Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 40: Perasaan suka?


__ADS_3

Keesokan harinya, Diana dan Karina menjenguk rindy. Dan dijalan yang sama dan arah yang sama, mereka bertemu. Keduanya saling membawa bingkisan kecil untuk rindy


"Eh? Karina, mau Kemana?"


"Aku ingin menjenguk rindy dirumah sakit. Apa kau juga ingin menjenguk rindy dirumah sakit?"


"I..iya aku juga sudah membawa bingkisan kecil untuknya"


"Mau jalan bersama?"


 


 


Karina dan Diana akhirnya berjalan kerumah sakit bersama. Dan sesampainya dirumah sakit, mereka sudah melihat senior Reyvin yang sudah duduk bicara dengan rindy


"Wah, sepertinya temanmu datang untuk menjenguk mu Rindy" kata senior Reyvin yang terkejut melihat Karina dan Diana datang untuk menjenguk rindy


"Wah, terimakasih ya Karina dan Diana telah repot-repot mau menjenguk ku. Terimakasih ya"


"Yah, tidak apa-apa kok rindy" kata Karina sambil meletakkan bingkisan itu dimeja yang ada didepannya


"Kalau begitu aku pulang dulu ya rindy. Ada yang harus aku kerjakan disekolah"


"Iya, senior dan terimakasih mau menjagaku semalaman ya"


"Ya, tidak masalah"


Senior Reyvin pun pergi keluar dari kamar itu dan menutup pintunya.


"Mana Rendy? Kenapa dia tidak ada disini?" Tanya Diana dengan rasa penasaran


"Oh, Rendy. Tadi malam dia bilang dia ingin pulang sebentar untuk mengambil sesuatu. Tapi entah kenapa hingga saat ini dia masih belum kembali"


 


 


Saat perjalanan kerumah sakit untuk kembali menemui rindy disana. Disebuah persimpangan jalan, Rendy melihat Lita yang berdiri bersandar disebuah tembok rumah disana.


"Lita? Kenapa kau disini?"


"Aku tahu kau akan melewati jalan yang sama, jadi aku menunggu mu disini"


"Untuk apa?"

__ADS_1


"Semenjak kau masuk SMA itu, kau banyak berubah. Aku penasaran apa yang telah mengubah mu hingga saat ini?"


"Aku tidak mengerti, apa maksudmu?"


"Apa kau sedang menyukai seseorang yang menurut mu berharga?"


"Memangnya kau tahu apa tentang ku?"


"Apa? T...tentu saja aku tahu semua tentang mu!"


"Memangnya apa saja yang kau tahu tentang ku?"


Setelah itu Lita hanya bisa terdiam dan mendengar Rendy yang berbicara terus dihadapannya


"Iya kan? Kau memang tidak tahu banyak tentang ku. Meskipun kau tahu dan menyebutkannya, kau pasti akan salah nantinya mengenai diriku. Jadi jangan sok tahu tentang diriku"


"Bukan aku yang sok tahu tapi, kau yang tak ingin dimengerti oleh orang lain kan?! Jujur saja aku memang tidak mengerti tentang dirimu tapi setidaknya terbukalah untukku."


"Maaf, saat ini aku sedang terburu-buru. Jadi maaf ya aku tidak punya waktu lagi untuk bicara denganmu. Jadi selamat tinggal!"


 


 


Rendy pun pergi meninggalkan Lita sendirian disana. Lita yang masih ada disana hanya bisa terdiam dan menangis memikirkan apa yang Rendy bicarakan itu


 


 


  Setelah sampai di rumah sakit, Rendy melihat Diana dan Karina sedang mengobrol dengan rindy dikamarnya.


"Ramai sekali," kata Rendy dengan masih berdiri didepan pintu masuk


"Wah,Rendy kau darimana saja?" Tanya rindy sambil memakan makanan dari Karina saat itu.


"Aku menggangu ya? Jika aku menganggu aku akan pergi"


Rendy kembali menutup pintu dan keluar dari kamar rindy. Melihat itu semua Diana berlari kearah Rendy dan menarik tangannya


"Ada apa Diana?"


"Eh.....eummmm a...apa ya...? T...tangan ku....bergerak s....sendiri hehe"


"Masa sih? Lalu kenapa wajahmu merah seperti itu?"

__ADS_1


"T...tidak mungkin!!!!"


Diana pun langsung menutup wajahnya dan menunduk menjauhi rindy. Melihat sikap Diana yang tak seperti biasanya Rendy mulai curiga kalau Diana menyukainya


"Sikapmu hari ini aneh Diana. Apa kau menyukai ku?"


Mendengar ucapan Rendy yang seperti itu membuat rindy dan Karina yang mendengarnya merasa terkejut dengan ucapan Rendy itu. Dan membuat rindy yang sedang makan itu tersedak.


"A... apa itu benar Diana!? K...kau menyukai Rendy?" Tanya rindy dengan heran


"Heh....?"


"Sudah aku duga!! Kau pasti menyukai Rendy kan!?" Tiba-tiba Karina ngegas.


"Apa yang kalian katakan sih!? Aku dan Rendy kan hanya sebatas teman saja dan tidak lebih!!! Kenapa kalian curiga kalau aku menyukai Rendy beneran!!?" Diana bales ngegas


"Eh? Jadi kau dan Rendy hanya berteman?" Karina heran mendengar hal itu


"Aaaahhhh sudah ah aku menyerah menghadapi mereka"Diana membuka pintu dan keluar dari kamar itu.


"Mau kemana kau? Kenapa terburu-buru? Aku kan baru datang kesini" tanya Rendy sambil menahan Diana yang ingin keluar dari kamar itu. Namun setelah Rendy menanyakan hal itu, Diana malah melihat kearah rindy dan pamit untuk pulang


"Maaf Rindy! Aku pulang ya. Ibuku meminta bantuan ku untuk membantunya menjaga toko "


"Oh iya baiklah. Tidak apa-apa Diana"


"Kenapa aku merasa dicuekin ya?" Dalam hati Rendy sambil melihat curiga kearah Diana


"Minggir Lo!" Kata Diana sambil menarik tangan Rendy yang menahan tangannya


"Eh? Kenapa jadi kayak gini?" Tanya Rendy dengan heran


Diana pun akhirnya pergi dari kamar itu, dan baru saja beberapa langkah, Diana menoleh ke arah Rendy dan mengatakan sesuatu


"Maaf ya Rendy. Tadi aku berbohong"


"Heh? Berbohong?"


Setelah Diana pergi Rendy semakin penasaran tentang apa yang Diana katakan tadi


"Kira-kira dia berbohong tentang apa ya? Aku penasaran"


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2