
2 hari berikutnya, Diana yang sedang berjalan di sekitar lorong-lorong kelas, melihat Rendy yang sedang bersandar disebuah dinding kelas yang ada disana. Mereka saling berhadapan dan akhirnya saling bicara satu sama lain.
" Yah..Sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu diana. Ku harap kau mau mendengarnya"
*Eh....lho? Tumben sekali dia berkata seperti itu* dalam hati Diana yang terkejut mendengar perkataan Rendy saat itu
"Apa di minggu-minggu ini, aku sering mengabaikan mu hingga kau pergi kelain hati?"
*Sumpah!! Dia ngomong apa sih? Enggak paham sama sekali!!*
"Maaf ya, aku jadi mengabaikan mu. Jika kau tidak keberatan, maukah pulang sekolah nanti..... Untuk pergi kencan dengan ku?"
"E....eh? K..... kenapa tiba-tiba? A...aku tidak mengerti apa maksud Rendy sebenarnya"
"Itu, karena....."
Tiba-tiba Rendy menggenggam tangan Diana dan membisikkannya sesuatu di telinganya.
"Karena, aku hanya ingin menjadi satu-satunya orang yang kau sukai di sini."
Diana merasa terkejut dan kaget dengan apa yang Rendy katakan itu. Hanya bisa terdiam tanpa bicara lagi.
"Apa aku bisa menjadi seperti itu, Diana?"
__ADS_1
"M....maaf Rendy. M...mungkin lain kali saja ya"
"Tapi kenapa? Kenapa kemarin kau membiarkan senior Fahrul pergi kencan dengan mu berdua?"
"Bukan seperti itu, a...aku masih ragu untuk memilih jadi, lain kali saja"
Sementara itu, sepertinya rindy sudah diperbolehkan sekolah oleh Rendy. Dan Karina berniat untuk memberikan hadiah atas kepulangannya dari rumah sakit. Saat Karina ingin mendekati rindy yang sedang berdiri di ruang kelasnya, tiba-tiba seorang perempuan datang dan memberikan rindy sebuah hadiah untuk rindy
"Wah, rindy! Kau sudah pulang dari rumah sakit ya? Aku senang sekali"
"Oh, kau Anna. Sudah lama ya tidak bertemu. Kau ada dikelas apa sekarang?"
"Eh....? S...soal i .itu maaf ya. Aku belum pernah melihatmu disini"
"Huh.... Iya iya tidak apa-apa. Aku saat ini terpilih dikelas 10 IPS 3. Kau tahu kan?"
"Eum.....? ya aku ingat kok."
"Heh.... Oh iya, rindy!! Aku membawakan mu hadiah atas kepulangan mu dari rumah sakit." Memberi hadiah yang ada ditangannya itu
"Heh? Apa ini?"
"Bukalah!!!"
__ADS_1
Rendy pun mencoba untuk membukanya dan ternyata hadiah itu berisi sebuah buku novel lengkap dan terkenal. Rindy sepertinya tetlihat sangat senang ketika menerima hadiah itu.
"Wah, Anna! Dari mana kau tahu kalau aku menyukai Cerita ini?"
"Yah.... Aku juga tidak tahu. Tapi, apa kau senang menerima hadiah dariku?"
"Ya, aku senang" kata Rindy sambil tersenyum
Karina yang sejak tadi mendengar dan melihat hal itu, mulai merasa ragu untuk mendekati rindy saat ini. Dengan hadiahnya yang hanya berupa kue buatannya sendiri, ia mengurungkan niatnya untuk memberi hadiah pada rindy dan kembali kekelasnya. Tapi percakapan rindy dan Anna tidak hanya sampai disana saja, ia masih bicara sesuatu pada Anna tentang hadiah itu
"Aku senang menerima hadiah darimu Anna. Tapi..."
"Heh? Tapi kenapa?"
"Aku sedang menunggu hadiah dari orang yang dekat dengan ku."
"Siapa?"
"Karina, temanku yang sudah menemani ku sejak lama. Aku telah menunggu hadiah darinya"
"Oh, kalau begitu temui lah dia jika rindy sangat penasaran apa yang Karina bawakan untuk mu Rindy. Aku yakin dia sedang mempersiapkannya untuk mu"
"Benarkah?"
"Iya."
"Kalau begitu aku akan mencarinya. Dan juga terimakasih untuk hadiahnya Anna!!"
__ADS_1
"Iya!!"