DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 23


__ADS_3

Waktu sudah mendekati maghrib saat Tristan tiba di rumah.Berjalan masuk dengan langkah lebar, mencari sosok yang sangat dia rindukan.


Hanya hitungan jam tidak bertemu dengan Reva, rasanya sudah seperti setahun saja.Tristan menaiki tangga menuju kamarnya,biasanya dia akan menemukan Reva yang terbaring dengan berbagai pose di atas ranjang.


Dan benar saja,saat membuka pintu kamar ,terlihat sosok Reva yang berbaring dengan posisi tengkurap,membelakangi pintu masuk,sambil mendengarkan musik.


Saking asyiknya Reva dengan aktivitasnya, tidak menyadari kedatangan Tristan yang sudah berdiri tepat di ujung kaki yang di tekuk keatas,dan di goyang ke kanan,ke kiri gaya favorit Reva.


Tristan melempar tas jinjing yang di bawanya ke atas meja,lalu dengan gerakan cepat menjatuhkan diri,dengan posisi terlentang,jatuh tepat di depan wajah Reva.


"Kakak, kapan sampainya,kok aku ga denger suara Kak Tristan masuk" Ucap Reva gugup.Malu rasanya karena tidak menyambut kepulangan sang suami.


"Lumayan lama" Jawab Tristan singkat.


"Maaf ya Kak, aku ga dengar Kakak pulang"


"Berarti,aku akan memberikan mu hukuman"


"Hukuman apa Kak?"


"Nanti malam baru ku kasih tahu,sekarang beri aku ciuman selamat datang"


"Hah" Reva kebingungan.


"Tunggu apa lagi,ayo buruan,aku capek banget,kasih ciuman biar capek ku hilang" Ucap Tristan sembari tersenyum menggoda.


"Kak, aku malu"


"Kenapa harus malu,toh kita sudah sering melakukannya,lagian tidak ada orang lain yang lihat"


Reva masih menimbang,tapi sebelum dia mendapatkan keberanian untuk mencium Tristan lebih dulu,tiba-tiba saja tangan Tristan terulur meraih tengkuk Reva, lalu mencuri kecup di bibir Reva, awalnya hanya kecupan singkat, Setelah itu menjadi ciuman yang panjang.


Mereka menyudahi ciuman,karena sudah kehabisan napas.Keduanya tersengal,Tristan menyentuh bibir mungil Reva yang basah sisa dari kegiatan singkat mereka dengan jari lalu mengusapnya,wajah Reva sudah memerah,sedangkan Tristan tersenyum geli melihat Reva yang masih salah tingkah dan malu-malu.


Reva segera bangkit,takut Tristan meminta lebih,sedangkan kumandang adzan maghib sudah terdengar.


"Aku siapin air hangat buat Kakak mandi ya" Ucap Reva lalu beranjak dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.Sementara Tristan bergegas ke ruang ganti,melepaskan pakaian kerja dan mengambil handuk,lalu melilitkannya di pinggang.


Tristan keluar dari ruang ganti,lalu melangkah ke kamar mandi.Dan saat akan membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba saja Reva sudah lebih dulu membuka pintu,mereka berpapasan,dan Tristan kembali ingin menjahili Reva."Kita mandi bareng yuk" Ucap Tristan, sontak membuat Reva terkejut,dan segera berlari,membuat Tristan tertawa terbahak.


"Ha..ha.. lucunya istriku"


Sedangkan Reva merasa jantungnya yang berdebar kencang,entah karena malu atau apa,tapi Reva benar-benar merasakan debaran yang membuncah di dadanya.


Reva melangkah masuk ke ruang ganti,menyiapkan pakaian untuk Tristan.Lalu menggelar sajadah untuk mereka sholat.


Selesai solat,mereka turun ke bawah untuk makan malam.


Mereka makan dalam diam,hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar.


Tristan lebih dulu menyelesaikan makannya, disusul Reva yang kemudian membantu Bik Asih membereskan piring kotor bekas mereka makan.


Tristan sudah duduk di ruang tengah,menyalakan. tv dan menonton tayangan favoritnya.

__ADS_1


Reva datang membawakan secangkir kopi dan juga cemilan untuk Tristan.


"Apa hari ini ada yang membuatmu kesal?" Tanya Tristan saat Reva sudah duduk di sofa di samping Tristan.


"Tidak ada Kak, tadi setelah aku kuliah,aku mampir sebentar di Mall untuk membeli tas,setelah itu langsung pulang" Jawab Reva berbohong,tidak mungkin dia mengatakan bahwa Mira dan kedua temannya kembali mengganggunya.


"Benarkah?,kalau ada yang mengganggu mu jangan kamu tutupi,aku tidak akan pernah melepaskan,siapapun orangnya yang berani mengusik ketenangan mu!." Ucap Tristan, dengan wajah serius.


