Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 62: pembohong


__ADS_3

   Keesokan harinya


Minggu pagi .........


   Diana kembali menjenguk Rendy dirumah sakit, dengan membawa bingkisan kue brownies yang dipesan Rendy kemarin


  "Kue hari ini rasanya lumayan enak, aku harap Rendy menyukainya juga sama seperti ku"


Saat Diana membuka pintu kamar Rendy, terlihat senior Reyvin karina dan ketua OSIS Raka yang juga ikut menjenguk Rendy disana


   "Eh....? Ternyata pacarnya Rendy datang juga ya" kata senior Raka


Rendy yang mendengarnya langsung melempar bantal kasurnya dan tepat mengenai wajah senior Raka


  "Apa maksud senior!! Aku dan diana hanya teman saja kok!!" Kata Rendy yang membela Diana yang baru datang


  "Iya-iya aku minta maaf .....lain kali jangan melempar bantal pada senior mu ya"


  "Kenapa jadi menceramahi ku?"


        ***


  "Oh, iya Rendy ini kue brownies coklat yang kau bilang kemarin. Aku sudah membawanya" kata Diana sambil memberikan bingkisan berisi kue itu


  "Oh, iya terimakasih Diana"


  "Eh.....? Jadi kau menyukai kue brownies coklat Rendy?" Tanya senior Reyvin


  "Wah .... manisnya" kata Karina


  "AHHH, sebenarnya kalian ini berniat menjenguk atau mengejek sih?"


  "Lupakan saja Rendy, mereka emang jagonya mengejek" kata senior Raka

__ADS_1


  "Eh.....? Barusan Lo bilang apa?" Tanya senior Reyvin yang mulai marah


  "Emang kenyataannya, kan?" Kata senior Raka yang juga ikutan kelihatan marah


   "Eh......? J...jangan bertengkar disini, kalian ingin diusir dari sini?" Karina tiba-tiba menjadi penengah mereka


   ***


  "Oh iya, mana Rindy? Dia tidak kelihatan sama sekali dari tadi" tanya Karina


  "Iya, aku juga tak melihatnya tadi. Memangnya dia sedang apa Rendy?"


  "Dia sedang menjemput bibi di stasiun. Dia bilang bibi mau datang kemari" kata Rendy sambil memakan kue brownies yang Diana berikan


  "Lalu, kapan dia kemari?" Tanya Karina lagi


  "Yah .....kalau itu sih, aku juga tidak tahu"


  "Kenapa kau malah menanyakan dia kapan kemari?" Tanya rendy


  "Ah, bukan apa-apa kok"


  "Kau menyukainya ya......???" Tanya Rendy yang mulai curiga dengan Karina yang wajahnya mulai memerah


  "T....tidak kok...."


  "Yang bener......."


   Semua perkataan Rendy membuat wajah Karina semakin memerah


  "Hei....sudahlah Rendy, kau membuat wajah Karina semakin memerah" kata senior Raka


   "Iya-iya....aku kan hanya penasaran saja."

__ADS_1


  "Hari ini, kau tampak berbeda Rendy" kata Diana


  "Hah? Apa?" Tanya Rendy yang terkejut mendengar perkataan Diana


  "Eh.......? T....tidak b....bukan apa-apa"


  "Kalian ingin tahu kenapa hari ini aku sangat berbeda hari ini?"


   "Memangnya hari ini ada yang berbeda dari Rendy?" Tanya senior Raka yang tidak peka dengan keadaan


   "Bawel sekali! Padahal kau Ketua OSIS tapi tidak peka dengan keadaan!" Kata senior Reyvin


   "Sebenarnya, hari ini aku harap ada yang berubah dari biasanya. Aku berusaha menyesuaikan keadaan hati ku dengan kalian agar bisa berbicara lancar dengan kalian. Dan juga, aku meminta dibawakan kue brownies pada Diana karena aku ingin mencobanya untuk pertama kalinya Tanpa ada rasa takut untuk gemuk. Dan bisa dibilang saat ini keadaan ku sedang tidak sehat, maka dari itu aku ingin menghabiskan waktu dengan kalian"


   Setelah mengatakan hal itu, tiba-tiba saja rendy mengalami batuk disertai darah yang membuat selimut yang ia pakai berlumuran darah.


   "R...Rendy!!?"


   "Aku akan memanggilkan dokter!!" Kata senior Raka yang berlari mencari dokter di ruangan


   "J.. jangan khawatir, dan jangan menangis Diana. A...aku baik-baik saja" kata rendy Sambil tersenyum dan mencoba menenangkan semuanya


   Dokter pun akhirnya datang bersamaan dengan bibi yang juga baru saja datang dan melihat Rendy yang sudah dibawa ke ruang ICU.


  "Bibi sangat menyesal, menyesal sekali meninggalkan kalian berdua saat itu. Bibi minta maaf, sangat minta maaf.." kata bibi sambil menangis menunggu Rendy keluar dari ruang ICU


  "Sudahlah bibi, jangan menangis. Rendy orang yang kuat.... Aku yakin ia baik-baik saja" kata Rindy yang mencoba menenangkan bibi


  "Aku mohon.....aku mohon...... Selamatkan Rendy ...... Aku sangat menyayanginya" kata bibi sambil berdoa mengangkat tangannya


  Diana yang mendengar suara bibi yang menangis dan melihat rindy yang ingin mengeluarkan air mata, membuat Diana gemetar dan hanya bisa membalikkan badannya. Berharap Rendy bisa sembuh dari penyakitnya


  "Aku mohon, selamatkan Rendy"

__ADS_1


__ADS_2