Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 35: Dilemma


__ADS_3

Sepulang dari perlombaan, Rendy berencana untuk pulang bersama Diana dan meminta maaf atas kejadian tadi, meskipun ia tidak tahu apa masalahnya. Tapi ketika Rendy baru saja keluar dari sekolahnya, lalu ia melihat Diana yang sudah pulang bersama senior Fahrul di depannya.


*Sepertinya aku salah membuat rencana ku pulang dengan Diana. Dia lebih memilih seniornya ya.* Dalam hati Rendy sambil melihat Diana yang pulang tanpanya\, didepannya. Tiba-tiba Lita menggandeng tangan Rendy dan mengajaknya pulang bersama.


"Sudahlah lupakan dia. Kau sedang mencari teman pulang kan? Ayo,pulang bersama ku saja"


Rendy pun menerima ajakan itu dan pulang bersama Lita,teman SMP nya.


Sementara itu, Diana yang pulang dengan senior Fahrul, menceritakan semua yang terjadi


"Jadi, seseorang telah menyatakan perasaannya pada Rendy? Lalu memangnya kenapa?"


"Sebenarnya,sejak rindy memperkenalkan Rendy padaku, aku sudah menyukainya lebih dulu. Tapi.."


"Tapi apa?"


"Tapi,aku selalu menunggunya untuk menyatakannya padaku. Dan sepertinya itu membutuhkan waktu yang lama."


"Kenapa harus Rendy yang kau pilih?"


"Hah...?"


"Kenapa tidak aku saja? Padahal kau sudah mengenalku cukup lama kan daripada, Rendy orang yang baru kau kenal?"


"M...maksud senior apa?"


Senior Fahrul tiba-tiba, memegang tangan Diana dan dengan wajah yang serius,ia menatap Diana langsung.


"Aku yakin, aku adalah orang yang lebih menyayangi mu daripada yang lain. Aku bisa membuatmu tertawa dan tersenyum setiap harinya. Tak perlu ada orang lain di hatimu,cukup aku saja."


"Maaf, senior fahrul. Bukannya aku menolak senior tapi, ketika senior bilang 'tak perlu ada orang lain dihatimu, cukup aku saja' aku rasa,aku masih belum bisa seperti itu. Jadi maaf senior."


Diana pun pergi mendahului senior Fahrul, tanpa sepatah kata apapun.


Sementara itu, Rendy yang pulang bersama Lita teman SMP nya. Mulai merasa bosan berjalan dengannya.


"Lita! Aku jalan duluan ya."

__ADS_1


"E..eh .? Kenapa?"


"Bukan apa-apa"


Rendy pun berjalan mendahului Lita dan membiarkannya berjalan sendiri.


*Padahal dulu Rendy begitu dekat denganku. Tapi kali ini dia tidak biasanya menjauh dari ku* dalam hati Lita sambil melihat Rendy yang berjalan meninggalkannya.


Malam harinya, rindy semakin heran dengan sikap Rendy yang selalu melamun bahkan saat makan malam.


"Rendy!? Kenapa kau melamun? Apa kau memiliki masalah?"


"Tidak. Aku hanya tidak nafsu makan."


"Jangan seperti itu,makanlah! Siapkan energi mu untuk esok hari. Mungkin besok akan lebih berat dari saat ini. Jadi jangan sia-sia kan waktu mu ya"


"Sepertinya ada sesuatu yang membuat Diana marah padaku."


"Memangnya marah kenapa? Sebelumnya aku tak pernah melihatnya marah."


"Aku tidak tahu. Mungkin karena aku tak pernah melihat pertandingannya dilapangan. Aku memang sama sekali tak mengerti tentang dia"


"Dari mana kau tahu kalau itu akan baik-baik saja!?"


"Karena aku sudah mengenal Diana sejak dulu"


"Huh.... Kau orang yang mudah sekali bicara. Aku iri padamu"


"Hah..? Iri padaku?"


"Yah,kau orang yang sangat istimewa rindy."


Setelah itu,rindy hanya bisa tertawa dan tersenyum kearah Rendy. "Kau aneh Rendy! Tidak mungkin akan aku seistimewa itu,pasti aku yakin ada yang lain yang menurut mu istimewa kan?"


"Ya. Mungkin kau benar Rindy, pasti akan ada yang lain"


 

__ADS_1


 


Keesokan harinya .....


 


 


Melihat Rendy yang berjalan didepannya, Diana pun akhirnya langsung menghampirinya dan mengatakan sesuatu padanya


"Rendy!!"


"Diana!? Ada apa memanggilku?" Diana menghela nafas dan mulai mengatakannya


"Kenapa kau tidak bilang dari dulu kalau kau menyukai ku?"


"Eh....? A...aku menyukai mu? Kok bisa?"


"Jangan bohong! Kemarin rindy bilang kalau kau menyukai ku kan!?"


"Rindy menelfon mu tadi malam?"


"Kenapa kau masih pura-pura tidak tau sih!!?"


"Aku memang tidak tahu soal itu"


"Jika kau mengatakannya sejak awal, mungkin aku akan berfikir 2 kali tentang senior Fahrul"


"Apa yang kau lakukan dengan senior itu!?"


"Sudah lupakan saja!! Kau memang tidak mengerti!!"


Tiba-tiba Diana malah pergi mendahului Rendy. *Aku pikir dia sudah memaafkan ku* dalam hati Rendy dengan menatap Diana dengan tatapan yang khawatir


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2