
Rindy berlari mencari Karina, tapi tak kunjung ketemu. Dan dibelakang kelas biologi, rindy menemukan Karina yang sedang duduk terdiam disana sambil menutup wajahnya dengan tangannya sendiri. Dan disampingnya rindy melihat sebuah kotak bekal yang diletakkan Karina disampingnya. Rindy pun akhirnya menghampirinya dan memegang bahunya
"Lho? Karina? Apa yang kau lakukan disini?"
"R....rindy? A....aku .."
"Kenapa kau memakan bekal mu disini?"
"Tidak kok. Sebenarnya aku, hanya ingin memberikan kue buatan ku untuk rindy, sebagai hadiah atas kepulangan rindy dari rumah sakit. Tapi sepertinya ini terlalu sederhana"
"Hah? Kue ini untuk ku?"
"I....iya. apa rindy mau mencicipinya?"
Rindy pun mencicipi kue buatan Karina, dan terlihat wajah khawatir yang terlihat pada Karina
*Aku harap rindy menyukai kue buatan ku ini* dalam hati Karina yang gugup mendengar jawaban rindy nanti
"B...bagaimana rindy rasanya. Apa enak?"
"Eum.....gimana ya mengatakannya?"
"Eh? Rasanya tidak enak?"
"Tidak kok. Kue buatan mu rasanya sangat enak. Aku yakin jika kau menawarkannya pada yang lain mereka pasti akan mau mencoba kue buatan mu ini"
"Ya, terimakasih rindy. Tapi hadiah ku ini tak sebanding dengan hadiah dari temanmu sebelumnya."
"Siapa?"
"Perempuan yang memberikan mu novel tadi. Ku dengar itu novel kesukaan mu kan?"
"Oh, maksudmu Anna? Iya tadi dia sempat memberikan ku novelnya, dan aku juga menerima hadiah darinya."
"Jadi, begitu"
__ADS_1
"Tapi menurutku hadiah paling ku sukai itu adalah hadiah yang dibuat sendiri. Bukan hadiah dari hasil perbuatan orang lain."
"Eh? M....maksudmu?"
"Aku menyukai hadiah dari Karina. Meskipun kau bilang ini sangat sederhana, tapi menurutku ini hadiah yang luar biasa. Karena Karina yang membuatnya sendiri untukku. Pasti membuat kue yang seenak ini memerlukan banyak waktu kan? Dan menurutku waktu pembuatan itulah yang membuat hadiah ini terlihat mahal untukku. Sekali lagi terimakasih ya, Karina atas hadiahnya. Aku sangat menghargainya"
"E...eh? J...... jadi begitu ya? L.....lalu hubungan mu dengan perempuan yang memberikan mu novel itu,a...apa?" Tiba-tiba Karina menjadi gugup ketika menanyakan hal itu"
"Oh, itu. Kami hanya teman kok. Anna adalah teman ku saat SMP dan kebetulan sekali dia juga ada disini"
"Jadi begitu ya. Ternyata aku salah paham. Maaf"
"Apa Karina berfikir kalau aku dan Anna itu berpacaran?"
"Eh.....? T....tidak kok"
"Yah, meskipun aku dekat dengan perempuan yang lain atau sebagainya. Yang aku sukai dari dulu hanya Karina seorang, dan tidak ada yang lain"
"B ..... benarkah?eh.... M....maksudku apa itu benar?"
Karina hanya bisa terdiam sambil melihat wajah rindy yang tersenyum dari samping itu.
Sepulang sekolah, Rendy pulang sendiri tak ada yang menemaninya pulang kerumah. Dan didepannya ia melihat Lita yang sedang bersandar di bawah pohon yang ada didepan taman itu.
"Kenapa kau ada disini? Tidak pulang?" Tanya Rendy yang berhenti didepan Lita
"Kau sendiri? Apa kau pulang sendiri?"
"Yah, seperti yang kau lihat hari ini"
"Jadi begitu. Apa aku boleh berjalan disamping mu? Aku juga sedang menunggu seseorang tapi tak kunjung datang juga"
__ADS_1
"Kalau begitu baiklah, silahkan saja"
Lita dan Rendy berjalan bersama, tapi sepertinya mereka sama sekali tak bicara satu sama lain. Dan akhirnya Lita yang memulai pembicaraannya lebih dulu
"Ada yang ingin aku katakan padamu Rendy!!"
"Huh? Apa?"
"Kau tahu, aku sudah cukup mengenal mu sejak SMP dan aku juga tahu semua tingkah laku mu."
"Lalu?"
"Apa kau sama sekali tidak menyukaiku? Lalu selama ini kau menganggap ku apa?"
"Maaf, aku hanya menyukai mu sebagai teman saja, bukan dari arti yang lain. Lalu aku hanya menganggap mu teman saja tidak lebih dari itu"
"Jadi begitu ya. Kau sudah memilih orang yang kau sukai. Dan apa kau yakin kalau itu orangnya?"
"Memangnya kau tahu siapa yang aku sukai itu?"
"Aku tahu. Orang yang kau suka itu Diana kan?"
Rendy hanya terdiam mendengar jawaban dari Lita. Dan Rendy juga masih bingung, sebenarnya apakah ia benar-benar menyukai Diana atau tidak?
__ADS_1