Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 11: Senyum yang bebas


__ADS_3

Saat perjalanan pulang, di jembatan kecil itu terlihat sekelompok anak kecil sedang bermain bola disana dengan Diana yang ada disana.


"Kenapa aku selalu bertemu dengannya disaat seperti ini?" Dalam hati Rendy yang selalu heran melihat Diana yang selalu ada didepannya itu. Melihat Rendy yang berhenti didepannya Diana Pun melambaikan tangannya kearah Rendy dan memanggil namanya


"Hei!!! Rendy!!! Kau tidak mau bergabung dengan kami disini!!?"


"Tidak. Aku hanya ingin pulang kerumah." Rendy menoleh kearah yang lain dan Diana pun menggenggam tangan Rendy yang masih terdiam itu


"Kau tidak perlu menyembunyikan sifat mu yang baik itu. Ayolah kita berjalan bersama."


Tiba-tiba Bola yang anak itu mainkan, terjatuh dari atas jembatan dan masuk kedalam sungai.


"Yah....bolanya masuk kedalam sungai. Apa yang harus kita lakukan?"


"Padahal itu bola pemberian dari ayahku." Anak kecil itu menangis karena bolanya yang jatuh kesungai itu. tak tega melihat mereka menangis Diana pun melompat dari jembatan itu untuk mengambil bola yang hilang itu


"Wah....kak Diana melompat dari atas sini untuk mengambil bola kita."


"Tapi kenapa kak Diana belum keluar juga dari atas sungai ya? Apa dia tak bisa berenang?" kata anak kecil itu.

__ADS_1


"Kenapa dia melakukan hal itu? Seharusnya dia biarkan saja itukan?" Dalam hati Rendy yang tiba-tiba mengkhawatirkan Diana yang tidak keluar dari sungai itu. Dan akhirnya Rendy pun melompat dari atas jembatan itu untuk mencari Diana yang tidak keluar dari sungai itu. Ketika Rendy sudah masuk ke dasar sungai itu, Diana malah muncul keluar dari sungai itu dan membawakan bola itu.


"Eh....lho dimana Rendy?" Heran karena tak ada Rendy di atas jembatan itu


"Tadi kakak melompat dari atas jembatan untuk mencari kak Diana yang tidak keluar keluar dari sungai."


"Ng.....? Mencari ku?"


Dan Rendy pun akhirnya keluar dari sungai itu dan terkejut melihat Diana ada didepannya


"Heii..Diana kau darimana saja? Kenapa kau tidak keluar dari sungai?" bentak Rendy


"Itukan terlalu berbahaya!"


"Tidak...bagiku tidak berbahaya karena, aku percaya jika aku benar-benar hanyut disungai, Rendy akan mencariku, kan?"


Setelah itu Rendy hanya terdiam dan memikirkan apa yang Diana katakan barusan


*Ringan sekali dia mengatakan hal itu jika aku tak peduli padanya, apa dia tak akan melakukan hal semacam itu?* Dalam hati Rendy yang melihat diana yang melambaikan tangannya pada sekelompok anak kecil itu

__ADS_1


Sesampainya dirumah, rindy terkejut melihat Rendy yang pulang dengan baju yang basah seperti itu.


"R...Rendy!? Kenapa bajumu basah seperti itu?"


"Tidak apa apa, aku hanya terjatuh kesungai tadi."


"Biar aku keringkan bajumu dan sekarang lepaskan baju mu itu. Nanti kau bisa terkena demam jika memakai baju yang basah seperti ini "


*Rindy begitu peduli sekali padaku tapi kenapa aku membencinya saat dia peduli padaku? Hidupku banyak yang berubah semenjak aku mengetahui kalau Rindy itu adalah saudara ku.* Dalam hati Rendy sambil menatap Rindy saat itu.


"Kenapa kau hanya diam saja!? Cepat lepas bajumu itu atau aku yang akan melepaskannya untukmu." kata rindy


"Tidak usah repot-repot. Aku saja yang mengeringkannya, kau istirahat saja."


"Eh....tidak biasanya? Apa kau demam Rendy?"


"Tidak "


"Bukankah biasanya kau tidak suka mencuci bajumu sendiri?"

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu cepat keringkan bajuku!!" Melemparkan bajunya kewajah rindy.


__ADS_2