Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 17: Perasaan yang terlupakan


__ADS_3

Mendengar rindy yang dilarikan kerumah sakit, karina pun langsung menjenguk rindy dirumah sakit dan membawa sekeranjang buah ditangannya.


   "Rindy, apa kau sudah merasa baikan?"


   "Eh....karina, ya aku sudah merasa baikan sekarang."


  " dimana rendy?"


  "Dia pulang untuk mengambil bajuku. Bibiku terlalu khawatir padaku, sebenarnya aku sudah diperbolehkan pulang tetapi bibi menyuruhku untuk dirawat saja."


  "Kenapa seperti itu?"


  "Sejak kecil aku memang sering sakit sakitan. Dan tadi doter juga bilang mulai ada gejala yang aneh dalam tubuhku ini. Dan karena itulah bibi menyuruhku untuk tinggal disini."


  "Oh, jadi seperti itu."


 "Apa yang kau bawa itu karina?"


 "Tadi aku sempat membeli buah untukmu. Apa kau mau rindy? Akan aku kupaskan untukmu"


Karina pun mengupaskan sebuah apel untuk rindy dan menanyakan beberapa hal.


  "Kenapa sekarang ini kau sering sakit sakitan? Kemarin saat kau ekskul kakimu terkilir lalu yang sekarang tangan mu patah seperti ini. Aku penasaran dengan mu saat ini. Kenapa kau hanya diam saja ketika seperti itu?"


  "Ah..... itu karena suatu masalah yang akhirnya ada yang menang dan yang kalah, dan jika tak ada yang mau mengalah maka lebih baik aku saja yang mengalah pada mereka. Karena membuat semua orang senang, menurut ku itu hal yang paling luar biasa bagiku."


  Karina hanya diam saja sambil melihat senyum rindy yang sepertinya masih tenang tenang saja. Dengan wajah serius karina menolak apa yang dikatakan rindy.


   "Kau salah tentang memahami hal itu rindy. Karena kau jangan terlalu mengalah pada orang orang yang benar benar salah. Kau selalu mengalah dan tidak mau begerak maju. Itulah yang menyebabkan mereka semakin mengucilkan mu dan berani melawanmu. Yakinlah kalau kau itu kuat seperti rendy yang sekarang. Dia akan mengalah jika dia benar benar salah dan dia akan melawan jika dituduh bersalah. Jadilah seperti itu rindy."


   "Ah, terimakasih karina. Telah mau berbagi ceritamu padaku. Aku janji akan seperti yang kau katakan tadi."


Setelah itu karina hanya diam tak bicara. Dan karena malam harinya rendy datang untuk memberikan baju rindy, karina pun bergegas pergi.

__ADS_1


   "Yah karena rendy sudah ada disini, aku pulang dulu ya rindy"


   " iya karina, berhati hatilah."Karina pun pergi keluar dari kamar rindy


  "Kenapa karina ada disini?"


  "Tadi dia kesini untuk memberikan ku buah. Kau mau rendy?"


  "Tidak. Lagi pula itu kan untukmu"


  "Oh....iya tadi diana menelfon. Dia bilang sepulang sepulang sekolah dia ingin bertemu dengan mu."


  "Bertemu dengan ku? Untuk apa?"


  "Aku tidak tahu. Tapi, nada bicaranya tadi seperti orang yang sedang menahan tangis. Memangnya apa yang terjadi tadi sepulang sekolah?"


  "Tidak ada apa apa kok."


Keesokan harinya.......


Sepulang sekolah.....


"Jadi, apa yang mau kau bicarakan padaku diana.?"


  "Aku pikir kau tadi pergi kesekolah rendy."


 "Lanjut saja ke intinya aku meninggalkan rindy sendirian disana"


 "Maaf ya aku mengganggu waktumu. Tapi ada yang aku ingin katakan."


 "Apa?"


 "Mereka billang kau itu payah, sok kuat, ceroboh,konyol. Ternyata kau memang seperti itu, tanpa pikir panjang kau melukai semua hingga membuat mereka takut padamu."

__ADS_1


  "Memangnya siapa yang bilang seperti itu? Dan lagipula kenapa kau percaya perkataan mereka."


  "Banyak yang bilang seperti itu. Dan itu memang kenyataan nya!!'


Tiba tiba diana membentak dan itu membuat rendy marah.


   "Jadi aku datang kemari untuk mendengar hinaan mu itu!? Padahal aku telah tega meninggalkan rindy sendirian disana dan datang kemari hanya untuk mendengar hinaan mu itu!!"


   "B...bukan begitu rendy!!"


   "Mungkin lebih baik aku pergi saja dan kembali menemani rindy yang sendirian itu."


Rendy pun pergi kembali kerumah sakit untuk menemani rindy tetapi, saat rendy berjalan tiba tiba diana menggenggam tangan rendy. Tangan diana begitu gemetaran dan dingin. Sambil menangis diana mengatakan apa yang sebelumnya rendy tak memikirkannya.


   "Bukan itu yang sebenarnya ingin ku katakan padamu rendy."


  "Lalu apa?"


  "Aku menyukaimu rendy. Mungkin kau baru mengenal ku tapi aku sudah mengenal mu lebih lama melewati rindy yang sering berbicara dengan ku melewati telfon. Aku tidak pernah memiliki kesempatan untuk bicara denganmu. Kau selalu pergi dan pergi, sampai aku meminta rindy untuk memperkenalkan ku pada mu agar aku bisa bicara banyak dengan rendy yang kusukai itu."


Kemudian rendy hanya diam saja setelah diana mengatakan hal itu. Hanya ada wajah terkejutnya yang terlihat.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2