Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 53: Wajah pucat


__ADS_3

Malam harinya, Karina sempat memikirkan apa yang terjadi tadi di kafe tadi itu. wajahnya memerah melihat keluar jendela.


"Yang tadi itu, apa benar Diana nembak Rendy? Diana ternyata orang yang kuat dan berani ya. Padahal Rendy itu memiliki wajah yang tidak ramah, tapi Diana sudah berani menembaknya. Jika aku bisa melakukan seperti apa yang Diana lakukan dan katakan pada Rendy, mungkin sejak dulu, rindy sudah menjadi milikku. Ah.....tapi setelah aku pikir lagi, sepertinya rindy tidak pernah berfikiran sampai kesana. Bahkan sepertinya ia tidak tahu apa itu pacaran. Apa aku harus ajari dia, ya?"


Sementara itu dirumah Rendy dan Rindy, sepertinya mereka kedatangan tamu yang istimewa bagi mereka


"Wah, lihat Rendy! Bibi datang kemari!" Kata Rindy sambil menggandeng bibinya yang baru saja masuk kerumah mereka


"Eh, bibi? Kenapa datang tiba-tiba?" Tanya Rendy sambil menyiapkan makanan dimeja


"Bibi hanya merindukan keponakan bibi saja. Oh, iya apa kalian sudah makan? Bibi membawakan makanan untuk kalian. Dimakan ya" kata bibi


"Ya. Terimakasih bibi sudah repot-repot membawakan makanan kemari. Aku dan Rendy pasti akan memakannya" kata Rindy


  Bibi pun melihat ke wajah Rendy dan terkejutnya ia melihat wajah Rendy yang begitu pucat dan terlihat lesu


"Lho? Rendy? Kenapa wajahmu pucat seperti itu? Apa kau sakit?" Kata bibinya sambil memegang pipi Rendy yang pucat itu


"Eh? Aku baik-baik saja kok bibi. Mungkin hanya perasaan bibi saja" kata Rendy


"Tidak. Bibi benar kok. Wajah mu memang terlihat pucat kok Rendy. Apa kau kurang istirahat? Atau kau kurang makan Rendy?" Kata bibinya dengan wajah khawatir

__ADS_1


"Iya, bibi benar Rendy. Wajahmu memang terlihat pucat, besok kau tidak usah sekolah saja. Biar aku saja yang mengizinkan mu pada guru nanti" kata Rindy


"Aku tidak apa-apa, tenang saja. Besok aku yakin pasti wajahku akan segar lagi seperti semula" kata Rendy


"Tapi, jika Rendy sudah merasa sakit, bilang ya pada bibi. Jangan suka menyembunyikan keadaan mu saat ini ya. Kalian tahu, bibi sangat menghawatirkan kalian" kata bibi


"Kami akan baik-baik saja bibi. Tenang saja" kata Rindy


2 hari setelahnya....


Saat itu Diana dan yang lainnya sedang berlatih bermain basket dilapangan. Dan ketika Diana sedang membicarakan sesuatu pada senior Fahrul, seorang perempuan yang kemarin tak sengaja menabrak senior Fahrul datang menghampiri senior dengan membawa sekantung permen aneka rasa untuk diberikan pada senior Fahrul


"Eh? Siapa ini?" Tanya senior Fahrul


"Ada apa, Vania kemari?" Tanya Diana yang juga ada didepannya


"Eh? Kau mengenalnya Diana?" Tanya senior Fahrul yang terkejut melihat mereka berdua yang begitu akrab


"Eh? Memangnya aku belum pernah memperkenalkannya ya?"


"Setahuku kau tidak pernah memperkenalkan ku pada orang lain" kata senior Fahrul

__ADS_1


"Iya iya baiklah. Senior Fahrul kenalkan ini Vania putri kelas 10 IPA 1. Dan Vania kenalkan ini senior Fahrul, dia adalah ketua dari tim basket yang sekarang"


"Ah, jadi namanya senior Fahrul ya. Senior orang yang kemarin tak sengaja aku tabrak kan?" Tanya Vania dengan terkejut


"Maaf, aku lupa soal itu" kata senior Fahrul


"Iya itu benar! Sebagai permintaan maaf ku. Tolong terimalah hadiah dari ku." Memberikan sekantung permen yang ia pegang tadi


Senior Fahrul pun menerima pemberian dari Vania dan mencoba memakannya. Diana yang melihatnya sejak tadi, begitu heran ketika melihat mereka berdua seperti sudah kenal sejak dulu


"Kalian berdua begitu akrab. Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Diana yang begitu penasaran dengan mereka berdua


"Tidak kok aku---"


"Iya! Aku dan senior Fahrul pernah bertemu sebelumnya. Yah awalnya sih sebuah kecelakaan kecil saja, tapi saat Diana memperkenalkan namanya aku dan senior Fahrul seperti sudah kenal sebelumnya" kata Vania


"Oh, kalau begitu kalian berdua aku tinggal sebentar ya. Nanti aku akan datang lagi!" Kata Diana sambil berlari keluar lapangan basket


"Eh... Diana? Kenapa pergi!!" Tanya senior Fahrul yang mencoba mengejarnya


"Lho? Senior mau pergi kemana? Vania ikut ya!"

__ADS_1


__ADS_2