Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 33: Perebutan hati


__ADS_3

Sepulang dari perlombaan, Karina dan Rindy kembali pulang kerumahnya dan sedang menunggu bus di terminal dekat sana


"Rindy! Ada yang ingin aku katakan padamu!"


"Hah..? Apa?"


"Apa kau puas dengan aku yang seperti ini?"


"Eh...? A...apa yang kau tanyakan Karina? A..aku tidak mengerti"


"Katakan saja! Apa kau puas dengan aku yang seperti ini!?"


"S...soal itu..a..aku" tiba-tiba Rindy menjadi gugup dengan apa yang Karina katakan tadi. Namun karena melihat wajah Karina yang berani itu, akhirnya Rindy pun menjawabnya.


"Aku akan menjawabnya seperti yang kau pikirkan saat ini."


"Hah? Yang aku pikirkan saat ini?"


"Apa kau sedang berharap kalau aku akan menjawab 'iya'?"


"T...tidak juga. A..aku hanya.."


"Yah...aku puas dengan Karina yang seperti ini. Karina yang menjadi seperti tipe ku yang aku idamkan sejak dulu." Tiba-tiba Karina menjadi malu mendengar jawaban dari pertanyaannya pada rindy.


*K...kenapa aku yang jadi gugup mendengar jawaban dari Rindy!?* Dalam hati Karina sambil menutupi wajahnya yang berubah merah itu karena malu.


"Jadilah Karina yang seperti ini!! Aku tidak ingin Karina menjadi orang lain. Jika karina memang menyukai olahraga maka sukai lah! Aku akan mendukung Karina selalu!!"


Rindy mengatakan hal itu sambil menunjukan senyum manis diwajahnya itu, dan membuat Karina semakin malu melihatnya dan semakin gugup untuk bicara apalagi.


Sementara itu, Rendy dan Diana pulang dengan berjala kaki karena jarak antara rumah mereka dengan sekolah cukup dekat.


"Hei!! Rendy! Apa tadi kau melihat aksi ku dilapangan? Ayolah...beri aku pujian agar aku semangat!!"


"Tidak. Aku tidak melihatnya."

__ADS_1


"Heh..? LALU KEMANA SAJA KAU TADI!!!?" Tiba-tiba Diana terbawa perasaan ketika Rendy mengatakan hal yang menurutnya menyakitkan.


"Kenapa tiba-tiba kau seperti itu? Bukankah kau sudah terbiasa ketika aku mengatakan hal itu?"


*Dasar tidak peka!! Padahal aku sudah melihat dia bermain selama babak berlanjut\, tapi dia tak pernah melihatku!!* Dalam hati Diana yang kesal dengan Rendy.


"Perlombaan ini berlangsung selama 4 hari ya.. aku penasaran siapa yang akan menang nantinya. Kira-kira rindy akan menang tidak ya" tiba-tiba Rendy menjadi lebih lembut dari sebelumnya, ini aneh..


"Sudahlah Rendy!! Lagipula menang dan kalah itu hal yang biasa. Yang terpenting kau harus yakin kalau kau akan menang!!"


"Benarkah?" Tampak biasa-biasa saja sepertinya.


Dua orang perempuan tiba-tiba menghampiri Rendy yang sedang berjalan dengan Diana itu, dengan membawa sebuah hadiah ditangannya.


"Apa kau Rendy pemimpin klub basket SMA 14?"


"Ya. Ada apa?"


"Tadi aku melihat pertandingan mu melawan sekolah lain dan itu sangat hebat. Kau mampu menciptakan 3 gol dalam satu babak kan?"


"Iyah, pokoknya seperti itu. Ah, kami ingin memberi mu hadiah. Ini terimalah." Memberi sebuah kado yang berukuran cukup besar ditangannya.


"Cukup besar, apa isinya?"


"Nanti kau juga tahu. Kalau begitu kami pergi dulu ya!!"


"I..iya, terimakasih ya hadiahnya"


Diana yang sejak tadi hanya berdiri dibelakang Rendy, tiba-tiba melihat kearah hadiah itu.


"Wah, besar juga. Ternyata kau memiliki fans yang banyak juga ya."


"Tidak juga kok. Aku bahkan tidak tahu mereka siapa"


"Jangan merendahkan dirimu seperti itu. Bukankah kau seharusnya senang karena ada banyak orang yang menyukai mu?"

__ADS_1


"Memangnya harus se-senang itu?"


"Jika tidak mengerti bilang saja!!!" Tiba-tiba diana berteriak seperti itu,dan tidak bicara lagi disepanjang jalan pulang. Dan sebuah persimpangan jalan,mereka bertemu dengan senior Fahrul yang juga baru pulang dari sekolahnya.


"Diana? Kau baru pulang?"


"Senior Fahrul? Ya aku baru pulang. Ada apa?"


"Kau pulang dengan siapa itu?"


"Ah, ini Rendy. Pemimpin klub sepakbola di SMA, senior tahu kan?"


"Ya,aku tahu. Lalu kenapa kalian berdua hanya diam saja sekarang?"


"Ceritanya panjang senior."


"Diana! Pulang dengan ku saja. Jangan dengan orang ini"


Senior Fahrul tiba-tiba langsung menggandeng tangan Diana dan berjalan berdampingan dengannya. Namun Rendy tidak tinggal diam, ia langsung menarik bahu senior Fahrul yang sedang berjalan


"Maaf senior. Aku tahu ini tidak sopan. Tapi Diana sedang pulang bersamaku. Apa senior tidak malu merebut seseorang saat perjalanan pulang?"


"Oh,jadi begitu ya. Aku pikir kau hanya mengabaikan Diana di sepanjang jalan pulang."


"Kami sedang hanya tak memiliki topik untuk bicara kok. Jadi,biarkan Diana pulang denganku saja"


"Tapi Diana yang memilih untuk pulang bersama ku"


"Oh jadi begitu."


Tiba-tiba Diana melepas genggaman senior Fahrul dan memilih untuk berjalan sendiri


"Maaf, mungkin lebih baik aku pulang sendiri saja. Lagipula rumahku sudah dekat dari sini."


Diana pun akhirnya berjalan pulang sendiri sambil memikirkan tentang kejadian sebelumnya. *Kenapa jadi drama seperti ini sih!? Padahal aku kan hanya bercanda* dalam hati diana yang seketika menjadi gugup mendengar perkataan mereka

__ADS_1


__ADS_2