DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 11


__ADS_3

Reva memegang dadanya yang masih berdebar kencang,bahkan wajahnya masih semerah tomat,hangatnya bibir Tristan yang menempel di keningnya masih dia rasakan, beberapa kali ia mengusap bekas bibir itu namun rasanya tak mau hilang.


Namun kebahagiaan Reva sepertinya tidak berlangsung lama sebab saat ini sudah ada kecoa tiga sekawan yang menghadang langkahnya.


"Wah...wah...wah...kayaknya ada yang lagi berbunga bunga nih,sepertinya sekarang sudah beralih perofesi jadi simpanan pria hidung belang, gimana rasanya tidur sama Om Om, pasti puaskan? yang pastinya duitnya banyak,bisa minta apa aja pasti di kasih."


"Siapa yang kalian bilang simpanan?, jangan sembarangan kalau ngomong."


"Kenapa kamu marah,memangnya kamu merasa jadi simpanan, kalau di pikir-pikir ya wajarlah kamu jadi simpanan soalnya kamu sekarang sudah melarat,kalau tidak menggoda pria hidung belang mana bisa kamu bergaya seperti sekarang,dan aku lihat tadi kamu turun dari Mobil mewah,dari mana lagi kamu bisa dapetin pasilitas semewah itu kalau bukan dari Om Om tajir iya gak?." Mira kembali berbicara yang membuat telinga Reva panas.


"Mira sebaiknya kamu urus saja hidupmu sendiri tidak perlu mengurusi hidupku,bukan kah kamu bilang tidak mau lagi berteman denganku,lalu kenapa kamu masih saja menggangguku."


"Aku belum puas sebelum melihat hidupmu benar benar hancur Reva,kamu mau tahu apa alasan ku melakukan ini,selama ini aku muak berteman dengan mu,aku benci sikap polos mu,kamu sudah merebut Adit dariku,Kamu tahu kalau aku menyukai Adit tapi kenapa kamu masih saja mendekatinya Reva?,sudah cukup selama ini aku mengalah sama kamu,sekarang saatnya aku membalas rasa sakit hatiku."


"Tunggu,kamu bilang apa?aku mendekati Adit,silahkan tanya sama orangnya langsung siapa yang mendekati siapa,dan satu lagi aku peringatkan,jangan lagi mencampuri urusanku,karena aku bukan lagi temanmu,"Minggir !".


Reva mendorong tubuh Mira hingga terhuyung ke belakang kemudian dia melangkah pergi,namun baru beberapa langkah tangannya kembali dicekal,Reva menoleh ternyata Mira kembali mengejarnya,wajah Mira terlihat memerah menahan marah," Mau apa lagi,apa kata kata ku tadi masih kurang cukup,jangan lagi ganggu aku!''


"Kamu sudah berani mendorongku,kamu belum tahu siapa aku,kalau aku mau detik ini juga kamu bisa ditendang dari Kampus ini,apa kamu lupa siapa pemilik Kampus ini?,hanya dengan menelpon Ayah ku saja maka kamu akan langsung di keluarkan dari sini."

__ADS_1


"Silahkan,kamu hubungi siapa pun itu, aku tidak takut,karena aku tidak salah,kamu yang selalu membuat masalah dengan ku." Tantang Reva meskipun nyalinya sedikit menciut sebab dia tahu pengaruh Ayah Mira cukup kuat.


Mira segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ayahnya namun sudah beberapa kali panggilan tidak juga tersambung.


"Kenapa?tidak direspon? apa jangan jangan Ayahmu sekarang lagi dalam masalah besar,soalnya aku dengar Perusahaan di tempat Ayah mu berkerja saat ini sedang melakukan rapat,Presdir ingin mencari tahu siapa dalang di balik penggelapan Dana yang menyeret nama Ayahku, jadi berhati hatilah siapa tahu setelah ini kamu yang akan hidup melarat." Reva berbicara sembari menyapukan jari tangannya ke baju Mira,seolah-olah ingin menyingkirkan kuman yang ada di sana.


Mendengar ucapan Reva membuat nyali Mira menciut,berbagai pikiran buruk menghampirinya,sebab dia tahu apa yang diperbuat Ayahnya selama ini di Perusahaan tempat Ayahnya berkerja.Tampa pikir panjang Mira segera berlalu dia ingin memastikan apakah ucapan Reva benar adanya.


Reva tersenyum puas melihat wajah pucat Mira.


...****************...


