Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 28: Babak awal


__ADS_3

Akhirnya semua masalah sudah terselesaikan. Hasil dari rapat itu ditempel di papan informasi yang ada didepan ruang guru. Diana yang mendengar keputusan itu langsung pergi melihat hasil rapat kemarin. Dan disana bertuliskan


' hasil rapat tanggal 4 Oktober 2019


Pekan olahraga yang akan diadakan pada tanggal 10 Oktober mendatang, melalui rapat kemarin menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:


1. Pekan olahraga pada tanggal 10 Oktober mendatang akan melombakan beberapa cabang olahraga antara lain;


1. Sepakbola


2. Lomba lari maraton(cabang atletik)


3. Voli


4. Basket


5. Baseball


6. Tennis


7. Lompat tinggi (cabang atletik)


 


 


  2. Sebagian mata lomba,akan diadakan disekolah SMA Bhakti permata. Yaitu mata lomba basket yang akan dilombakan pada pukul 09:00 pagi sampai selesai.


3. Lomba voli putri dan voli putra juga akan dilombakan di SMA Bhakti permata pada pukul 10;00 pagi sampai selesai.


4. Pemenang akan mendapatkan sebuah piala dan sertifikat untuk setiap mata lomba.


 


 


Demikian surat hasil rapat ini, sekian dan terimakasih.


 


 


Tertanda


Kepala sekolah SMA 14'

__ADS_1


 


 


    Diana begitu terkejut melihat hasil rapat kemarin. "Ternyata aku dan Rendy tidak ada dalam satu tempat ya. Sayang sekali, padahal aku ingin Rendy melihat aksi ku saat dilapangan. Ternyata tidak kesampaian ya"


Tiba-tiba Rendy menyela orang-orang dan melihat pengumuman itu disamping Diana


"Jadi,mata lomba sepakbola tetap diadakan disekolah ini ya. Sepertinya rindy juga sama. Bagaimana dengan mu Diana?"


"Ah, sepertinya mata lomba basket akan diadakan disekolah lain. Dan tidak disini."


"Oh, jadi begitu. Aku pikir kita bertiga akan lomba ditempat yang sama."


"Eh...? Bertiga?"


Rendy menoleh kearah Diana dan tersenyum padanya. Sikap Rendy berubah 180 derajat setelah bertemu dengan orang-orang yang mau dekat dengannya. Senyumnya setiap hari semakin lembut seiring berjalannya waktu. Aku penasaran sebenarnya apa yang dia lihat sampai berubah seperti ini? Dalam hati diana,yang heran melihat perubahan Rendy.


Sepulang sekolah,Diana melihat Rendy yang pulang sendirian, tidak bersama dengan rindy disampingnya. "Tidak biasanya Rendy pulang sendirian. Memangnya dimana rindy?" Tanya Diana dengan penuh rasa heran dipikirannya itu. Rendy pun menoleh kearah Diana dan menyapanya. Akhirnya mereka pun berjalan bersama di sepanjang perjalanan pulang.


"Tidak biasanya kau pulang tidak dengan rindy. Memangnya kemana dia?"


"Ntahlah. Dia bilang dia akan latihan baseball dengan seniornya. Mungkin dia akan pulang telat nanti."


"Tidak! Aku kan ketua dari klub sepakbola jadi terserah padaku jika aku ingin pulang atau tidak."


"Lalu bagaimana dengan anak buah mu yang lain?"


"Mereka aku suruh pulang bagi yang merasa sudah bisa memainkannya untuk pekan olahraga nanti "


*Mulai aneh nih orang.


"Diana!!"


"I..iya ada apa?"


"Apa menurut mu ada yang berubah dari sifat ku?"


"Eh, eum....soal itu sepertinya iya."


"Mereka bilang, tidak seperti biasanya aku bertingkah seperti ini dan biasanya aku seperti itu. Aku sendiri bingung sebenarnya apa yang berubah dariku?"


