
Meski berat rasa di hati tapi Fani tetap berusaha untuk kuat,tidak mudah untuk hidup dalam kepura-puraan namun Fani sadar,kalau bukan dia yang mengakhiri kejahatan suaminya siapa lagi yang bisa?.
Perbuatan Baskoro sudah melampaui batas,bukan hanya satu atau dua orang yang menjadi korban dari keserakahannya, tidak menutup kemungkinan dia dan Aditya akan menjadi korban selanjutnya.
mulai hari ini Fani menjalankan aksinya,tetap berpura-pura baik dan bergantung pada Baskoro,masih berpura-pura mengkonsumsi obat yang diberikan oleh Dokter kepercayaan Baskoro, Hidup dalam kepura-puraan sangat menyiksa tapi dia harus menjalankan peran tersebut kalau dia mau selamat,dan berhasil dalam membalaskan dendam.
Fani sudah berhasil menjadikan Reno sebagai sekretaris pribadi Baskoro.
"Kenapa kamu ingin sekali menjadikan dia sekretaris pribadiku,apa alasannya" Tanya Baskoro di saat Fani menyampaikan niatnya.
"Aku tidak memiliki alasan khusus, aku melakukan ini karena aku sangat mengkhawatirkan kesehatan mu Mas,aku lihat pekerjaanmu selalu menumpuk,terkadang kamu tidak ada waktu untuk beristirahat, apa lagi sekedar memperhatikan aku,kamu sudah tidak ada waktu untukku Mas." Ucap Fani dengan mata yang mengembun.
"Jadi karena itu kamu ingin mencarikan aku sekretaris pribadi?" Ucap Baskoro seraya mengecup wajah dan mata Fani.
"Iya Mas,aku perhatikan Reno orangnya bisa dipercaya,dia juga pintar,tangkas dan juga jujur,sangat cocok untuk menjadi sekretaris pribadi mu."
"Baiklah kalau mau mu seperti itu,aku tidak akan menolak,asal kamu senang aku tidak masalah."
"Terima kasih Mas,kalau kamu sudah punya sekretaris pribadi tentunya pekerjaan mu sudah ada yang menggantikan,jadi kamu ada banyak waktu untuk menemaniku."
"Iya sayang aku janji mulai sekarang aku akan lebih memperhatikan mu." Cup Baskoro mengecup kening Fani,lalu meraih tubuhnya ke dalam pelukan.
Sementara Fani sendiri menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang milik Baskoro, seringai licik terbit di wajah yang terlihat pucat.
Rencana awal sudah bisa aku selesaikan,tinggal melancarkan rencana berikutnya.Baskoro nikmati saat bebas mu sekarang,karena pada saatnya nanti kamu akan menangis darah memohon pengampunan padaku dan orang-orang yang kamu sakiti.
Fani akhirnya tertidur dalam pelukan Baskoro.Bukan benar-benar tidur tapi pura-pura tidur.
Setelah memastikan Fani terlelap,Baskoro melepas pelukannya, turun dari ranjang lalu menarik selimut menutupi tubuh kurus Fani Setelah itu dia mendekati wajah Fani lalu mengecupnya mesra.
"Apapun keinginan mu Fani sayang akan aku turuti,asal kamu tetap patuh dan mengkonsumsi obat yang ku beri maka aku jamin kamu dan Aditya akan tetap hidup." Ucap Baskoro berbisik,namun Fani bisa mendengarnya.
Kemudian Baskoro keluar dari kamar,setelah memastikan Fani tertidur pulas.
Obat yang di berikan Baskoro efeknya tidak main-main. Fani bisa tertidur hingga pagi hari tampa terbangun meski ada suara ledakan Bom sekalipun dia masih tetap terlelap,itulah sebabnya Baskoro berani untuk membisikkan kata-kata itu di telinga Fani,sebab dia yakin Fani tidak akan mendengarnya.
__ADS_1
Setelah Baskoro keluar Fani membuka matanya kembali,lalu meraih ponsel yang berada di samping bantalnya,kemudian mengirimkan pesan pada Reno tentang keberhasilannya.Setelah mereka selesai berkirim pesan Fani kemudian menghapus isi pesan tersebut dari ponselnya.
Kalau kamu bisa berpura-pura kenapa aku tidak Baskoro,mulai sekarang selamat menikmati permainan ku.
Fani memilih untuk kembali tidur.
Sebulan sudah berlalu,sekarang Fani sudah kembali sehat,tapi dia berpura-pura sakit dan terlihat lemah,Bahkan ia menekan pola makannya agar tetap kurus,tak lupa dia menggunakan riasan yang membuat wajahnya pucat.
Bila Baskoro ada di rumah dia akan menggunakan kursi roda,tapi jika Baskoro pergi maka Fani akan hidup dengan normal.
Semua orang yang bekerja di rumahnya saat ini adalah orang-orang kepercayaan Fani,mereka akan tetap setia,menjaga rahasia kesehatan Fani sesungguhnya dari Baskoro.
