Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 52: Kencan sepulang sekolah


__ADS_3

Rindy yang mengajak Karina kesebuah kafe yang dekat dari rumahnya, begitu terkejut melihat Rendy dan Diana sedang saling berhadapan dan saling bersuap-suapan.


"Eh.....? Kenapa kau ada disini,Rendy?" Tanya rindy sambil melihat kearah jendela tepat disamping Rendy saat itu


Rendy yang terkejut melihat Rindy disana, langsung menaruh kembali sendok yang ia Pengan tadi.


"Hei! Ada apa Rendy!? Kenapa kau menaruh kembali sendok mu?" Tanya Diana yang juga terkejut ketika melihat rindy di jendela yang ada disampingnya itu.


Dan akhirnya pertemuan itu menjadi sebuah kencan bersama. Mereka memesan makanan yang sama dan duduk saling berhadapan


"Yah.... sepertinya ini akan menjadi kencan bersama. Maaf ya Rendy, aku menggangu kencan mu dengan Diana" kata Rindy sambil memegang kepalanya sendiri


"Tidak apa-apa kok. Aku malah menunggu kedatangan kalian. Lama sekali" kata rendy sambil mengalihkan pandangannya kearah lain


"Eh..? J....jadi kau memang tidak mau kencan dengan ku!?" Kata Diana


"Memangnya siapa yang mengajakku kemari?" Tanya Rendy


"He.......???"


"M...maaf....aku dan rindy tidak bermaksud menggangu hubungan kalian. aku lupa kalau kalian sedang memiliki hubungan yang istimewa." Kata Karina yang langsung menyimpulkan


"Eh? Dari mana kau tahu kalau Rendy dan Diana sedang berpacaran?" Tanya rindy dengan heran

__ADS_1


"J....jangan sembarang menyimpulkan hal itu! A....aku dan diana tidak pernah berpacaran sebelumnya. Bahkan aku belum menyatakannya!!" Kata Rendy yang tiba-tiba menjadi panik


"Tapi aku sering sekali melihat kalian berduaan seperti ini. Ternyata kalian hanya teman?" Tanya Karina


"Ya, bisa dibilang begitu sih" kata Rendy


Tiba-tiba Diana mengangkat tangannya dan dengan mata yang penuh keyakinan ia mengatakan sesuatu untuk Rendy


"Maaf!! Apa aku boleh mengatakan sesuatu!?"


Rendy dan yang lainnya yang sedang asik berbincang, tiba-tiba pandangannya mengarah kearah Diana yang berdiri


"Se..... sebenarnya a...aku ingin dan bahkan aku sangat ingin untuk menjadi bagian dari hidup Rendy. A...aku sangat ingin menjadi orang yang memiliki kelebihan dan istimewa Dimata rendy. Jika bisa, apa Rendy mau menerima coklat dariku? Jika aku memang ditolak oleh Rendy, k.....kau bisa membuangnya. T.... tapi tolong, jangan dihadapan ku ya"


semua yang mendengarnya terkejut, dan sepertinya ekspresi yang rendy tunjukkan tampak biasa-biasa saja. Rendy pun beranjak dari kursinya lalu berjalan,berdiri menghadap Diana


"I....iya, a.... Aku menyukai Rendy bahkan sangat menyukai Rendy saat ini" kata Diana


Rendy mengambil coklat batangan yang Diana pegang lalu membukanya, dan memasukkannya ke mulut Diana agar Diana memakannya


*A....apa aku ditolak?* Dalam hati Diana


"Maaf, aku tidak bisa menerima coklat dari mu" kata Rendy

__ADS_1


Rindy yang melihat hal itu langsung beranjak dari kursinya


"Hei Rendy!? Apa kau menolak Diana?" Kata Rindy


"Aku belum selesai bicara, jadi jangan sembarangan menyimpulkannya!" Kata rendy


"L...lalu apa jawaban mu Rendy? Apa kau menolak ku? " Tanya Diana sambil memegang coklat yang baru saja ia berikan pada rendy


"Tidak! Aku menerima coklat mu, tapi tidak aku makan karena aku tidak begitu menyukai coklat. Jadi, aku menyuruh mu untuk memakannya kan tadi?"


"La... lalu jawaban mu?" Tanya Diana dengan wajah yang penasaran dengan jawaban Rendy


"Ya."


Diana begitu terkejut mendengar Jawaban Rendy begitu juga rindy dan Karina yang ada dihadapan mereka


"Eh.....? Barusan Rendy bilang iya?" Tanya Karina dengan heran


"Sebenarnya aku juga menyukai Diana. Tapi, aku tidak tahu kapan ada waktu yang tepat untuk mengatakannya. Jadi aku hanya memendamnya selama ini. Dan juga terimakasih Diana, kau telah mengalah untuk ku" kata Rendy dengan raut wajah tersenyum


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2