Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 21: Maaf dari diana


__ADS_3

Malam harinya, Diana langsung menelpon rindy, untuk meminta maaf karena belum menjenguknya saat ia dirumah sakit. Dirumah,ketika ponsel rindy berdering di kamarnya, rindy masih terlelap dan tak ada yang menjawabnya. Dan akhirnya Rendy pun yang mengangkat telepon Diana. Diana terkejut mendengar suara Rendy yang menjawab telepon nya itu.


"Ya, halo ada apa Diana. Menelfon malam malam?”


"Eh ...? Kenapa Rendy yang menjawab telepon ku?"


"Rindy sedang tidur, jadi jangan ganggu ya."


"Jadi rindy sedang tidur ya."


"Telfonnya kututup ya."


"Eh..j..jangan!"


"Memangnya kenapa?"


"Sebenarnya aku tidak bisa tidur sekarang."


"Lalu?"


"Eh.... Ajak bicara aku sampai aku tidur."


"Untuk apa?"


"Bukan apa-apa sih. Tapi, aku ingin berbicara dengan Rendy."


"Ya. Baiklah apa yang mau kau bicarakan?"


"Tadinya, aku ingin meminta maaf pada rindy karena tak sempat menjenguknya. Karena itu tolong sampaikan permintaan maaf ku ya."


"Lalu, sudah itu saja?"

__ADS_1


"I..iya. hanya itu saja."


"Baiklah aku akan menutupnya."


"Ya. Dan maaf ya telah mengganggu waktu mu."


"Iya iya tidak apa-apa."


Rendy pun menutup teleponnya. Wajah Diana tiba-tiba menjadi lesu,dan terlihat sedih memikirkan Rendy yang banyak berubah. Diana mulai merasa kalau dia sekarang ini merasa lebih jauh dari Rendy. Dan merasa kalau ia harus mencari orang lain lagi.


"Rasanya, Rendy menjadi sangat jauh dariku semenjak dia di skors dalam waktu seminggu. Aku rasa senior Fahrul benar, tak ada gunanya memikirkan seseorang jika dia tak memikirkan mu. Mungkin lebih baik aku melupakannya."


 


 


    Seminggu kemudian......


 


 


"Jadi, Rendy sudah masuk sekolah ya. Lalu apa yang dia lakukan disana?"


Dalam hati Diana yang melihat Rendy didepannya. Ketika Rendy melihat kearah Diana, Diana pun tiba-tiba masuk kekelas nya dengan tergesa-gesa seakan akan tak ingin dilihat oleh Rendy.


"Bukankah itu Diana? Kenapa dia tergesa-gesa seperti itu?"


 


 

__ADS_1


    Jam istirahat pertama ........


 


 


Risa yang duduk di samping Diana merasa heran melihat Diana yang belakang ini sering melamun melihat kearah jendela luar.


"Belakangan ini aku sering melihat mu melamun melihat kearah luar jendela. Ada apa dengan mu? Apa kau sedang memikirkan sesuatu?"


"Tidak, Risa, aku baik baik saja."


"Apa kau sedang memikirkan Rendy? Banyak yang bilang kau selalu bercerita tentang nya."


"Aku sedang tak memikirkan apa-apa sekarang. Aku ingin ke toilet sebentar."


Diana pun beranjak pergi dari tempat duduknya dan pergi ke toilet sekolah. Dan ketika berjalan dilorong lorong kelas ia melihat Rendy yang sedang memberi makan kucing liar disana. Namun kucing itu tiba-tiba pergi ketika melihat Diana yang berhenti jauh didepannya itu. Rendy pun heran melihat kucing yang tiba-tiba pergi itu dan melihat kebelakang dan jauh didepannya terlihat Diana yang berhenti disana.


Diana hanya diam saja dan mengalihkan pandangannya kearah yang lain dan tak ingin bicara pada Rendy yang sekarang. Rendy pun menghampiri nya dan memberikan sekantung coklat kecil yang ada didalamnya. Dan diatasnya bertuliskan "maaf untuk yang kemarin" Diana heran melihat Rendy yang memberikan sekantung coklat itu dengan senyum diwajahnya itu


"Apa ini?"


"Permintaan maaf dariku. Karena belakangan ini aku jadi sering mengabaikan mu. Padahal rindy memperkenalkan temannya padaku tapi aku malah menjauh darinya. Pasti menurutmu aku ini egois sekali ya "


Sambil menerima coklat itu, Diana menunduk dan menangis dengan wajah yang memerah itu.


"Yah, kau benar kau itu egois!, Tidak tahu perasaan temanmu sekarang, hanya memikirkan diri sendiri."


Seperti buket bunga yang hampir kering. Aku suka saat Rendy bicara padaku seperti itu. Suara lembut aslinya meresap kedalam tubuhku. Aku harap kau lebih dan lebih menyadari. Apa kau tahu perasaan ini Rendy?. Aku menaruh perasaan yang tak bisa kutahan. Sedikit meregangkan badan dan mencoba melihat wajahmu dari samping.


 

__ADS_1


 


__ADS_2