Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 55: Pulang kerumah


__ADS_3

Sepulang sekolah, senior fahrul berencana ingin pulang bersama diana dan sedang menunggu didepan sekolah. Namun bukan diana yang senior temui, malah vania yang menyapa senior fahrul


   "Wah..... ada kak fahrul. Kakak sedang menunggu siapa?"


   *kenapa malah dia sih. Yang aku temui!?* dalam hati senior fahrul yang kesal


   "Kak fahrul sedang menunggu diana kan? Aku tahu itu dari cara kak fahrul melihat diana"


   "Tidak kok. Aku sama sekali tidak menunggu siapa-siapa!"


   "Lalu kenapa kak fahrul masih ada disini?"


   "Aku baru saja mau pulang!!"


   "Kalau begitu, kak fahrul! pulang bersamaku ya."


   *Enggak ah. Males banget pulang sama adek kelas yang pendek kayak gini. Bisa-bisa aku akan dicurigai ayah dari orang ini* dalam hati senior fahrul


Dan akhirnya senior fahrul terpaksa tidak jadi pulang bersama diana dan malah pulang bersama vania. Disepanjang jalan, senior fahrul terus menjauh dari vania. Melihat senior fahrul yang bersikap aneh dengannya, membuat vania semakin penasaran dengan senior fahrul.


   *kenapa kak fahrul selalu menjauh dari ku?  Apa menurutnya aku ini jelek?* dalam hati vania yang terus melihat senior fahrul yang terus menjauh darinya


  "Hei.... kak fahrul!"


  "Heh? Apa?"


  "Senior fahrul tahu tidak. Tadi aku melihat orang-orang berjalan dengan bergandengan tangan"


  "Lalu?"


  "Dan yang tidak aku mengerti, kenapa saat aku melihat mereka berada di persimpangan jalan. Mereka melepaskan genggaman tangan mereka, dan pergi dalam keadaan marah berjalan kearah yang berlawanan. Menurut kak fahrul itu apa maksudnya ya?"


  "Eum....soal itu aku tidak tahu."

__ADS_1


  "Apa kakak pernah bergandengan tangan dengan orang yang kakak sukai?"


Mendengar pertanyaan dari vania membuat senior fahrul terkejut dan bingung harus menjawab apa


  "Lho? Kenapa kakak diam saja?"


  "Aku lupa, kapan dan dengan siapa aku bergandengan tangan dengan orang yang aku suka. Aku tidak pernah tahu, siapa yang aku sukai saat ini"


  "Oh, jadi begitu. Tapi... yang aku lihat tadi itu, kak fahrul sepertinya menyukai diana."


  "Apa maksudnya!?"


 "Yah... kalau soal itu, cobalah kak fahrul datang kerumahnya dan tanyakan pada diana. Apakah dia juga menyukai kak fahrul?"


Sementara itu, rendy sudah pulang dan sampai dirumah. Terlihat bibinya sedang memasak makanan untuknya dan juga rindy. Melihat rendy yang sudah pulang, bibi menyambut rendy dengan ramah lembut.


  "Rendy? Kau sudah pulang ya, mana rindy?"


  "Belum. Apa rindy hari ini ada jam pelajaran tambahan?"


  "Tidak. Sepertinya rindy sedang ada ekskul hari ini."


  "Jadi begitu ya"


  "Maaf. Bibi aku ingin kekamar ku, untuk istirahat sebentar"


  "Kalau begitu baiklah, tapi jangan lupa makan ya"


 "Iya"


Tak lama kemudian, rindy akhirnya pulang dan kumpul bersama dengan bibi untuk makan malam.


  "Eh? Mana rendy?"

__ADS_1


  "Rendy sedang beristirahat dikamarnya. Tolong panggilkan dia rindy"


  "Iya bibi"


Rindy pun mengetuk pintu kamar rendy namun tak ada jawaban sama sekali. Karena tak kunjung dibuka, akhirnya rindy membuka pintu kamar rendy. Dan betapa terkejutnya rindy melihat rendy yang pingsan didepan pintu kamarnya.


  "Rendy!!"


Melihat rindy yang memangku rendy yang pingsan itu, membuat bibi panik dan langsung memeluk rendy


  "Kenapa seperti ini!? Rindy! Cepat panggil dokter sekarang!"


  "I...iya ibu"


Rindy pun bergegas menelfon dokter untuk datang kerumahnya. Sesampainya dokter kerumah, dokter itu langsung memeriksa rendy yang sudah setengah sadar di tempat tidurnya.


  "Jadi, bagaimana keadaan rendy sekarang dok!?" Tanya bibi dengan wajah penuh rasa khawatir


  "Ibu, tenang saja. Rendy hanya mengalami kelelahan saat sekolah." Kata dokter


  "Hah..... lega sekali. Ternyata rendy hanya lelah saja bibi" kata rindy yang mencoba menenangkan bibinya


  "Tapi, untuk dalam dua minggu ini rendy tidak boleh sampai lelah. Jika rendy kembali seperti tadi,sebaiknya bawa rendy kerumah sakit ya" kata dokter


  "Iya dokter. Baiklah" kata bibi


  "Kalau begitu saya pergi. Oh iya, obatnya jangan lupa diminum ya. Dan semoga lekas sembuh"


  "Iya sekali lagi terimakasih dok"


 


 

__ADS_1


__ADS_2