
Di ruang kepala sekolah......
"Jadi rendy dan naufal kalian membuat kericuhan yang membuat meja dan kursi rusak. Saya bingung apa yang harus saya lakukan pada kalian."
"Ini semua salah naufal! Karena dia mematahkan tangan rindy seperti itu!!"
Rendy membentak dan naufal hanya terdiam mengetahui kalau semua itu adalah salahnya.
"Sudah rendy kita selesaikan dengan cara baik baik. Tak usah dengan cara kasar."
"Apa yang bapak pikirkkan!? Ini tak bisa dimaafkan!! Dia harus merasakkan apa yang rindy rasakan sekarang!"
"Cukup rendy!! Biar saya saja yang mengadili!"
Akhirnya rendy dan naufal di skors selama satu minggu. Dan ketika rendy keluar dari ruangan kepala sekolah terlihat diana yang sudah berdiri di depan pintu sejak tadi. Dan mendengar semua apa yang dibicarakan oleh mereka.
"Kenapa kau disini diana?"
"Aku sudah mendengarnya. Tenang saja aku akan merahasiakan itu semua."
Tanpa berkata kata lagi diana pun pergi, dan rendy pergi kerumah sakit bersama ibunya dengam menaiki kereta. Sesampainya dirumah sakit rendy terkejut melihat rindy yang duduk sendirian di kasur rumah sakit. Wajah rendy seketika menjadj khawatir tetapi berbanding terbalik dengan ibunya. Wajah ibu yang sudah berkeriput itu memperlihatkan kebenciannya pada rindy dan seakan akan ingin rindy segera pergi dari hidupnya itu.
"Rindy!? Apa kau sudah merasa baikan sekarang?"
"Yah...aku baik baik saja. Senang sekali melihat rendy dan ibu ada disini untuk menjenguk ku"
"Memangnya disini aku senang bisa menjenguk mu rindy!!? Jika bukan kerena permintaan rendy aku tidak akan kemari!!" Ibunya membentak rindy yang masih duduk di kasur itu. Dan rindy tak menjawab apa apa, ia hanya terdiam dan menerima semua perkataan ibunya.
__ADS_1
"Apa yang ibu katakan saat ini? Jika ibu memang benar benar tidak ingin menjenguk rindy kenapa tidak bilang pada ku saja!!?"
"Biarkan saja saat itu dia menjadi anak dari bibi mu saja. Aku benar benar tidak membutuhkannya!!"
"Ibu bilang ibu akan menerima rindy apa adanya tetapi kenapa ibu baru bilang sekarang!!?"
"Jika ibu tidak menerimaku tidak apa apa. Lagipula aku bisa tinggal dirumah bibi dan pindah kesekolah lain." Rindy menunduk mengatakan hal itu tangannya seketika gemetar ketakutan. Matanya mulai berair dan sempat mengusap matanya itu. Namun ibunya tetap tak mengasihini rindy meskipun ia sudah menangis seperti itu sambil merendahkan dirinya.
"Anak macam apa kau ini rindy!? Baru saja seperti itu sudah menangis. Kau terlalu mudah menangis maka dari itu kau selalu dipermainkan oleh teman teman mu itu!!"
"Ibu maaf, tolong dengan berat hati aku minta tolong ibu keluar dari ruangan ini!"
"Jadi begitu ya rendy! Kau mengusir ibumu sendiri!?"
"Bukan begitu tapi ibu hanya membuat rindy sedih disini."
"B..bukan aku tak bermaksud seperti itu!!"
"Jika ibu mau tetap disini tidak apa apa kok, ibu bisa menemani ku disini" ucap rindy dengan sangat lembut tersenyum pada ibunya. Tapi ibunya malah membalas dengan nada membentak dan keras pada rindy.
"Memangnya siapa yang mau mememanimu disini selain rendy disini!?"
"Sudah cukup ibu!! Sekarang ibu silahkan keluar dari ruangan ini"
"Baiklah kalau begitu ibu pergi!"
Ibunya pun pergi keluar dari kamar rindy. Dan rindy pun merasa terkejut tentang apa yang dilakukan rendy tadi.
__ADS_1
"Kenapa kau mengusir ibu rendy?
"Sudahlah kau tidak akan tahu alasannya"
__ADS_1