya dengan senior Fahrul yang menyusulnya dari belakang. "Sebenarnya dia mau kemana sih!?"


Dan ternyata diana berlari keluar rumah hanya untuk melihat proses pemakaman Rendy, dan sesampainya di sana ternyata semua orang sudah pergi dan hanya tersisa Rindy dan bibinya yang masih menunggu didepan makam Rendy

__ADS_1


  "Ternyata memang bukan mimpi, Rendy benar-benar pergi ya. Tapi, rasanya kemarin aku baru saja bertemu dengannya"


  "Jadi ini benar terjadi, aku pikir ini hanya candaan semata. Ternyata Rendy benar-benar pergi, aku tidak percaya ini" kata senior Fahrul yang sepertinya ingin menangis


  Diana pun segera menemui rindy dan bibinya di depan makam Rendy itu, dan mencoba menyemangati mereka. "Ini Diana, terimalah surat dari Rendy" kata Rindy sambil memberi surat itu


  "Surat untukku?"


  "Rendy ingin sekali kau membacanya. Dan dia berharap kamu bisa mengerti isinya"


  "Ah, terimakasih"


  "Ya, tidak apa-apa"


  "Aku bisa melihatnya, Rendy disana juga sedang mencoba menenangkan bibinya ternyata."


     ***


Tiga hari setelahnya.......


  Senior fahrul seperti biasa, berangkat sekolah dengan senior raka, dan melihat Diana yang juga berangkat sekolah dengan berjalan menundukkan kepalanya. "Hei, Raka! Apa kamu mau bicara dengan Diana?"


    "Eh? Kenapa harus aku?"

__ADS_1


    "Sejak kejadian kemarin, saat orang yang ia sukai meninggal. Diana selalu murung dan tidak lagi bermain basket di kelasnya."


  "Lalu?"


  "Tanyakan padanya, apa dia sudah makan atau belum dan tolong tanyakan bagaimana kabarnya"


  "Ogah!!"


  "Eh......kok jahat banget?"


  "Hanya kau yang bisa bicara lancar dengannya! Kau tanyakan sendiri saja sana!"


   *Menyebalkan*


  Dikelas, saat Diana merapihkan bukunya yang ada di tasnya. Tak sengaja ia menjatuhkan semua isi tasnya kebawah yang membuat semua bukunya tambah berantakan


   "Aduh.....jadi berantakan seperti ini...."


Diana Kembali merapikan bukunya itu dan melihat sebuah surat kecil yang sepertinya belum ia baca


  "Hah....? Surat apa ini?" Sambil membuka isi surat itu


  "Ternyata surat dari Rendy 3 hari yang lalu ya, aku belum membacanya. Aku lupa karena terus kepikiran tentang Rendy. Jam istirahat saja lah aku membacanya"kata Diana sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


  "Eh, tapi rasanya ada yang aneh disini. Tak ada yang memanggil ku, dan tidak ada yang mengajakku pergi ke kantin sebelum bel pertama. Sepi sekali, berbeda rasanya saat Rendy masih disini"


__ADS_2