
Rindy sedang berdiri di lorong kelas atas sambil memandangi langit yang ada disana, dan terus memikirkan tentang rendy
*kira-kira, apa yang rendy lakukan disana ya? Rasanya aku sangat merindukannya. Andai saja dia bisa dengar pertanyaan ku disini "bagaimana keadaan mu saat ini?" "Apa kau merasa bahagia disana" jika rendy mendengarnya aku harap ia bisa menjawabnya.*
"Dasar payah! Gak becus! Cengeng!" Kata seseorang dibelakangnya dengan suara keras
"Eh...? Barusan ada yang bilang aku payah dan cengeng?"
Rindy pun melihat kebelakangnya dan ternyata karina yang mengatakan hal itu tadi
"Karina? Sejak kapan kau disini?"
"Sejak tadi, aku terus mengikutimu karena aku takut kau tiba-tiba melakukan bunuh diri karena rendy sudah tidak ada"
"Tidak kok, aku tak akan melakukan hal yang sia-sia seperti itu"
"Kau masih bersedih ya? Matamu terlihat bengkak"
"Begitu ya? mungkin karena selama ini aku kurang tidur..."
"Apa kau masih ingat, saat hanya kau dan aku yang menjenguk rendy kerumah sakit?"
"Ya, aku ingat. Memangnya kenapa?"
__ADS_1
"Kalau tidak salah, saat kau pergi ketoilet ketika menjenguk rendy. Rendy bilang padaku *jika aku mati, kau tahu apa yang aku sukai dari hal itu? Ketika aku senang melihat rindy dengan wajah yang tak lagi ada orang yang menyamai wajahnya. Itulah yang kusukai dan membuatku senang. *itulah yang rendy katakan padaku"
"benarkah rendy mengatakan itu?"
Tiba-tiba saja rindy menangis dan menundukkan kepalanya. Tangannya gemetar ketakutan ketika karina mengatakan hal itu.
"Jujur saja, aku takut.....setiap harinya aku selalu merasa sendiri. Aku takut...semuanya tampak berbeda, semua yang aku lihat terlihat monoton, tidak berwarna seperti dulu lagi"
Karina tiba-tiba memegang kedua bahu rindy dengan kepalanya saling berdekatan dan dengan tatapan tajam
"Rindy! Lihatlah aku dan lihatlah mataku ini! Kau tidak perlu takut hanya karena kau kehilangan 1 orang saja. Aku berani bersumpah kalau kau akan menemui lebih dari seribu orang dimasa depan nanti, aku bersumpah!!"
*perkataan dan suara karina yang membentak itu, membuat ku yakin untuk maju. Apakah yang karina bilang itu akan benar-benar terjadi atau tidak meskipun karina sudah bersumpah!?*
Sementara itu pada jam istirahat pertama, diana mencoba untuk membaca surat dari rendy dikelas saja
"Aku tidak menemukan tempat agar aku bisa membacanya dengan tenang. Mungkin dikelas saja aku membacanya" sambil membuka surat itu dan mulai membacanya
"hai diana, bagaimana kabar mu hari ini? Aku harap kau baik-baik saja ya, karena sebentar lagi aku akan pergi.
Menurutmu ini pasti akan menjadi hal aneh bagimu dan bahkan sangat aneh bagiku. Anak laki-laki menulis surat untuk teman perempuannya sendiri. Apa menurut mu, pada hari-hari sebelumnya aku terlihat berbeda? Maaf ya, jika kau tidak suka perubahan ku saat itu, atau kau malah semakin suka padaku.
Saat itu, diawal bulan desember angin musim hujan sudah dimulai. saat aku masih kelas 1 SMP. Untuk pertama kalinya aku bertemu dengan mu. Meskipun hanya sebuah lirikan mata, aku sangat menghargainya. Saat itu kau sedang memerankan tokoh seorang putri salju dalam lomba teater antar sekolah itu kan? Aku akui akting mu sangat bagus dan ekspresimu membuat ku tersentuh. Itulah yang membuatku senang padamu, kau memiliki banyak kelebihan
__ADS_1
Oh iya, tolong sampaikan permintaan maaf ku untuk senior fahrul ya. Aku merasa tidak enak padanya karena selalu mengambil orang yang ia sukai. Jika kau penasaran siapa yang senior fahrul dan aku sukai, itu adalah kau diana. Kau terlihat cantik ketika beraksi dilapangan basket dengan membawa piala besar itu. Pastinya sangat berat ya membawanya. Dan juga, aku akan menitipkan rindy padamu ya, ia memang selalu makan sembarangan. Itulah yang membuat ia sering sakit-sakitan. Marahi saja ia jika memang sudah kelewatan tapi jangan sampai kau memukulnya ya. Itu akan membuat ia menangis.*
Dan juga untuk mu diana, terimakasih kue brownies yang kau berikan kemarin. Semuanya sudah aku makan sampai habis. Dan juga, kau jangan terus bermain basket dikelas mu ya, itu akan menyusahkan orang lain nantinya. Terimakasih ya, untuk 5 bulan yang berharga ini. Aku selalu ingin bilang kalau aku mencintaimu"
diana mulai meneteskan air matanya begitu melihat dan membaca surat dari rendy
"Rendy kau aneh, harusnya aku yang berterimakasih padamu tahu. Karena telah menyukaiku yang aneh ini" kata diana sambil menutup surat itu kembali.
Sepulang sekolah, diana berjalan pulang sendiri tanpa ditemani siapapun. Melihat diana yang pulang sendiri, senior fahrul langsung menggandengnya dan mengajaknya pulang bersama
"Jangan menganggap kalau kau sendiri diana! aku tau kau menyukai rendy tapi, masih ada aku disini"
"Eh....? Senior?"
"Jika menurutmu rendy itu lebih baik daripada diriku, maka aku akan mencoba untuk menjadi orang yang memiliki kelebihan dimatamu itu, diana!"
"Ah,... terimakasih senior. Aku menghargaimu dan terimakasih mau menemaniku hari ini"
"sekarang kau sudah percaya padaku?"
"ya, terimakasih senior!!"
Diana memeluk senior Fahrul dengan erat sambil menangis. didepannya Diana melihat Rendy yang sedang berdiri disana sambil tersenyum dan perlahan menghilang dari sana.
__ADS_1
------------selesai---------------------