DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 24


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu sejak Baskoro kembali ke rumah utama,dan hari ini Baskoro akan menepati janjinya untuk menemui Mira.


"Reno,keruangan ku sekarang" Baskoro meminta Reno ke ruangannya melalui sambungan telpon.


Reno yang mendapat perintah segera melangkah ke ruangan Baskoro.


"Ada apa Tuan,apa ada masalah" Sudah kelabakan sendiri menerka tugas apa yang akan di berikan Tuannya. "Jangan bilang anda mau menemui Mira Tuan, saya mohon jangan libatkan saya dalam masalah anda,bila Nyonya Fani tahu saya juga ikut habis Tuan" Gumam Reno dalam hati.


"Aku mau kamu cari cara, agar aku bisa bertemu Mira hari ini" Ucap Baskoro."Benarkan tebakanku,ayolah Tuan berusahalah sendiri,tolong jangan bawa aku dalam masalahmu" Reno membatin.


"Tuan,bagaimana kalau sampai Nyonya tahu,sebaliknya Tuan sudahi saja,jangan lagi Tuan lanjutkan,Bukankah tuan tahu sendiri bahwa Nyonya memiliki banyak orang-orang kepercayaan yang akan mengawasi pergerakan kita."


"Maka dari itu aku menyuruhmu mencari jalan keluarnya,bukan malah menasehati ku,sebagai sekretaris pribadi seharusnya kamu itu punya jalan keluar di setiap masalah ku" Baskoro mendengus kesal.


"Tuan di sini saya hanya mengingatkan,bukan mau menasehati anda.Kalau sampai pembuatan anda di ketahui Nyonya, bukan hanya kita yang dalam masalah,tapi saya yakin,Mira juga pasti akan terseret."


"Jadi untuk apa aku menggaji mu besar,jika pekerjaan mu saja tidak becus" Berang Baskoro.


"Apa anda lupa tuan,saya bekerja untuk urusan pekerjaan,bukan urusan ranjang" Kata-kata yang hanya mampu Reno ucapkan dalam hati.


"Baiklah tuan,saya akan mengatur jadwal pertemuan kalian,tapi saya hanya mampu memberikan anda waktu dua jam,bagaimana?"


"Hanya dua jam?"


"Karena hanya sampai disitu waktu yang bisa kita gunakan,saat jam makan siang sampai jam dua,setelah itu kita harus kembali lagi ke kantor" Usul Reno lagi.


"Dua jam,berarti harus melakukan nya secepat kilat,datang lalu langsung ah....mana bisa aku puas" Gumam Baskoro.

__ADS_1


"Bagaimana,Tuan?"


"Terserah kau saja,dari pada tidak sama sekali kan"


"Kalau begitu saya permisi tuan" Tidak ada jawaban dari Baskoro."Rasakan tuan,siapa suruh mainan api,belum terbakar saja anda sudah kepanasan sendiri " Gumam Reno saat keluar dari ruangan Baskoro.


"Bagaimana cara mengatur waktu yang hanya dua jam,perjalanan ke sana saja sudah memakan waktu hampir satu jam,belum lagi harus melakukan pemanasan terlebih dulu,masa ia bertemu langsung buka terus langsung tembak,sudah selesai,mana enak" Baskoro kembali bergumam,kesal dengan hasil kerja Reno.


"Sebaiknya aku minta Mira mencari hotel terdekat,agar kami bisa banyak waktu berdua,kenapa tidak terpikir dari tadi" Senyum di wajah Baskoro kembali terbit karena bisa menemukan ide.


Segera Baskoro mengirim pesan pada Mira,setelah mendapat jawaban dari Mira Baskoro segera berkemas,sebab waktu sudah menunjukkan pukul sebelas empat puluh lima menit,waktu makan siang sudah akan tiba.


Baskoro menghubungi Reno, mengajaknya untuk segera turun,dan pergi ke Hotel yang sudah dipesan Mira.


Reno bergegas pergi ke parkiran,dan mengambil mobil lalu membawa Baskoro untuk pergi menemui sugar baby-nya.


Sebenarnya Reno sangat menyayangkan pembuatan Mira, yang merusak dirinya,namun apalah daya Reno, sebab di sini dia hanya lah seorang pelayan,tugasnya hanya melayani perintah sang majikan.


Reno memilih menunggu di cafe Hotel,setelah mengantar sang majikan sampai ke kamar.


