Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 49: Perasaan yang nyata


__ADS_3

Keesokan harinya, di jam pelajaran kelima. Rendy tiba-tiba mulai merasa pusing dan jalan tak beraturan. Akhirnya salah satu temannya membawanya ke UKS, agar Rendy bisa beristirahat disana.


"Hari ini, kenapa aku merasa tidak enak badan ya? Padahal kemarin aku baik-baik saja. Ah....aku bawa tidur saja lah" kata Rendy


Rendy pun tertidur tak lama kemudian. Senior Fahrul membuka pintu UKS untuk mengambil obat dan melihat Rendy tertidur di kasur UKS.


"Huh.. padahal ini sudah masuk jam terakhir pelajaran, tapi dia malah tidur disini. Aku bahkan membayangkan jika kau berada diposisi Diana saat ini, mungkin kamu pasti akan menangis kan?" Kata senior Fahrul


Setelah senior Fahrul mengambil obat, ponsel Rendy yang ia letakkan di atas meja berdering. Setelah senior Fahrul lihat ternyata hanya pesan singkat dari Diana.


"Rupanya ini pesan dari Diana. Sepertinya hari ini Diana akan pulang dari rumah sakit. Dia meminta Rendy untuk menjemputnya ya. Kenapa kau sangat mempercayai Rendy?"


  Senior Fahrul pun membalas pesan SMS dari Diana. Senior Fahrul membalas "maaf hari ini aku lumayan sibuk" setelah Diana membalas "iya tidak apa-apa" senior fahrul langsung menghapus pesan SMS dari Diana sebelumnya dan jawaban dari senior Fahrul


"Mungkin kali ini, aku yang akan menang Rendy! Huh...."


Sepulang sekolah, senior Fahrul dengan terburu-buru pergi kerumah sakit sebelum Rendy menyusulnya.


Sementara itu, disepanjang jam pelajaran terakhir Rendy terus beristirahat di UKS. Rindy yang baru saja turun dari tangga, sedikit terkejut melihat Rendy yang baru saja keluar dari UKS


"Eh? Rendy? Selama jam pelajaran terakhir kau di UKS saja?"


"ng.....? Memangnya kenapa?"


"Aku pikir kau sudah pergi kerumah sakit untuk menjemput Diana"


"Hah? Memangnya Diana bilang begitu!? Kenapa tidak memberi tahuku dari awal!?" Tanya Rendy dengan rasa terkejut dan wajah yang khawatir

__ADS_1


"Tapi, Diana bilang kalau ia sudah memberi tahu mu kalau ia akan pulang hari ini"


"Lalu!?"


"Diana ingin kau yang menjemputnya pulang!"


"Cih! Kalau begitu bilang padanya aku akan segera kesana!" Rendy langsung berlari pergi kerumah sakit untuk menemui Diana disana


"Rendy!! Tunggu!!"


Rindy pun akhirnya mengikuti langkah Rendy dari belakang. Sesampainya di stasiun kereta, ternyata kereta yang menuju rumah sakit baru saja pergi dan mereka harus menunggu 1 jam lagi.


"Kereta berikutnya baru akan datang 1jam lagi!? Itu terlalu lama!!" Kata Rendy dengan wajah yang mulai emosi


"Sepertinya kita harus menunggu kereta berikutnya Rendy"


"ng. . ...? Apa yang mau kamu lakukan?"


"Tunggulah kereta menuju rumah sakit. Aku akan berjalan kesana"


Rendy pun akhirnya berlari keluar dari stasiun kereta itu menuju rumah sakit.


"Eh......!? Rendy tunggu!!"


"Jangan ikuti aku!!"


Rindy pun akhirnya menunggu kereta berikutnya, dan Rendy memutuskan untuk berlari menuju rumah sakit untuk menemui Diana disana

__ADS_1


"Diana!! Tunggulah!"


Dan Rendy berhasil pergi kerumah sakit dengan berlari selama 45 menit. Didepannya sudah terlihat Diana dan senior Fahrul yang sedang berjalan beriringan disana


"Diana? Kau pulang dengan senior Fahrul?"


"Lho? Rendy? Kenapa kau disini?. Kau bilang kalau kau hari ini lumayan sibuk kan?" Tanya Diana sambil memegang tangan senior Fahrul


"A..... Aku tidak bilang seperti itu. Sungguh aku tidak bicara seperti itu!"


"Tidak apa-apa kok Rendy. Kamu adalah ketua tim sepakbola. Jadi, menurutku wajar jika Rendy belakangan ini sangat sibuk" kata Diana


Tidak percaya Diana akan mengatakan hal itu padanya,Rendy hanya terdiam melihat itu semua. Dan akhirnya Diana dan senior Fahrul berjalan pulang berdua tanpa melihat kearah Rendy. Dan diwaktu bersamaan rindy datang dan terkejut melihat apa yang ia lihat saat ini.


*Aku tidak percaya, Diana meninggalkan Rendy begitu saja* dalam hati Rindy yang langsung menghampiri Rendy yang masih terdiam disana


  Di persimpangan jalan, diana mulai memikirkan apa yang ia katakan tadi pada Rendy. Ia mulai merasa kalau ia hanya memikirkan diri sendiri dan tidak memikirkan perasaan Rendy yang sudah datang menghampirinya dirumah sakit meskipun agak telat


"Hei, senior Fahrul!"


"Ada apa Diana?"


"Apa perkataan ku tadi, itu terlalu menyakitkan untuk Rendy dengar saat itu. Aku sempat kepikiran kalau aku juga harus mengerti tentang Rendy, tapi sepertinya ini tak seperti yang aku bayangkan"


"Kenapa kau masih mengejar Rendy yang belum tentu dia menyukaimu juga?"


"M...maksud senior?"

__ADS_1


"Apa tidak cukupkah aku menemanimu di hari-hari seperti ini? Aku penasaran sebenarnya kau menganggap diriku ini apa?" Diana hanya terdiam dan memandangi wajah senior yang terlihat serius dengan pertanyaannya.


__ADS_2