
Keesokan harinya,bibinya akhirnya datang kerumah mereka untuk menghibur mereka berdua.
"Bibi juga turut bersedih,atas sepeninggal ibu kalian. Setelah semua itu terjadi apa yang akan kalian lakukan setelah ini?"
"Aku dan Rendy, juga tidak tahu harus melakukan apa."
Rendy masih terdiam dan tak mau bicara dengan siapa-siapa saat itu dan malah pergi ke kamarnya.
"Sepertinya Rendy yang paling tertekan ya. Kau harus menghiburnya rindy agar dia kembali seperti dulu lagi."
"Aku rasa, Rendy sedang tidak mau dihibur bibi"
"Bilang pada Rendy, bibi yang akan memenuhi kebutuhan kalian. Bibi janji tenang saja.
"Ya. Terimakasih bibi."
Sementara itu,mendengar ibu Rendy dan Rindy yang meninggal itu. Diana pun mencoba menelfon Rendy untuk melihat apakah dia baik baik saja. Akan tetapi sudah di telfon berkali-kali Rendy tetap saja tak mau menjawabnya padahal sudah terlihat jelas ponselnya yang tergeletak didepannya,akan tetapi ia tetap tak menghiraukan hal itu.
"Rendy sama sekali tak menjawab telepon dariku. Kira-kira apa yang sedang ia dan Rindy lakukan ya?"
Senior Fahrul yang melihat diana hanya diam saja berdiri dilorong kelas langsung memegang pundaknya dan memberitahu beberapa hal yang penting.
"Diana!? Kenapa kau berdiri sendiri disini?"
"Ah,senior fahrul. Tidak apa-apa kok, tak ada yang terjadi"
"3 hari lagi pekan olahraga akan dimulai. Apa kau sudah mempersiapkan untuk 3 hari kedepan?"
"Eh,s...soal itu..aku..."
"Semenjak kau mengenal Rendy, kau jadi sering membolos latihan. Dan sifat mu juga banyak yang berubah"
"A...aku tak mengerti. Memangnya apa yang berubah dariku?"
__ADS_1
Tiba-tiba senior Fahrul menatapnya dengan tatapan serius menatap Diana. "Apa yang Rendy lakukan padamu hingga kau semakin menjauh dariku? Apa kau saat ini sedang benar-benar menyukai Rendy?" Diana tak percaya dengan apa yang ia dengar dari senior fahrul itu dan hanya bisa terdiam saja.
"Kenapa hanya diam saja?"
"Senior, aku bingung harus menjawab apa. Tak ada orang yang aku sukai saat ini."
"Kalau begitu baiklah."
"Ya,senior"
"Oh iya. Kudengar perlombaan basket tidak akan dilaksanakan di SMA Bhakti permata, akan tetapi dilaksanakan disini"
"D...disini? L... lalu bagaimana dengan lomba yang lain?"
"Mata lomba baseball dan voli yang akan dilaksanakan disana. Entah apa yang mereka pikirkan saat ini. Tapi kau harus mematuhi peraturannya"
"I..iya baiklah" wajah Diana terlihat senang mendengar hal itu. Karena akhirnya ia bisa menunjukan kebolehannya dalam perlombaan basket nanti
"Kenapa wajahmu terlihat senang seperti itu?"
"Ada yang kau sembunyikan dariku ya?"
"J. Jangan berpikir seperti itu! Memangnya apa yang harus aku sembunyikan?"
"Tapi, kenapa aku melihatmu seperti ada yang kau sembunyikan dariku?"
"Tidak kok. Aku yakin tidak ada yang aku rahasiakan dari sini"
"Iya baiklah. Aku pergi dulu ada banyak hal yang harus kulakukan"
"I...iya baiklah"
Sepulang sekolah, Karina memutuskan untuk pergi kerumah rindy dan Rendy. Hal yang sama juga dilakukan oleh Diana yang juga ingin pergi kerumah mereka.Diana dan Karina bertemu di suatu persimpangan jalan menuju rumah Rendy dan Rindy.
__ADS_1
"Eh? Karina? Apa kau juga mau pergi kerumah Rendy?"
"Ya. Kudengar ibu mereka baru saja meninggal jadi aku memutuskan untuk pergi kerumah mereka."
"Jadi begitu"
"Mau jalan bersama ku?"
"I..iya"
Mereka pun akhirnya berjalan bersama dan saling berbincang disepanjang jalan menuju rumah Rendy dan Rindy.
"Yang aku lihat di hari-hari seperti ini, kulihat kau semakin akrab dengan Rendy, apa kalian memiliki hubungan?"
"E ..eh? Apa yang kau katakan Karina? A....aku sama sekali tak memiliki hubungan dengan Rendy kok."
"Jujur saja. Aku tahu itu, aku sudah mengenal Rendy dan Rindy sejak SD jadi aku tahu sifat-sifat asli mereka"
"......."
"Rendy orang yang tak mudah dekat dengan orang lain, tapi aku heran padamu. Kenapa kau bisa sedekat itu dengan Rendy?"
"Soal itu, aku tidak tahu, sebenarnya siapa yang lebih dahulu mencoba untuk dekat? Apa mungkin aku yang ingin mendekatinya atau Rendy yang mencoba mendekati ku. Aku masih belum tahu itu."
"Aku yakin, Rendy yang mencoba mendekati mu."
"Eh...? T...tidak mungkin dia yang mencoba mendekati ku. Ah .. ada-ada saja"
"Tidak. Aku tidak bercanda. Aku rasa Rendy benar-benar menyukai mu saat ini. Rendy dulu adalah orang yang tak mau dekat dengan orang lain apalagi akrab dengan orang lain. Dan juga ia tak pernah mau berteman dengan orang lain. Baginya rindy sebagai temannya itu sudah cukup dan ia tak ingin yang lain. Tapi semenjak kau dekat dengan Rendy, sikapnya berubah drastis. Dia menjadi orang yang mudah dimengerti. Padahal dia selalu merasa kalau ia tak pernah dimengerti orang lain. Aku kagum pada mu Diana."
Mendengar apa yang Karina katakan tadi membuat Diana senang dan tersenyum padanya. "Terimakasih Karina."
__ADS_1