
Sepulang dari ekskul......
Tak biasanya Rendy mengajak Rindy untuk pulang bersama. Yang membuat semua orang heran melihatnya
"Wah....tak biasanya Rendy mengajakku pulang bersama ya.... Memangnya saat ini kau sedang tidak sibuk?"
"Memangnya aku tak pernah pulang dengan mu?"
"Tidak juga. Tapi banyak juga yang bertanya kenapa aku tidak pulang bersama dengan saudara ku? Padahal mereka tinggal ditempat dan dirumah yang sama kan?"
"Oh....jadi begitu. maaf jarang pulang bersama mu ya "
"Tidak Apa apa. Dulu saat SMP kita juga pulang seperti ini kan? Aku ingat saat aku terjatuh dan tak bisa berjalan Rendy, menggendong ku hingga kerumah kan?"
"Sungguh? Kenapa aku tidak ingat?"
"Yah....bagiku itu hal yang paling kusukai saat berada disamping Rendy."
"Jadi ..kau mengharapkan aku pulang dengan mu ya?"
"Tidak. Selama ini aku selalu pulang dengan Karina. Tapi..akhir akhir ini aku jarang melihatnya "
"Aku jalan duluan ya."
"Eh....tunggu!!"
Keesokan harinya........
__ADS_1
"Belakangan akhir-akhir ini Rendy jadi sering mengawasi ku. Entah apa tujuan dia untuk mengawasi ku seperti ini tapi aku semakin risih." Eluh rindy sambil membaca sebuah buku yang ada dikelas fisika. Dan sepertinya Rendy sudah tak mengawasi Rindy sampai kelas fisika karena ada tugas yang harus ia kerjakan. Seorang lelaki bernama naufal yang duduk di kursi belakang, menghampiri rindy yang sedang duduk diam seperti itu.
"Hei....kau rindy saudara kembarnya Rendy kan?"
"I...iya memangnya kenapa?"
Naufal pun langsung memukul wajah Rindy hingga menabrak meja dan kursi yang ada disampingnya itu.
"Ada apa ini!?" Rindy meringis kesakitan sambil memegang pipi nya yang terluka itu
"Kau tahu!? Akibat ulah gila saudaramu itu, tubuhku jadi penuh luka memar karena dipukuli berkali kali olehnya!"
"Tidak mungkin! Rendy tidak mungkin melakukan hal itu!"
"Dia tidak akan melakukan hal itu padamu, tapi dia selalu melakukannya pada orang lain!"
"Ah.... CEREWET!!"
naufal pun kembali memukuli Rindy hingga ketua kelas dikelas itu memisahkan mereka.
Sepulang sekolah......
Saat itu Rendy baru saja pulang dari sekolah dan tak melihat Rindy ada diruang tamu saat itu juga.
__ADS_1
"Kenapa Rindy tidak ada?"
Rendy pun mengecek dikamar nya dan melihat rindy yang sedang tidur dengan selimut yang menutupi wajahnya.
"Rindy!? Apa kau sudah tidur?"
"Oh ....Rendy kau sudah pulang ya. Aku sudah menyiapkan makanan dimeja. Jika kau mau makan, makan saja aku tidak nafsu makan sekarang." Jawab rindy dengan selimut yang masih menutupi wajahnya itu
"Kenapa kau menutupi wajahmu dengan selimut itu?"
"Tidak apa apa aku senang seperti ini."
"Kau tak seperti biasanya rindy."
Rendy pun mencoba membuka selimut itu, tetapi rindy melawan untuk tidak memperlihatkan wajahnya pada Rendy. Dan akhirnya selimut itu terbuka dan terkejutnya Rendy melihat wajah rindy penuh dengan luka memar dan diseluruh tubuhnya itu
"Kenapa kau bisa seperti ini rindy!?"
"Tidak apa apa Rendy."
"APA MAKSUDMU TIDAK APA APA!? SUDAH JELAS KAU TADI DIPUKULI OLEH ORANG ITU KAN!?" Rendy tiba-tiba membentak Rindy yang hanya diam saat itu
"Kenapa kau membentak ku!? Padahal semua ini sudah jelas salahmu kan!?"
"Salah ku!?"
"Semua orang bilang kalau kau sering memukuli orang orang kan!?, Padahal kau yang melakukannya tetapi aku yang menjadi bahan kemarahan mereka. APA KAU TIDAK KASIHAN PADAKU!?" Rindy menangis setelah mengatakan hal itu dan membentak Rendy
"Rindy..."
"Maaf Rendy, aku membentak mu aku tidak sengaja. Maaf, maaf " sambil mengusap air matanya yang terus menetes itu.
"Tidak ..harusnya aku yang meminta maaf padamu rindy. Maaf ya telah melibatkan mu dalam hal ini."
__ADS_1