Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 6: Kuat seperti dirinya


__ADS_3

Mereka pun memasak ikan yang diberikan anak kecil tadi dan memakannya bersama.


  "Wah.....bukankah ikan ini terasa enak.....iya kan Rendy!!!"


  "Ah....iya."


  "Tak aku sangka mereka akan memberikan ikannya pada kita ya....."


  "Oh. Iya ngomong ngomong soal itu, sejak kapan kau bisa seakrab itu pada anak kecil tadi?"


  "Hah....? Soal itu...aku rasa aku mulai bisa akrab dengan anak kecil saat aku masih tinggal bersama bibiku. Setiap hari ada saja tetangga yang menitipkan anak mereka padaku. Aku juga tidak tahu kenapa mereka menitipkan anak mereka padaku."


  "Mungkin.....itu berarti hatimu lembut rindy."


  "Hatiku lembut? Benarkah!!!?"


  "Tidak juga."

__ADS_1


Keesokan harinya.......


Saat itu Karina sedang berjalan dilorong lorong kelas dengan membawa sebuah minuman ditangannya, tapi karena melamun ia menabrak seorang lelaki berbadan besar dan menumpahkan minumannya pada baju seragam lelaki itu hingga membuatnya kotor


  "Apa kau...tak melihat kemana arah mu berjalan?" Suara lelaki itu begitu keras, hingga membuat Karina yang melihatnya ketakutan.


  "M....maaf aku tak sengaja."


  "Bersihkan!!"


  "Hah......?"


  "Karina!! Jangan dibersihkan lagi."


 "Rindy!!?" Karina terkejut melihat Rindy disamping nya itu dengan memegang tangannya yang sedang membersihkan baju lelaki itu. Melihat hal itu membuat lelaki itu semakin marah.


  "Apa yang kau lakukan!!?"

__ADS_1


  "Maaf Biar aku saja yang membersihkannya. Mungkin tadi Karina sedang melamun dan tak sengaja menabrak mu jadi maafkan Karina ya" Rindy tersenyum dan berusaha meyakinkan lelaki itu, tetapi lelaki itu malah bertambah marah dan memukul wajah Rindy.


  "Kau pikir maaf saja cukup ya..?"


  "Kau kasar sekali ya, Padahal aku bicara lembut tadi dan sama sekali tak memukulmu."


  "Ah.....rindy sudahlah j...jangan melakukan hal yang lebih jauh lagi." Karina berusaha menenangkan rindy pada saat itu. Rendy yang melihat hal itu dari jendela kelasnya,dan ketika melihat Rindy dipukuli oleh lelaki itu langsung menghampirinya dan memukul wajah lelaki itu.


  "Kau terlalu mudah dimanfaatkan oleh orang lain Rindy!!" Wajah Rendy terlihat kesal saat itu, ketika melihat kearah rindy.


   "Oh.....ternyata Rendy dari kelas IPS itu ya ...BERANINYA KAU MEMUKULKU!!!" lelaki itu pun kembali memukul Rendy namun pukulannya berhasil Rendy hindari dan Rendy pun membalas dengan membanting lelaki itu kelantai yang membuat semua orang disana terkejut melihatnya. Karena ketakutan lelaki itu pun pergi tanpa kata kata.


  "Rindy!! Jadilah kuat! Dan jangan mudah dipermainkan oleh orang lain. Aku tidak ingin memiliki saudara yang lemah seperti mu." Wajah Rendy masih memperlihatkan kekesalan pada rindy dan lelaki tadi, hingga ia pergi.


  "Kau tidak apa apa rindy? Wajah mu terluka, aku antar ke UKS ayo." Karina pun menghantarkan Rindy ke UKS dan mengobati luka yang ada diwajah rindy


  "Tadi itu......aku merepotkanmu ya? Maaf sampai membuatmu terluka seperti ini." Terlihat wajah penyesalan Karina sambil mengobati luka yang ada diwajah rindy.

__ADS_1


  "Tidak apa apa Karina. Aku baik baik saja. lagi pula aku harus meminta maaf pada Rendy karena tadi itu."


__ADS_2