
*Hari ini\, aku bertemu dengan Rendy. Ia tampak biasa-biasa saja\, tak terlihat warna pucat diwajahnya. Aku selalu membayangkannya jika ia sudah baik-baik saja. Andai itu benar\, aku harap aku bisa memeluknya terus. Dan selama ini aku sadar kalau aku memang menyukai bahkan lebih menyukai Rendy saat ini*
"Hei, Diana? Kenapa kau melamun? Padahal aku ingin sekali bicara dengan mu loh"
"Maaf, tadinya aku pikir kau benar-benar sudah keluar dari rumah sakit, tapi ternyata belum ya."
"Yah, begitulah. Tadi aku juga mengira saat aku bertemu dengan Diana rasanya aku sudah menjalani hidup dengan seperti biasa. Tapi, mungkin kali ini aku harus bersabar menunggu semua itu"
"Ya, kau benar. Aku juga harus bersabar menunggumu untuk kembali ke-sekolah seperti biasa"
"Hari ini cuacanya berawan ya, seperti ingin hujan"
"Padahal masih bulan Maret, seharusnya ini masih musim panas kan? Tapi kenapa berawan seperti ini ya?"
"Diana!"
"I...iya?"
"Apa kau ingat saat aku pertama kali bertemu dengan mu?"
"Ya aku ingat. Saat itu, aku bermain basket di lorong-lorong kelas kan, dan akhirnya aku malah di marahi senior Fahrul. Perkenalan yang membuat malu ya?"
"Kau tahu, saat itu aku pikir kau hanya gadis aneh yang tak tahu malu"
*Eh? Gadis aneh dan tak tahu malu?"
"Tapi sepertinya aku salah, Diana itu orang yang kuat tidak menyerah dan keras kepala. Aku....."
__ADS_1
"Eh....?"
"Aku, menyukai Diana"
"E...eh? Lho?" Seketika wajah Diana memerah dan bingung ingin menjawab apa
"Maaf ya, aku baru menyatakannya saat ini. Disaat aku tidak sehat, maaf ya" Rendy tersenyum pada Diana yang hanya bisa diam saja tak menjawab apapun.
Diana menangis dan memeluk rendy yang ada dihadapannya itu
"Eh...kenapa?"
"Rendy, kau bodoh! Aku... Sudah menyukai mu sejak awal, tapi kenapa kau baru menyatakannya sekarang!? Aku terus menunggu jawaban darimu tapi,..... aku penasaran Apa yang sebenarnya kau pikirkan saat ini!? Dan apa yang kau akan lakukan dikemudian hari. Aku terus menunggu hingga menyia-nyiakan orang yang sudah yakin padaku. Kenapa kau tidak menyatakannya dari awal?"
"Tapi, aku sudah menyatakannya sekarang kan? Memang apa bedanya?"
*Rasanya, aku ingin menangis dan menangis lagi ketika aku melihat Rendy yang terlihat seperti itu. Padahal saat ini dia sedang sakit bahkan ia pernah masuk keruang ICU, lalu kenapa aku merasa ini tak akan lama?"
"Kenapa kau masih menangis? Padahal aku belum menangis lho."
"Memangnya jika aku berhenti menangis apa itu akan menyembuhkan mu!?"
"Ya"
"Eh.....?"
"Maka dari itu, tertawa lah seperti dulu dan tersenyum seperti Diana yang aku lihat pertama kali."
__ADS_1
Dan ditengah pembicaraan mereka, rindy tiba-tiba menarik Rendy untuk kembali pergi kerumah sakit
"Bibi mengkhawatirkan mu Rendy! Jadi kau bermesraan dengan Diana disini?"
"Kenapa kau bisa tahu kalau aku disini Rindy?" Tanya Rendy yang heran melihat rindy
"Memangnya Rendy pergi tanpa ijin dari bibi?" Tanya Diana
"Eh, tunggu dulu....saat aku ingin pergi bibi sudah tidak ada tahu!! Memangnya aku mau izin sama siapa?!"
"Memangnya kau tidak minta izin pada perawat yang ada disana!? Bibi sangat mengkhawatirkan mu tahu!!" Kata Rindy dengan nada yang sedikit membentak
"Kalau begitu, tolong sampaikan pada bibi, aku minta maaf. Padahal aku hanya ingin bicara dengan kalian dengan suasana yang biasa tapi, sepertinya tidak bisa ya"
"Rendy......"
"Yah......kalau begitu ayo pergi saja kerumah sakit, lagipula badanku mulai capek" kata Rendy
"Sudah kubilang kan, sejak tadi.... Kau harus kerumah sakit sekarang" kata Rindy
"Iya-iya maaf...."
*Syukurlah Rendy sudah terlihat sehat saat ini. Aku harap esok dia akan sembuh*
__ADS_1