Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 44: Teka-teki si kembar


__ADS_3

Keesokan harinya, rendy yang melihat Diana berjalan didepannya langsung menghampirinya dan mengatakan sesuatu padanya


"Diana!! Ada yang ingin aku katakan padamu sekarang!"


"Huh? Kenapa tiba-tiba?"


"A.....aku, Ng........ Apa yang ingin aku katakan ya?"


"Kenapa kau terlihat gugup seperti itu? Bukankah kau sudah terbiasa berbicara dengan ku?"


"Hari ini pulang cepat, apa sepulang sekolah nanti kau sibuk?"


"Tidak juga"


"Kalau begitu, sepulang sekolah nanti. Kau harus pulang bersama ku!! Titik!!"


"Eh.....? Kenapa tiba-tiba seperti ini!?"


"Pokoknya harus pulang sekolah hari ini juga!!!"


Rendy langsung berjalan cepat pergi kesekolahnya. Dan Diana dibuat bingung oleh Rendy dengan apa yang Rendy katakan tadi


"Aku sama sekali tidak mengerti apa yang Rendy bicarakan tadi"


 


 


   Disekolah, semua tampak biasa-biasa saja. Tidak ada yang berubah sama sekali. Disana rindy sepertinya sedang menunggu seseorang dikoridor kelas dan bertemu Diana yang baru saja ingin masuk kekelasnya.


"Rindy? Apa yang kau lakukan disini?"


"Oh, diana! Aku sedang menunggu senior Reyvin. Dia bilang ada yang mau ia bicarakan sekarang"


"Memangnya ada apa?"


"Yah, aku juga tidak tahu apa yang mau senior bicarakan sekarang. Dia hanya bilang untuk menungguku disini"


"Oh iya. Ngomong-ngomong, sepertinya ada yang berbeda dari Rendy"

__ADS_1


"Memangnya dia berubah? Tapi kenapa sikapnya padaku sama saja ya?"


"B.....bukan seperti itu!!! Saat aku baru saja berangkat sekolah aku bertemu dengan Rendy. Dia bilang ingin pulang dengan ku, tapi bukankah dia biasa pulang sendiri atau bersama mu kan, rindy?"


"Eummmm, soal itu aku juga tidak mengerti. Mungkin itu berarti kalau Rendy mula menyukai mu Diana"


"Eh ......he??? A.....aku tak mengerti? B.....bagaimana bisa dia menyukai cewek seperti diriku? Hehe"


"Tidak kok. Aku yakin aku benar kalau rendy menyukai mu, Diana. Aku melihatnya, dari tatapan Rendy yang terlihat berbeda ketika melihat mu. Jika tidak percaya cobalah tanyakan padanya"


"Kau sama sekali tidak membantu rindy....."


"Yah, kalau begitu sudah ya. Sepertinya aku sudah melihat senior Reyvin didepan. Kalau begitu aku duluan ya"


"I...iya rindy"


 


 


Jam sepulang sekolah, semua murid disana pulang kerumahnya masing-masing terkecuali Diana yang masih menunggu Rendy didepan gerbang sekolah.


 


 


   Dan tak lama kemudian, Rendy akhirnya keluar dari kelasnya dan melihat Diana yang berdiri didepan gerbang sekolah


"Maaf ya Diana. Tadi aku membawakan buku keruang guru. Dan hampir saja aku lupa kalau aku ada janji denganmu. Maaf"


"Ya, tidak apa-apa Rendy. Aku mengerti"


"Wajahmu terlihat sedih. Mau aku belikan minuman?"


"Tidak perlu, Rendy. Aku tidak haus"


"Sudahlah! Yang penting kau ikut saja!!"


 

__ADS_1


 


Rendy pun membawa Diana pergi kesebuah kafe yang dekat dengan sekolahnya. Namun tetap saja wajah Diana masih terlihat sedih kelihatannya


"Kenapa wajahmu sedih seperti itu? Kau tidak suka jika aku ajak jalan-jalan?"


"Tidak apa-apa kok Rendy, justru ada yang ingin aku tanyakan padamu"


"Apa itu?"


"Apa kau...... MENYUKAI KU!!!!?" Tiba-tiba Diana berkata seperti itu sambil memukul meja yang ada didepannya itu


"Hah.... Sejak dulu pertanyaan mu selalu itu-itu saja"


"Heh?" Diana berubah menjadi heran ketika Rendy menjawab itu


"Memangnya menurutmu, apa jawaban ku tentang pertanyaan mu itu!"


"Menurutku?"


"Yah, menurut mu aku ini benar-benar menyukai mu atau tidak? Cobalah untuk lebih memperhatikan yang selalu aku lakukan untuk mu"


"Yang selalu Rendy lakukan untuk ku?"


 


 


   Malam harinya Diana langsung tidak bisa tidur karena mencoba memikirkan apa yang Rendy pikirkan saat ini


"Kira-kira apa ya jawaban ku? Rendy bilang untuk sering memperhatikan apa yang selalu Rendy lakukan untukku. Setelah ku pikir-pikir Rendy memang orang yang baik. Rendy juga sering mengajakku makan bersama. Lalu bagaimana ya.... Apa yang harus aku jawab"


Tiba-tiba diana mengingat apa yang rindy bicarakan di sekolah tadi


"Rindy bilang, kalau Rendy itu menyukai ku kan? Sebelumnya kan Rindy tak pernah berbohong. Apa jangan-jangan benar apa kata Rindy kalau Rendy itu menyukai ku!!!?" Diana langsung merasa terkejut mengingat hal itu dan berubah menjadi deg-degan mendengar hal itu


"Bisa-bisa pikiran ku langsung kacau besok!!! Mungkin harus aku tanyakan pada Rendy besok"


 

__ADS_1


 


__ADS_2