Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 15: Rahasia yang fatal


__ADS_3

"Kau Rendy kan? Aku berterimakasih pada mu karena mau menolongku. Terimakasih."


"Apa yang kau lakukan disini? Mengganggu ku untuk tidur?"


"Kenapa kau tidur disini?"


"Ah....itu bukan urusanmu. Lagipula siapa namamu?"


"Ah....oh iya aku lupa, namaku Risa dari kelas bahasa." Risa mengulurkan tangannya seakan-akan ingin berjabat tangan dengan Rendy


"Di kelas bahasa? Apa kau mengenal Diana?"


"Ah..Diana? Dia itu teman sebangku ku. Apa kau ini pacarnya?"


"Tidak kok. Lagipula siapa yang mau dengan si aneh itu "


"Memang Diana itu orang yang aneh?"


"Tidak juga."


"Tapi meskipun kau bilang seperti itu aku tetap tidak menyukainya. Kau tahu sejak SMP Diana selalu mengikuti kejuaraan basket tingkat sekolah bahkan tingkat nasional. Dia itu hebat dan tidak aneh! Dan sekarang dia sedang berusaha mewakilkan sekolahnya untuk kejuaraan basket tingkat provinsi! Diana itu hebat! Maka dari itu banyak yang menyukainya!"


"Iya iya aku dengar sudah sana pergi!" Seakan-akan ngedengerin padahal gak sama sekali.


"Kalau begitu aku pergi saja. Dan juga terimakasih atas pertolongan mu itu."


"Iya tidak apa apa"


Risa pergi kembali kekelasnya dan membuat Rendy memikirkan apa yang Risa katakan tadi


"Tadi dia bilang Diana orang yang hebat, dan pernah memenangkan kejuaraan basket. Tapi yang aku lihat dari sini dia seperti perempuan seperti biasanya. Memangnya apa yang mereka sukai dari Diana?"


Dalam hati Rendy yang melihat Diana sedang mengobrol dengan temannya itu dari kejauhan.


 

__ADS_1


 


  Sepulang sekolah......


 


 


  Sepulang dari sekolah rindy langsung menanyakan pada Rendy mengapa ia memakai seragamnya.


"Rendy kenapa kau memakai seragam ku?"


"Tidak kok. Tenang saja aku tidak melakukan apa apa di kelasmu"


"Jadi Rendy menggantikan aku pergi ke-sekolah? Tapi kenapa harus seperti itu!?"


"Aku hanya ingin membuatmu tenang disekolah, dan sekarang kau bisa tenang ketika kau sudah ada dikelas mu."


"Maksud Rendy apa?"


"Rendy katakan padaku apa alasanmu menggantikan ku pergi ke-sekolah!?"


"Sudah kubilang tidak apa apa."


Rendy selalu merahasiakan apa yang ia sedang lakukan. Baik itu kemarin atau hal yang sudah terlupakan ia selalu tak menceritakannya. Karena baginya ia harus menanggung bebannya sendiri tanpa ada orang lain yang ikut dibelakangnya.


 


 


Dua hari setelahnya........


 


 

__ADS_1


Seperti biasa rindy dan Rendy berangkat ke-sekolah bersama. Dan sesuatu terjadi ketika rindy sudah masuk kekelasnya dan duduk dikursinya. Begitu tahu kalau itu adalah rindy yang asli Naufal pun menghampirinya dengan rasa dendam yang masih mengganjal dipikirannya itu


"Hei Rindy. Apa kau ingat dua hari yang lalu kau tidak masuk kelas dan malah digantikan oleh Rendy?"


"Ah ...iya memangnya kenapa?"


"Saudara mu itu, orang yang sangat ceroboh dan payah!"


"Apa?"


Naufal pun langsung memukul wajah Rindy hingga menabrak meja dan kursi.


"APA KAU TAHU! LAGI LAGI SAUDARAMU ITU MEMPERMALUKAN KU DITEMPAT UMUM SEPERTI INI!!?"


"a...aku tidak tahu itu!"


"BODOH!! MEMANGNYA SAUDARAMU ITU TIDAK MEMBERITAHU MU!?"


Suara Naufal semakin keras membentak Rindy yang membuat suasana kelas itu semakin ricuh. Mendengar kericuhan di kelas Rindy, Rendy pun langsung pergi kekelas itu dan melihat apa yang terjadi. Dan setelah melihatnya ternyata rindy dipukuli habis-habisan oleh Naufal yang tenggelam karena amarahnya. Ketika Rendy sudah memasuki kelas Rindy, dan membantunya untuk berdiri rindy mengeluh kesakitan pada tangan kanannya itu.


"Rendy...maaf. aku rasa tangan ku patah karena tertimpa meja."


"Patah!?"


Rendy terkejut mendengar hal itu dan menyuruh Rindy untuk duduk kembali


"Kurang ajar! Siapa pun yang melukai rindy tak akan aku maafkan!"


Rendy membanting meja yang ada didepannya itu dan melempar sebuah kursi ketembok hingga kursi itu rusak.


"Memangnya kenapa Rendy!? Ini adalah balasan karena telah mempermalukan ku berkali kali kan"


"Mempermalukan apa? Memangnya aku pernah membuatmu kehilangan satu tanganmu atau membuat tangan mu patah!? Dasar tidak tahu malu! Padahal sudah kukalahkan berkali-kali tapi kau masih saja memukuli orang lain. Sekarang akan aku beri pelajaran kau!!"


Rendy pun memukuli wajah Naufal dan Naufal pun juga membalas dengan balasan yang sama hingga akhirnya 3 orang guru datang yang salah satunya membawa rindy kerumah sakit dan 2 guru lainnya membawa Rendy dan Naufal pergi ke ruangan kepala sekolah.

__ADS_1


__ADS_2