
Sepulang sekolah, Diana menjenguk rindy dan pulang bersama Rendy. Dijalan menuju rumah mereka, Diana sempat memikirkan ingin membeli barang yang rindy sukai. Diana terlihat ragu jika menanyakan hal itu pada Rendy
"Hei, Rendy! Menurut mu, benda apa yang Rendy sukai atau makanan yang dia sukai?"
"He.? Benda yang Rindy sukai?"
"Ya, apa kau tahu!?"
"Ng ...? Sepertinya sama sepertiku. Dia menyukai benda yang sama seperti ku "
"Eh.....? Yang benar saja?"
Diana pun akhirnya memutuskan untuk membelikan rindy sekeranjang buah, namun setiap kali Diana memegang buah Rendy selalu bilang kalau rindy tak menyukai buah yang Diana pegang.
"Hei, Rendy! Apa menurutmu rindy itu menyukai buah apel?"
"Tidak. Rindy tak menyukai buah yang berwarna merah menyala seperti itu"
"Bagaimana kalau jeruk manis ini?"
"Rindy juga tidak menyukai jeruk. Karena malas untuk mengunyah nya."
"Lalu bagaimana dengan buah mangga ini?"
"Ribet!, Mangga itu harus dikupas dulu baru bisa dimakan."
Diana mulai kesal dengan apa yang dibicarakan Rendy itu tidak masuk akal. Diana pun melemparkan buah yang ia pegang tadi kearah wajah Rendy yang menyebalkan itu.
"SEBENARNYA APA YANG RINDY SUKA,!!!!!!!????" teriak Diana yang membuat semua orang disana melihat tingkah mereka yang menurut mereka aneh itu. Dan akhirnya Diana pergi menjenguk rindy tanpa membawa apapun.
Sesampainya dirumah mereka, terlihat Karina yang sudah ada sejak tadi menemani rindy yang sendirian itu.
__ADS_1
"Rendy kenapa kau pulang telat?, Lho Diana juga ada disini" tanya rindy dengan penasaran apa yang Rendy lakukan sepulang sekolah sampai ia bisa pulang setelat itu.
"Ini semua karena Diana! Dia bilang dia ingin memberikan mu sesuatu kesukaan mu, tapi dia kelamaan belanjanya, seperti cewek aja."
"TAPI KAN SEMUA BERAWAL DARIMU, AKU HANYA BERTANYA APA YANG RINDY SUKAI TAPI KAU MALAH JAWAB YANG ANEH-ANEH!!!" teriak Diana didepan wajah Rendy
"TAPI MEMANG ITU KENYATAANNYA!!" Rendy membalas teriak diwajah Diana
"KAU YANG DULUAN!!!"
"KAU!!!"
"KAU!!!"
"Eh....sudahlah Rendy, Diana jangan berkelahi disini." Karina berusaha menenangkan mereka berdua. Dan secara bersamaan mereka menjawab .
"DIAMLAH!!!”
"eh..?"
"Sudahlah aku mau pulang saja. Karina apa kau mau ikut pulang bareng?"
"Iya. Tunggu aku akan merapihkan buku ku dulu."
"Ya. Kalau begitu aku pulang dulu. Rindy kau cepat sembuh ya."
"Ya, terimakasih Diana."
"Diana!" Tiba-tiba Rendy memangil Diana yang sudah keluar dari pintu itu, dan diana pun menoleh kearahnya.
"Ada apa Rendy?"
__ADS_1
"Kalau mau menjenguk rindy, bilang ya. Beri aku waktu untuk kabur dari rumah." #maksudnya gak mau diganggu
"Ya. Baiklah aku akan mengabarinya jauh jauh hari. Agar kau punya waktu leluasa untuk kabur dari rumah." #maksudnya membuat Rendy tinggal di jalanan.
"Iya iya baiklah, Diana ayo kita pulang saja... Rindy cepat sembuh ya!!!" Karina menarik Diana pulang.
"Ya, Karina terimakasih"
Saat perjalanan pulang, ada sesuatu yang membuat Diana penasaran tentang Karina yang bisa sangat dekat dengan rindy dan Rendy
"Hei, Karina. Kenapa,kau bisa begitu dekat dengan mereka berdua?"
"Mereka berdua?"
"Maksudku, Rendy dan Rindy. Kenapa Kau begitu dekat dengan mereka?"
"Eh... Eum, sebenarnya aku sudah mengenal mereka sejak SD sih."
"Memangnya, bagaimana mereka saat itu?"
"Dulu, mereka seperti saudara kembar yang tak saling kenal. Rendy dulu orangnya sangat ambisius dan sedikit agak nakal pada rindy."
"Eh,? Dulu Rendy anak yang nakal?"
"Ya, tapi semenjak dia tahu kalau Rindy adalah saudara kembarnya,Dia menjadi berubah. Rendy selalu mengawasi Rindy, dan tak pernah berbuat nakal lagi."
"Jadi, begitu."
"Tapi sebenarnya Rendy orang yang baik. Semua orang hanya melihat tingkahnya dari luar saja, tapi tak pernah melihatnya lebih dalam lagi."
"Ya."
__ADS_1
"Kenapa kau menanyakan hal itu?"
"Ah..tidak ada apa-apa kok."