
pukul 3 sore, akhirnya Rendy terbangun dari tidurnya dan terkejut melihat Rindy dan Diana yang sedang berdiri menunggunya untuk kembali bangun
"A..apa yang terjadi saat ini?" Tanya Rendy dengan suara yang masih lemas itu
"Ah, Rendy akhirnya kau sadar juga. Diana! Tolong panggilkan dokter ya" kata Rindy
"I..iya"
Diana pun pergi untuk memanggil dokter, dan ketika sudah datang dokter langsung memeriksa keadaan Rendy saat ini
"Ya, tuan Rendy. Sepertinya tuan sangat beruntung ya, sehabis kecelakaan kemarin malam" kata dokter
"Memangnya apa yang terjadi padaku?"
"Kau hanya mengalami luka kecil di bagian kepala dan kaki. Sepertinya saat kecelakaan itu terjadi supir truk itu sempat mengerem dan mengalihkan kendaraannya ke jalur yang lain. Dan bisa dibilang, kau hanya mendapatkan luka bekas serpihan kaca mobil itu"
"Jadi, begitu ya" kata Rendy dengan menghela nafasnya
"Oh, iya tuan Rendy! Maaf sebelumnya... Tapi saat saya melakukan operasi seperti ada yang salah dengan salah satu bagian tubuh tuan Rendy, dan bisa dibilang tuan Rendy harus di opname, yang sebelumnya cukup 5 hari saja dirumah sakit dan sekarang menjadi, 14 hari dirumah sakit"
"Memangnya, ada apa dengan kondisi Rendy saat ini, dokter!" Tanya rindy yang mulai khawatir dengan Rendy
"Saat ini, saya masih belum tahu. Untuk sekarang, tuan Rendy hanya harus menuruti apa yang saya katakan tadi. Tuan Rendy harus di opname minimal 14 hari. Dan jika dalam 14 hari itu kondisi tuan Rendy baik-baik saja. Saya akan memulangkan tuan Rendy dengan cepat"
"Oh, jadi begitu ya" kata Rendy
"Kalau begitu, saya permisi dulu. Jika terjadi sesuatu, panggil saja"
"Iya, terimakasih dokter"
Dokter pun kembali keruangannya. Rendy begitu terkejut setelah mendengar perkataan dokter tadi itu, dan hanya bisa pasrah dengan kenyataan itu
"Yah, kau tak perlu khawatir Rendy! Aku yakin tidak ada yang salah darimu" kata Rindy yang mencoba menenangkan Rendy yang gelisah
__ADS_1
"Rindy benar. Lagipula Rendy terlihat baik-baik saja kok" kata Diana
Rendy hanya diam saja melihat rindy dan Diana yang sepertinya mencoba untuk membuat ia menjadi tenang
*Rindy dan Diana\,... Sepertinya mereka mencoba menenangkan ku tapi\, kenapa tetap saja aku tidak bisa menenangkan diriku sendiri? Bukankah itu hanya akan membuang sisa tenaga mereka?* Dalam hati Rindy
Malam harinya, setelah Diana pulang untuk mengganti baju dan kembali kerumah sakit dan menggantikan rindy yang juga akan pulang untuk mengambil baju untuk Rendy.
"Yah, kalau begitu aku pulang dulu ya Rendy. Diana yang akan menemani mu selama aku pergi."
"Tak perlu izin dariku. Kau bisa pergi kapan saja kan? Jadi pergilah" kata Rendy
"Kau tidak usah sedih Rendy! Kau baik-baik saja!" Kata Rindy
Dan Rindy pun akhirnya berjalan keluar kamar Rendy dan menutup pintunya
"Untuk apa kau merelakan waktu berharga mu hanya untuk menjenguk ku dirumah sakit?"
"Ah... Soal itu.... Mungkin karena aku tidak bisa jauh-jauh dari Rendy. Meskipun aku ada dirumah, aku tidak akan melakukan apa-apa. Jika hal ini tak terjadi mungkin saat ini aku akan mengajak Rendy berjalan-jalan sebentar, untuk mengisi waktu luang ku"
"Oh, jadi begitu ya. Lalu, apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?"
"Heh...? Apa?"
"Maukah kau bunuh diri bersama ku?"
"E..eh? A..apa yang kau katakan barusan?"
"Saat ini, aku sama sekali tak bisa melakukan apa-apa. Hanya terbaring disini. Aku sempat berfikir mungkin aku akan mati, jadi aku juga merasa seperti orang yang tak berguna."
__ADS_1
"A...apa yang Rendy katakan!? Kenapa kau sampai berfikir seperti itu!" Kata Diana dengan nada sedikit agak membentak
"Aku ingin kenyataan ini berakhir dengan cepat. Aku tidak peduli dengan akhir yang tragis, aku hanya ingin pergi dari sana. Aku tidak ingin semua orang melihat ku seperti ini. Termasuk kau dan Rindy, aku....sama sekali tak ingin kalian melihat diriku yang seperti ini!" Tangan Rendy gemetar dan menangis dengan menutupi wajahnya itu.
"Rendy......"
"Apa!?"
Diana mendekati Rendy dan tiba-tiba saja, ia langsung memeluk Rendy dengan perasaan yang sama, mereka menangis
"Tak peduli apapun yang kau katakan meskipun itu perkataan yang membuat mu putus asa, kau tidak perlu bersedih Rendy. Kau masih memiliki aku yang akan terus berusaha untuk menemani mu"
Dan setelah diana mengatakan itu, Rendy tertidur bersamaan dengan rindy yang baru saja kembali kerumah sakit
"Eh? Rendy sudah tidur?" Tanya rindy yang baru saja masuk keruangan itu
"Ya, aku juga tidak tahu apa yang membuatnya tidur secepat itu"
"Kau seperti habis menangis Diana. Apa yang kalian bicarakan dari tadi?"
"Ah...tidak. bukan pembicaraan yang penting kok"
"Hah? Benarkah?"
__ADS_1