
Ketika rindy sudah kembali kekamarnya. Terlihat senior reyvin dan yang lainnya yang sudah menunggu rindy kembali kekamarnya.
"Eh....senior reyvin ,senior raka dan karina apa yang kalian lakukan disini? Kenapa senior ada disini?"
"Kami sudah menunggu mu disini sejak tadi rindy. Kau dari mana saja?" Ketua osis Raka kelas 2 bahasa 1 bertanya sambil memasukan tangannya kedalam saku jaketnya.
"Tidak, tadi aku hanya berjalan jalan saja"
"Halah....jangan alasan. Kau tahu kami mengkhawatirkan mu!" Senior reyvin berkata dengan tegas dan seperti tak biasanya.
"Sudahlah yang penting rindy sudah ada disini kan? Bukankah lebih baik kita mengobrol baik baik dengannya dari pada seperti tadi?" Karina berusaha menenangkan suasana.
"Iya iya. Oh iya rindy! Supaya kau cepat sembuh aku belikan buah dan susu. Ini ambilah!"
"Wah senior raka baik sekali ya. Terimakasih"
"Bukan apa apa kok." Senior raka tersenyum melihat rindy menerima pemberiannya itu dengan senang.
"Hei! Rindy!"
"Ya ada apa senior reyvin?"
Senior Reyvin melemparkan sebuah baju seragam tim baseball yang baru. Dan rindy bingung kenapa senior Reyvin memberikan seragam itu padanya.
"Eh.? Apa ini senior Reyvin?"
"Ini seragammu. Karena sebulan lagi kita akan mengikuti lomba olahraga baseball antar sekolah dan bertempat disekolah kita. Karena itu aku mengharapkan lebih darimu rindy."
"Eh jadi aku ikut lomba olahraga?"
"Ya rindy. Karena itu cepat sembuh!!"
"Memangnya apa saja yang dilombakan nanti?"
"Semua ekskul olahraga yang ada disekolah kita."
"Memangnya semuanya? Apa itu benar senior Raka?"
__ADS_1
"Ya. Itu benar!! Dan aku percayakan pada kalian semua kalau kalian pasti akan menang!! Jadi berusahalah!!"
"Yah!! Aku akan berusaha untuk sembuh."
Rendy datang dan terkejut melihat semua sedang berkumpul dikamar rindy
"Kenapa ramai seperti ini? Apa yang kalian lakukan?"
Rendy heran melihat kedatangan mereka yang tiba-tiba datang tanpa mengabarinya.
"Oh...hai Rendy! Kau sudah bicara dengan Diana tadi?"
" Ya. Tapi kenapa jadi ramai seperti ini?"
"Sudahlah Rendy!! Kemarilah jangan malu malu."
"Tidak. Lebih baik aku menunggu dikoridor saja."
Karina pun menggenggam tangan Rendy yang ingin keluar dari kamar itu. Layaknya seperti sudah dekat sebelumnya.
Rendy pun terdiam dan melihat rindy yang seperti nya sedang senang seperti itu. Dan akhirnya Rendy pun bergabung dengan mereka dan berbincang bersama.
"Oh,iya Rendy!! besok aku akan pulang kerumah. Bibi bilang dia yang akan menjemputku dirumah sakit. Jadi Rendy bisa pergi sekolah besok."
"Hah.? Memang Rendy sudah boleh sekolah? Ini kan baru 2 hari." Tanya senior Reyvin yang heran tentang itu
"Memang ada apa dengan Rendy? Dia tidak boleh sekolah selama seminggu?"
Karena tak tahan Rendy pun beranjak pergi dari kamar rindy dan pergi kesuatu tempat.
"Apa itu benar Rendy di skors sampai seminggu? Ini pasti karena aku yang menyebabkan Rendy marah pada Naufal yang membuat dia di skors sampai seminggu." Dalam hati Rindy yang memikirkan Rendy.
Keesokan harinya ........
Seperti biasa Diana berangkat ke sekolahnya. Dengan melamun ia berjalan dan tak mendengar apa yang mereka sedang bicarakan didepan maupun dibelakangnya. Risa yang saat itu juga baru berangkat kesekolahnya, begitu melihat Diana didepannya, ia langsung memanggilnya. Tetapi Diana sama sekali tak mendengarnya dan tak menjawab apa apa. Dan akhirnya Risa pun memukul punggung Diana agar dia mau mendengarnya
__ADS_1
"Hei Diana! Apa kau tak mendengar ku dari tadi?"
"Apa kau harus memukul punggungku dengan kencang Risa?"
"Saat aku memanggilmu kau hanya diam saja. Apa kau tadi melamun karena memikirkan sesuatu?"
"Ah.. tidak. Aku sedang tidak memikirkan apa apa."
"Kau sedang memikirkan Rendy ya?"
"Hanya akan membuang waktuku jika aku terus memikirkannya."
"Kemarin, belum lama ini. Aku bertemu dengan Rendy. Dia bilang kau ini orang yang sangat aneh. Dan payah."
"Dia menyebutku aneh!!?"
"Tapi yang kulihat bukan seperti itu. Kau orang yang hebat Diana. Dan sebulan lagi kau akan ikut serta dalam lomba olahraga antar sekolah itu kan? Aku harap kau yang menang diana!"
"Ya. Terimakasih Risa "
"Oh iya, kemarin aku tak melihatmu latihan basket disekolah kemarin. Apa kau sakit?"
Tiba tiba dari belakang senior Fahrul melemparkan bola basketnya kearah Diana yang sedang berjalan itu dan mengenainya
"KEMARIN LO KEMANA AJA DIANA!!!? SAMPAI TIDAK LATIHAN UNTUK BULAN DEPAN!!!!" teriak Senior Fahrul di telinga Diana yang membuat semua orang disana mengira mereka sedang pacaran.
"Lho itukan senior Fahrul dan Diana"
"Dari kemarin mereka seperti itu terus. Apa mereka pacaran ya?"
Mendengar orang-orang itu membicaraka mereka, senior fahrul pun menggeret Diana ke-sekolah.
"Ah!!! Senior Fahrul apa yang kau lakukan!!?"
"Jika aku tak menggeret mu seperti ini kau pasti akan kabur nanti"
"Ini memalukan senior!!!!!"
__ADS_1