"Saat ini Rendy telah menjadi orang yang sangat baik. Rendy yang sekarang lebih banyak tersenyum pada orang-orang.dan Aku yakin mereka berfikir seperti itu."


"Sungguh? Memangnya aku sampai sejauh itu."

__ADS_1


"Senang melihat Rendy yang seperti ini."


"Tapi aku merasa tidak senang atas perubahan ku saat ini."


"Kenapa?"


Wajah Rendy seketika menjadi suram dan berjalan mendahului Diana. "Apa Rendy kembali marah padaku?" Tanya Diana dengan heran sambil memandangi Rendy yang berjalan didepannya. Namun saat Rendy berjalan didepannya, terlihat seperti ada orang yang menelfonnya. Rendy terlihat begitu terkejut ketika mendengarnya dan langsung berlari tergesa-gesa pulang kerumahnya. Diana yang melihat tingkah Rendy yang seperti itu juga membuatnya terkejut penasaran dengan apa yang terjadi. Dan tak lama setelah itu, dibelakang Diana juga terlihat rindy yang berlari tergesa-gesa pulang kerumahnya. Diana pun menarik tangan rindy yang sedang berlari itu dan menanyakan beberapa hal


"Rindy!! Kenapa kau berlari seperti itu?"


"Ah, kebetulan sekali. Diana apa kau melihat Rendy?"


"Ya. baru saja dia berlari pulang. Memangnya ada apa?"


"Ibu kami mengalami kecelakaan ditempat kerjanya."


"Kecelakaan?" Diana begitu terkejut ketika rindy mengatakan hal itu, dan langsung melepas genggaman tangannya.


"Maaf Diana. Aku tak bisa menjelaskannya lebih jelas. Aku sedang terburu-buru. Maaf."


"Ya. Tidak apa-apa"


Rindy pun kembali berlari pulang kerumahnya. Dengan perasaan yang masih terkejut mendengar apa yang ia dengar tadi, Diana masih memikirkan apa yang terjadi pada ibu mereka ditempat kerjanya itu.


"Semoga saja ibu mereka tidak apa-apa."


Sementara itu, ibu Rendy dan Rindy sudah dilarikan kerumah sakit. Rendy dan Rindy pun akhirnya menyusul kerumah sakit. Ibunya mengalami luka di bagian kepala dan kakinya. Namun sayangnya setelah dokter meriksanya kondisi ibunya tak kunjung membaik ditambah dengan penyakit batuk disertai darah, akhirnya dokter pun mengakhiri pengobatannya dan menyatakan jika ibunya telah sekarat. Mendengar hal itu, Rendy menjadi sangat terpukul dan langsung menemui ibunya di kamarnya. Saat itu kondisi ibu sedang sekarat nafasnya juga terlihat pendek. Begitu melihat Rendy yang berdiri disamping kasurnya,ibu langsung menggenggam tangan Rendy dengan sisa tenaganya hari ini. Dengan nada agak terbata-bata ia menangis dan berkata pada Rendy


"Ibu ingin melihat wajah Rendy anak ibu untuk sekali ini saja. R...Rendy jagalah dirimu baik-baik. Mungkin I....ibu akan terus melihatmu dari alam lain sana. J...jangan lupa, k...kau harus makan banyak 3 kali sehari."


"Ya ibu... Aku janji. Pada ibu"


"Dan juga rindy. I...ibu tak akan pernah m...mengakui mu s...sebagai anak ku sendiri. I....ingat itu baik-baik."


Mendengar perkataan dari ibunya, rindy pun melepas genggaman tangannya yang menggenggam tangan ibunya, dan pergi dari kamar itu


Pukul 20;30 malam, akhirnya ibu Rendy dan Rindy menghembuskan nafas terakhirnya yang disaksikan oleh Rendy dengan bibinya. Diantara Rendy dengan rindy sepertinya yang paling tertekan adalah Rendy. Ia bahkan tak ingin bicara pada orang-orang disekitarnya.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2