Sementara itu di dalam Ruang rapat,terlihat wajah tegang dari semua orang yang ada di sana.Kedatangan Tristan membuat orang-orang yang ada di ruangan itu mendadak panik, ada beberapa orang yang tampak mengelap keringat di dahi mereka,bahkan sesekali mengambil napas panjang.Apalagi saat Tristan mulai membuka suara.


"Apa selama berkerja kalian hanya tidur,atau memang kalian memang tidak pernah berkerja hanya makan gaji buta?." Suara bariton Tristan menggema dalam ruangan,membuat para staf bertambah panik.


"Pak burhan tolong jelaskan bagaimana sistem Pemasaran yang anda lakukan selama ini,mengapa data yang saya periksa tidak sama dengan data yang anda buat,apakah salah satu tim anda ada yang berkhianat,atau anda sendiri pelakunya?."


"Begini Tuan Tristan, saya bisa jelaskan" Pak Burhan yang merupakan meneger pemasaran sekaligus ayah dari Mira,Dia terlihat gugup bahkan nada bicaranya terdengar bergetar.

__ADS_1


"Apa yang ingin anda jelaskan,semua laporan palsu yang anda buat sudah ada di tangan saya,bahkan rekaman Cctv yang ada di ruangan anda sudah bisa menjadi barang bukti dari tindak kejahatan anda." Wajah Pak Burhan Terlihat pucat,bahkan tampa diminta dia bangkit dari tempatnya duduk lalu berlutut di lantai dengan dua telapak tangan bersilang di dada.


"Saya minta maaf Tuan,jangan hukum saya,saya akan bertanggung jawab dan akan mengembalikan uang yang saya ambil,tapi saya mohon jangan laporkan saya ke polisi Tuan." Pak Burhan terlihat putus asa dia bicara sambil tertunduk,ada perasaan malu dan takut berkumpul jadi satu.


"Pak Burhan saya senang karena tampa saya minta anda sudah mengakui semuanya,yang saya mau sekarang anda beritahu saya siapa yang menyuruh anda melakukan ini,sebab saya yakin anda tidak berkerja sendiri,pasti ada dalang dibalik semua ini.Bila anda mau hukuman anda diringankan maka beritahu saya yang sebenarnya."


Di saat suasana masih tegang ponsel Tristan berbunyi ada notifikasi pesan masuk ,dia segera membuka pesan dari orang yang dia perintahkan untuk menjaga Reva,setelah melihat pesan tersebut emosi Tristan makin meledak,kemarahannya menjadi berkali kali lipat, "Kenapa Ayah dan Anak sama saja membuat emosiku mendidih". Tristan terlihat mengepalkan tangannya.


Lalu dia memerintahkan Roy untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat hidup Mira hancur,seperti yang sudah dilakukan Burhan terhadap hidup Reva dan Mertuanya.


" Pak Burhan, sepertinya saya harus merubah keputusan saya,tawaran yang baru saja saya berikan terpaksa saya batalkan,karena bukan hanya anda yang membuat kesalahan di sini,tapi juga putri anda sudah melakukan hal yang membuat saya murka."


Pak Burhan terlihat bingung dia berusaha mencerna kata-kata Tristan namun tidak juga menemukan jawaban, "Baik Pak Burhan saya beri bocoran sedikit,putri anda sudah berani membuat hidup istri saya tidak nyaman,dia terus mengganggu istri saya jadi anda yang akan menanggung semua perbuatan buruk putri anda."


Tampak wajah terkejut dari semua orang di sana, mereka bertanya tanya kapan dia menikah?kenapa menyebut istri,siapa gadis yang dinikahinya,bukankah dia trauma dengan masa lalunya?,sosok gadis yang menjadi istri Tristan membuat mereka penasaran,hanya Pak Ahmad dan Presdir yang tidak merasa terkejut.


"Maaf Tuan Tristan,saya mohon maafkan putri saya,jangan hukum saya Tuan." Burhan kembali menghiba namun tidak mendapatkan tanggapan dari Tristan.


"Roy cepat hubungi polisi,jebloskan brengsek ini ke dalam penjara,buat dia menyesal karena sudah berkhianat terhadap orang yang memberinya hidup."

__ADS_1


Usai bicara begitu Tristan segera bangkit,sekarang tujuannya adalah Kampus Reva, dia akan membuat perhitungan kepada orang yang sudah berani mengganggu istrinya.


**Bersambung**........


__ADS_2