Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 8: Teman baru rendy


__ADS_3

"yah.....Rendy kenalkan ini Diana dari kelas bahasa dan Diana kenalkan ini Rendy dari kelas IPS 1."


"Jadi....ini yang namanya Rendy? Tak seperti yang mereka bilang kemarin??"


"Hah? Memangnya ada yang selalu membicarakan Rendy?" tanya rindy


"Tidak kok, aku hanya sebagai penguping mereka saja."


"Kalau begitu kalian aku tinggal ya, ada tugas yang harus aku kumpulkan hari ini juga. Diana aku percayakan padamu ya, Rendy!!"


Rindy pun pergi meninggalkan Rendy dan Diana yang masih terdiam tak bicara disana. Diana pun semakin kesal pada Rendy yang hanya diam saja dan Diana akhirnya memutuskan untuk bicara duluan.


"Hei....Rendy!! Kau tidak suka ketika bertemu denganku ya?"


"Tidak juga sih"


"Kau sedang memikirkan sesuatu ya? Matamu, terlihat mendung."


"Mataku terlihat mendung, apa maksudmu?"


"Mungkin kau bisa membohongi mereka melalui semua ekspresi yang kau tunjukan tapi, tak ada yang bisa kau bohongi melewati cahaya dari matamu itu "


"Apanya?"


"Yah.... sepertinya aku tertarik pada mu Rendy."


"Tertarik padaku?"


" Ya...aku ingin bertemu dengan mu lagi, jika boleh."

__ADS_1


Seorang pria besar dan tinggi bernama Fahrul kelas 2 IPA 1 yang tiba-tiba melemparkan bola basket yang Diana mainkan itu kearah kepala Diana yang sedang mengobrol dengan Rendy disana.


"LO NGAPAIN DISINI!!? DIANA!!!" teriak senior Fahrul


"S....senior Fahrul......a...aku bisa jelaskan nanti kok!!?"


"GAK ADA ALASAN NANTI CEPET BALIKIN NIH BOLA!!"


"b....baik!!"


Diana pun mengembalikan bola yang tadi ia mainkan. disaat senior Fahrul berpapasan dengan Rendy saat berjalan, mereka saling menatap dengan tatapan tajam mereka dan seperti saling membenci satu sama lain.


   Sepulang sekolah........


Rindy akhirnya menceritakan semua kejadian yang ada di kelas atas tadi pada Karina.


"he...? Kau memperkenalkan seseorang pada Rendy?"


"Lalu dimana Rendy sekarang? Kenapa dia selalu tak pulang bersamamu?"


"Tadi dia bilang kalau dia harus mengerjakan sesuatu saat pulang sekolah, makanya ia sangat terburu buru tadi."


"Memangnya kau tidak tahu apa yang selalu ia lakukan selama pulang sekolah?"


"Rendy selalu tak menceritakan hal itu. Ia selalu merahasiakannya."


"Memang nya Rendy orang yang sesibuk itu sampai mengabaikan saudaranya."


"Tidak! Aku tidak keberatan jika selalu pulang sendiri tanpanya karena aku menghargai apa yang ia lakukan sampai saat ini!!"

__ADS_1


"Rindy...kau orang yang sangat polos dan lucu ya, pantas saja aku menyukaimu."


"Heh...? Menyukaiku?"


"Tidak kok bukan apa apa"


Sementara itu Rendy yang sedang berjalan pulang melewati sebuah taman bermain yang sedang dipenuhi oleh anak anak itu, tepatnya dibawah pohon ia melihat diana yang sepertinya sedang menunggu seseorang disana. Awalnya Rendy mengabaikan hal itu dan lanjut berjalan, tetapi Diana melihat Rendy yang berdiri didekatnya dan langsung menoleh kearahnya.


"Yo!!....Rendy! Kita bertemu lagi ya!"


"Kau sedang menunggu siapa memangnya?"


"Aku sedang menunggu Rendy untuk datang kemari."


"Menunggu ku?"


" Iya! Saat aku bermain di taman ini dengan adikku, aku sering melihatmu berjalan pulang melewati jalan yang sama dan arah yang sama. Karena itu aku memutuskan untuk menunggumu disini."


"Untuk apa menungguku?"


"Seperti yang kukatakan tadi, aku ingin bicara lagi dengan rendy."


"Aku sudah lupa soal itu." kata Rendy sambil melanjutkan berjalan dan diikuti oleh Diana dibelakangnya


"Aku ingat apa yang mereka bilang tentang mu, kau orang yang sangat terkenal dikelasmu dan kau banyak disukai oleh para gadis di kelasmu. Tapi kelemahanmu adalah kau tidak bisa menunjukan sisi lembutmu pada mereka. Itu sebabnya banyak anak-anak yang takut ketika melihatmu "


"Siapa yang selalu membicarakanku?"


"Begitu banyak, aku bertemu dengan orang yang pernah dekat denganmu, mereka menceritakan semua tentangmu dan yang paling selalu mereka bilang adalah, Rendy itu orang yang sangat baik sebenarnya. Hanya saja ia tak mau memperlihatkan sisi lembutnya. karena itulah.... Aku ingin membuat Rendy tersenyum seperti dulu."

__ADS_1


Rendy terkejut dengan apa yang Diana katakan tadi dan hanya bisa terdiam saat itu. Matahari saat terbenam sangat indah ya. Cahaya oranye itu terlihat jelas dimata Diana saat itu. angin yang membawa dedaunan kering membuat pengalaman saat bertemu dengan teman baru menjadi tak terlupakan


__ADS_2