Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 57: Di awal


__ADS_3

Sepulang dari toko buku, diana sepertinya sedang menceritakan hal menarik pada rendy.


   "Hei, rendy! Apa kau menyukai salah satu buku disana tadi? "


  "Tidak ada."


  "Eh...? Lalu apa yang kau sukai?"


  "Yang aku sukai.... apa ya? Aku juga tidak tahu."


Tiba-tiba kepala rendy mulai merasa pusing dan sakit, sambil memegang kepalanya itu


  "Ada apa rendy? Apa kau sakit?" Tanya diana yang mulai panik


  "Tidak apa-apa kok. Diana, aku baik-baik saja"


  "J...jika kau  sakit, a..aku akan menghantar mu pulang"


  "Tidak perlu. Aku pulang sendiri saja"


Rendy berjalan mendahului diana, dengan jalan yang agak sedikit lemas. Melihat ada sesuatu yang aneh dengan rendy, diana langsung membantunya untuk berjalan pulang


  "Apa kau masih kuat untuk berjalan, rendy?"


 "Tidak usah mengkhawatirkan ku! Aku bisa berjalan sendiri."


 "Jangan seakan-akan kau tidak memerlukan bantuan orang lain!!"


 "Apa!?"


 "Kau....tidak bisa berjalan sendiri di jalan mu, kau pasti akan memerlukan orang lain untuk membantumu. Sama seperti yang kau alami saat ini, kau tidak bisa berjalan sendiri jika kakimu lemas seperti ini kan?" Kata diana dengan nada bicara yang agak sedikit membentak rendy


  Rendy hanya bisa terdiam dan melihat diana dengan ekspresi aslinya. Sambil menggandengkan tangannya pada diana, rendy menahan sakitnya itu sambil berkata


  "Maaf, ya. Diana aku terlalu egois"

__ADS_1


  "Sekarang, kau mengerti kan. Apa yang rendy alami sendiri saat ini"


  "Ya."


Sesampainya dirumah, rindy yang sedang membersihkan rumahnya terkejut melihat rendy yang datang dengan berjalan dibantu oleh diana. Dan setelah itu, diana langsung menyandarkan rendy di dinding ruang depan


  "Eh...? K..kenapa ini? Ada apa dengan rendy, diana?"


  "Tadi, rendy mengeluh sakit pada kakinya dan bahkan dia bilang kakinya sampai tidak bisa bergerak!" Kata diana dengan wajah yang mulai panik


  "I..ini pasti karena kau lupa untuk meminum obatmu itu rendy! A..aku akan mengambilkannya"


Rindy pun mengambilkan obat dan minum untuk rendy. Namun dengan wajah malas rendy menolak obat yang rindy berikan padanya itu


  "Aku tidak mau meminum obatnya!!" Kata rendy dengan sedikit membentak rindy


  "Kenapa kau tidak mau meminumnya!? Padahal rindy sudah mengambilkannya untuk mu kan!?" Kata diana


  "Ada apa rendy? Kenapa kau tidak mau meminum obat mu?" Kata rindy dengan lembut


Tiba-tiba rendy menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya itu.


  "A..aku, tidak mau terlihat seperti ini didepan kalian. A..aku tidak ingin seperti ini, aku ingin kembali seperti yang  dulu. Bukan rendy yang sering sakit seperti ini" kata rendy dengan rasa putus asa dalam dirinya


  "R..rendy kau tidak perlu menangis." Kata rindy


  "Memangnya kenapa!? Apa hanya aku yang tidak boleh menangis disini!?" Kata rendy dengan nada membentak


Diana yang tak tahan melihat itu, langsunf bergerak memeluk rendy yang menangis itu


  "Kau tidak perlu menangisi dirimu apalagi putus seperti tadi itu. Aku yakin, pada akhirnya semua akan baik-baik saja. Jangan terlalu memikirkan dirimu yang saat ini. Jalani saja apa yang ingin kau lakukan, semuanya akan berada dibelakangmu, rendy"


 Rendy hanya terdiam dan melihat diana setelah itu. Semua hal yang diana katakan,membuat rendy memikirkan tentang semua orang terutama pada rindy yang selalu mengkhawatirkannya.


  *mungkin aku terlalu egois dan tak memikirkan yang lain. Aku.... untuk pertama kalinya aku bisa mempercayai kalian* dalam hati rendy

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2