Tak terasa lima tahun telah berlalu,Fani dan Reno berhasil mendapatkan semua bukti kejahatan Baskoro, dan juga para korban kejahatan Baskoro sudah bersatu untuk membantu mereka untuk Balas dendam.
Fani meminta untuk bertemu dengan Tristan dan Presdir, tampa ketahuan oleh Baskoro.Mereka bertemu di mansion milik Tristan.
Fani ingin membahas permasalahan yang dihadapinya selama ini kepada Presdir, untuk Tristan sendiri memang sudah mengetahui semuanya sejak awal.
Presdir begitu murka saat mendengar cerita Fani dan Tristan. Dia tidak menyangka di balik wajah teduh yang karismatik dari seorang Baskoro ternyata menyimpan kejahatan yang luar biasa bejatnya.
"Kita akan membuat rencana yang akan melibatkan semua korban kejahatan Baskoro, termasuk aku,Ayah." Ucap Tristan.
"Maksudmu?"
"Disini kami membutuhkan bantuan Ayah,Baskoro sangat menginginkan kehancuran hidupku dan juga perusahaan kita,maka dari itu aku akan membuat skenario seolah-olah perusahaan kita dalam masalah,dan terancam bangkrut.Aku memerlukan bantuan Pak Burhan dan juga Pak Ahmad dalam menjalankan rencana kali ini."
"Kenapa harus melibatkan Ahmad,bukankah dia tidak memiliki dendam kepada Baskoro?" Ucap Presdir heran.
"Pak Ahmad memiliki jabatan sebagai menejer keuangan dari itu aku akan membuat rencana dimana menejer pemasaran terlibat dalam penggelapan dana ratusan milyar, lalu mengkambing hitamkan pak Ahmad."
"Lalu"
"Ayah tinggal menekan pak Ahmad agar mau menikahkan putrinya denganku bila tidak mampu membayar kerugian perusahaan."
"Apa pak Ahmad setuju?"
__ADS_1
"Aku sudah menemuinya dan mengajaknya bicara dan dia setuju."
"Kenapa harus menikahi putri pak Ahmad,apa ada alasan lain?"
"Ayah orang bilang sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, itulah tujuanku sebenarnya."
"Tristan, terus terang ayah jadi bingung dengan ucapan mu"
"Sebenarnya,aku menyukai putri pak Ahmad,sejak pertama aku melihatnya di kampus."
"Bagaimana bisa,bukankah kamu tidak pernah keluar rumah" Presdir merasa bingung,namun di hatinya terbit rasa bahagia saat mengetahui putra semata wayangnya telah bangkit dari kedukaannya.
"Aku memang tidak pernah keluar rumah Ayah,tapi apa Ayah lupa bahwa aku memasang Cctv di setiap perusahaan termasuk Kampus kita, tempat putri pak Ahmad kuliah."
"Kenapa aku merasa kamu sekarang menjadi orang aneh,apa jangan jangan karena tak pernah keluar rumah membuatmu jadi memata-matai calon istrimu sendiri ha ha ha..." Presdir tidak bisa menahan tawa saat mengetahui tingkah konyol putranya.
"Terserah Ayah mau berpikir apa,tapi yang jelas aku benar-benar ingin menikahi putri pak Ahmad,dan Ayah harus melamarnya untukku."
"Baiklah,bila hati kamu sudah mantap dengan pilihanmu,Ayah akan membantumu."
"Terima kasih Ayah,untuk rencana yang lain aku dan Tante Fani serta Reno akan mencari ide yang tak kalah gila dari sebelumnya,apa Tante siap?''
" Aku selalu siap Tristan, kapanpun dan dimana pun kamu membutuhkan bantuan,Tante selalu siap." Jawab Fani dengan mantap.
Hari itu juga Tristan mengundang,Reno,pak Burhan serta Mira, pak Ahmad untuk datang kerumahnya membahas kerja sama yang akan Mereka jalankan.
Burhan akan menemui Baskoro di salah satu seminar yang akan di adakan sebentar lagi,dia akan meminta Baskoro untuk membantunya menghancurkan perusahaan Tristan.
Sedangkan Mira adalah sahabat Reva, namun saat ayah Reva bangkrut dia akan menjauhi Reva, kemudian dia akan mendekati Baskoro dan menjadi simpanan Baskoro.
Di sini pengorbanan Mira lah yang paling besar,dia rela mengorbankan diri dan kesuciannya untuk mendekati Baskoro,sebenarnya pak Burhan tidak setuju namun Mira meyakinkan ayahnya untuk tetap percaya bahwa dia akan baik-baik saja.
Dari sinilah skenario tersebut di mulai,dan ternyata rencana mereka berhasil.Baskoro sendiri sudah mengakui kejahatannya.Tinggal menunggu hukuman apa yang akan mereka jatuhkan untuknya.
*Flash back off*
__ADS_1
Bersambung.........