Sedangkan Baskoro melangkah dengan yakin,tampa ada rasa ragu sedikitpun.Hasrat yang menggebu membuat nya kembali melupakan Fani, yang saat ini terbaring lemah di ranjangnya.


Reno memesan makanan,dia memilih makan dari pada pusing memikirkan apa yang sedang terjadi di dalam kamar,di tempat sekarang tuannya berada.


Bila saat ini Reno sedang menyantap makan siang nya dengan tenang,berbeda halnya dengan yang terjadi di kamar hotel.Baskoro dan Mira seperti dua orang yang kesetanan,mereka saling serang,saling ***** dan saling hisap tidak menghiraukan kamar yang sudah seperti kapal pecah.


Mereka bercinta dengan ganas,bergulingan di ranjang,berpindah dari ranjang ke sofa,dan dari sofa berakhir di dalam kamar mandi,bathtub adalah tempat mereka saat ini melepaskan rindu,berendam di dalam bak yang terisi air,memiliki sensasi tersendiri bagi mereka.

__ADS_1


Sudah hampir satu jam mereka berendam,setelah erangan panjang keluar dari bibir keduanya baru lah mereka menyudahi pergumulan panas tersebut.


Sebenarnya Mira merasa barat hati untuk berpisah,namun Baskoro memberi keyakinan bahwa mereka akan bertemu kembali setelah ini.Dan Baskoro berjanji akan mentransfer uang dengan jumlah besar baru lah Mira mau melepaskan Baskoro pergi.


Reno membawa Baskoro kembali ke kantor tepat waktu.


Bila saat ini Baskoro dan Mira, sudah berhasil melepaskan rindu,berbeda dengan Reva yang tengah uring-uringan menanti kepulangan sang suami.Tristan tengah melakukan perjalanan ke luar kota untuk melakukan meeting bersama para pemegang saham dan juga mereka akan membahas pembangunan sebuah Rumah sakit,yang nantinya akan dia berikan kepada Reva.


Dari pagi sekali Tristan dan Roy berangkat hingga tengah malam mereka belum juga sampai.Reva terlihat gelisah,sudah berapa kali dia mencoba memejamkan mata,tapi tidak juga bisa terlelap.Reva memutuskan untuk menunggu Tristan, di ruang tengah,sembari menyalakan tv,Reva berbaring di sofa mencari tayangan favoritnya yaitu Drakor.


Sementara itu mobil yang membawa Tristan dan Roy, sudah memasuki gerbang mansion,dan berhenti tepat di halaman.Tristan melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya,waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.Bahkan mansion sudah terlihat sepi,seperti nya seluruh penghuni mansion sudah terlelap semua nya.


Setelah memastikan Tristan masuk ke dalam,Roy segera pergi,pulang ke apartemennya untuk segera beristirahat.


Tristan melangkahkan kakinya masuk ke dalam, dan lampu ruangan sudah di padamkan.Namun saat Tristan tiba di ruang tengah dia melihat tv yang menyala,Tristan meraih remote di meja hendak memastikan tv,Tristan Di buat terkejut saat pandangan mata nya tertuju pada sosok yang saat ini meringkuk dan tertidur di sofa.


Tristan mengulurkan tangan membelai wajah teduh Reva yang tertidur dalam damai.Perasaan bahagia menjalar di hati Tristan, mengetahui bahwa Reva menunggu nya pulang.Tristan, mendaratkan kecupan mesra di kening Reva, lalu perlahan tangan nya terulur,menyelipkan tangan di bawah tujuh Reva, lalu menggendongnya naik ke lantai atas menuju kamar mereka.


"Maaf ya sayang,membuat mu menunggu lama,aku janji besok aku akan meluangkan waktu untuk menemanimu." Ucap Tristan.


Cup..kembali kecupan mendarat di kening Reva, setelah Tristan membaringkannya di ranjang.


Setelah itu tristan bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang terasa lengket setelah seharian berada di luar.


Tristan ikut naik ke ranjang membawa tubuh Reva ke dalam pelukannya,menghirup aroma wangi dari tujuh Reva, sebagai obat lelah setelah seharian bekerja.Menarik selimut menutupi tujuh mereka,lalu ikut terlelap mengejar mimpi yang indah.


**Bersambung**.......

__ADS_1


__ADS_2