Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 34: Yang mengakuinya


__ADS_3

Keesokan harinya...


 


 


Karina sedang berjalan menuju terminal bus yang cukup dekat dari rumahnya. Dan melihat rindy yang juga sedang duduk disana sedang menunggu bus yang sama.


"Lho? Karina kau baru berangkat? Biasanya kau datang lebih awal kan?"


"Ah ......itu karena aku bangun kesiangan jadi aku agak sedikit terlambat."


"Jadi begitu. Kemarilah dan duduk di sampingku ini"


"Eh...? A...aku?"


"Iya. Tak usah malu, kita kan teman, jadi tidak apa-apa"


Karina pun akhirnya duduk disampingnya\,dengan wajah gugup dan mulai memerah. *Kenapa aku menjadi gugup seperti ini!?* Dalam hati Karina.


"Kenapa wajahmu terlihat merah? Apa kau demam?"


"T...tidak kok. A...aku baik-baik saja"


"Jika karina memang sedang demam, bukankah lebih baik Karina diam dirumah dan beristirahat?"


"Tidak kok. A..aku tidak apa-apa sungguh."


"Jika tidak syukurlah. Ini adalah hari kedua perlombaan, jadi kita harus menang ya. Karina!"


Mendengar perkataan rindy dipagi hari, dan melihatnya tersenyum. Membuat Karina semakin percaya pada dirinya sendiri kalau ia akan menang nantinya.


Sementara itu, di SMA 14 semua lomba sudah dimulai pada jam 9 pagi. Saat itu Diana sedang bertanding melawan SMA lain,sedangkan jadwal perlombaan sepakbola akan dimulai sekitar 1 jam lagi. Rendy pun akhirnya memutuskan untuk melihat pertandingan Diana melawan sekolah lain itu. Dan betapa terkejutnya Diana saat menggiring bolanya, ia melihat Rendy yang berdiri dipinggir lapangan untuk melihat Diana bermain disana.


"Kenapa Rendy disini? Apa dia datang untuk melihat aksiku dilapangan!?"

__ADS_1


Tiba-tiba bola yang digiring Diana direbut oleh tim lawan. Tim itu sangat kuat hingga diana tak bisa mengambil alih bolanya kembali dan akhirnya,tim lawan berhasil mencetak satu poin dari mereka.


"Ada apa dengan mu Diana!? Kau tak seperti biasanya" tanya seorang rekan yang menemani Diana bermain saat itu


"Maaf tadi aku melamun"


"Yasudah, kali ini kita harus fokus dengan pertandingan ini! Jangan sampai lengah!!"


Sementara itu, Rendy yang melihat pertandingan Diana terlihat tampak biasa-biasa saja dan hanya terdiam dikursi penonton itu


"Apanya yang hebat dari pertandingan ini? Terlihat biasa-biasa saja"


Seorang perempuan murid dari SMA putra Wijaya tiba-tiba datang menghampiri Rendy yang sedang menonton pertandingan basket itu.


"Hei, kau Rendy kan!? Apa kau masih mengingat ku?" Karena suara riuh yang ada di lapangan basket, membuat Rendy tak mendengar apa yang gadis itu katakan.


"Apa yang kau katakan tadi!?"


Tiba-tiba gadis itu menarik tangan Rendy dan membawanya keluar dari lapangan basket itu. Diana yang melihat semua itu diatas lapangan, merasa terkejut dan dikecewakan oleh Rendy. Ia mengira kalau Rendy akan benar-benar melihat aksinya dilapangan,tetapi ia malah pergi dengan gadis yang tidak ia kenal


Sementara itu, ternyata gadis itu adalah teman Rendy yang cukup dekat di SMP bernama Talita putri kelas 9-e.


"Apa kau masih mengingat ku?"


"Hah ...? Apa kau lita?"


"Sudah kuduga kau masih mengenal ku ya. Aku senang sekali"


"Jadi, apa yang kau lakukan disini?"


"Tim ku yang sedang bertanding dengan tim basket dari sekolahmu Rendy. Jadi, aku kemari untuk melihatnya"


"Oh, jadi begitu"


"Kau telah banyak berubah ya. Rendy"

__ADS_1


"Apa yang berubah dari ku?"


"Dulu kau orang yang tak mau bicara dengan orang lain selain rindy kan?"


"Memangnya aku seperti itu?"


"Sebenarnya tujuan ku untuk kemari dan menemui mu adalah aku ingin mengatakan hal yang mungkin kau tak duga sebelumnya."


"Memangnya apa yang ingin kau katakan?"


Babak pertama pertandingan basket sudah selesai dan diperbolehkan beristirahat selama 15 menit. Saat itu Diana berniat hanya untuk melihat Rendy berbicara dengan siapa dan pergi kebelakang lapangan. Ternyata mereka masih saling berbincang berdua, dan diana tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


"Sebenarnya,aku menyukai Rendy sejak SMP."


"Apa maksudmu, Lita?"


"Mungkin karena aku takut kau diambil orang lain,jadi aku berharap aku bisa melengkapi hidupmu saat ini."


Diana yang mendengar pengakuan itu, akhirnya pergi kembali kelapangan basket tanpa mendengarnya sampai akhir. Rendy Melihat Diana yang sepertinya sedang berlari tergesa-gesa, langsung mengejarnya dan meninggalkan Lita.


*Sifatnya berubah sepenuhnya. Apa dia sedang menyukai seseorang ya?* Dalam hati Lita sambil melihat Rendy yang menggandeng tangan Diana.


"Tadi itu, kenapa kau lari dan tak mau bicara dengan ku?"


"Kenapa kau tak bersama perempuan itu saja? Lagipula dia sudah menyatakan perasaannya kan? Jadi hargailah dia"


"Ya aku tahu itu tapi kenapa kau pergi begitu saja!? Tanpa menyapa, biasanya kau seperti itu kan?"


"Kali ini aku sedang tak seperti biasanya. Suasana hatiku sedang suram. Jadi bisakah kau meninggalkan ku sendiri saja?"


Diana melepas genggaman tangan Rendy dan pergi kembali kelapangan basket. *Apa yang sebenarnya terjadi padanya saat ini? Sepertinya dia sedang kecewa. Tapi apa yang ia kecewakan?*. Dalam hati Rendy yang bingung dengan Diana.


 


 

__ADS_1


__ADS_2