"Iya Kak, aku tidak bohong"


''Aku tidak akan memandang siapapun orangnya,bila mereka berani mengganggu milikku maka akan ku buat hidup mereka menerima balasannya!."


Reva tidak lagi sanggup menjawab,dia memilih diam,diliriknya Tristan dengan ekor mata nya,Reva bisa melihat keseriusan pada wajah dan ucapan Tristan.


Reva percaya,bila Tristan akan membuktikan setiap ucapannya, Mira adalah salah satu buktinya, dia harus di keluarkan dari kampus hanya karena mengganggu ketenangan Reva.


"Apa kau sudah mengantuk?" Tanya Tristan.


"Belum Kak" Jawab Reva cepat.


"Mau keluar jalan-jalan? atau ada tempat yang ingin kamu kunjungi,mumpung masih belum larut." Tawar Tristan, dengan suara yang mulai melembut.


"Apa Kakak ada tujuan,atau kita nonton di Bioskop aja,Gimana?"


"Boleh,ayo bersiap" Ajak Tristan.


"Iya Kak aku ganti baju dulu" Ucap Reva sembari berlari menaiki tangga.Reva begitu bersemangat,ada perasaan bahagia saat Tristan mengajak nya keluar,walaupun hanya sekedar jalan-jalan.


"Jangan kenakan pakaian seperti ini saat keluar rumah,aku akan memilihkannya untuk mu" Ucap Tristan sembari memilih pakaian yang pantas untuk Reva pakai malam ini.


Tristan meraih celana jeans dengan model cutbray warna hitam,baju T-shirt warna putih dan jaket jeans warna hitam,meraih topi senada dengan warna baju serta masker wajah.


"Pakai ini" Tristan menyerahkan pakaian yang dia pilih pada Reva, mau tak mau Reva harus memakainya,meski harus ngedumel dalam hati.


Tristan beralih ke lemari yang berisi tas dan sepatu,mengambil sepatu kets warna putih dan tas selempang warna hitam."Sempurna" Ucapnya seraya melangkah mendekati Reva yang sudah selesai berganti pakaian.


Setelah memastikan penampilan Reva sempurna,kemudian Tristan membuka lemari miliknya,memilih pakaian,sepatu, jaket dan topi yang senada dengan yang Reva kenakan.


Setelah di rasa beres keduanya turun menuju garasi,Tristan memilih menggunakan motor sport yang baru dia pesan tadi siang.Mengambil dua buah Helm memakaikan kepada Reva, kemudian Tristan memakai untuk dirinya sendiri.


Mereka bergegas naik ke motor dan Tristan mulai menyalakan mesin,meyakinkan kan diri dan memantapkan hati bahwa dia bisa,sebab sudah sepuluh tahun ini Tristan tidak pernah mengendarai motor,sejak kejadian tragis yang menimpa Renata, dan sejak itu pula Tristan membuang semua kegemarannya,mulai dari bersepeda,mengendarai motor sport,bahkan mobil.


Namun tadi pagi Tristan meminta Roy untuk membelikan motor sport keluaran terbaru.Awalnya Roy ragu namun Tristan meyakinkan Roy bahwa dia akan mencobanya,pada akhirnya Roy mengalah dan memenuhi permintaan Tristan.


Setelah beberapa kali menarik napas panjang,akhirnya motor sport itu melaju kejalan raya,awalnya bergerak perlahan namun menit berikutnya Tristan sudah bisa menguasai diri dan berhasil melaju dengan kecepatan maximal.


Reva yang duduk di jok belakang,seketika memeluk pinggang Tristan karena Reva memang takut naik motor.


Tiga puluh menit berkendara mereka tiba di sebuah Mall, berhenti di parkiran,Tristan melepas Helm Reva, lalu memakaikan topi serta masker di wajah Reva, sebenarnya Reva bingung,untuk apa menggunakan masker tengah malam begini,sedangkan dia sehat dan virus yang sempat viral sudah tidak ada lagi.Tapi dia tidak mau protes, Reva yakin Tristan pasti punya alasan untuk melakukan itu.


Setelah selesai memasang topi dan masker untuk dirinya,Tristan meraih tangan Reva lalu menggenggam nya melangkah masuk kedalam Mall,tujuan mereka adalah nonton film di Bioskop,tapi sebelum itu Tristan meminta Reva untuk duduk di kursi tunggu,sementara dia sendiri akan mengantri membeli tiket. Film yang mereka pilih adalah bergenre komedi romantis.


Setelah mendapatkan tiket,Tristan kembali mengantri untuk membeli popcorn dan juga minuman serta tak lupa cemilan lain untuk mereka makan di dalam Bioskop nanti.

__ADS_1


Saat mengantri terlihat Tristan beberapa kali menengok kebelakang,memastikan keadaan Reva,takut kalau ada yang mengganggu sang istri.Sementa Reva yang duduk di kursi terlihat santai sesekali tersenyum saat matanya beradu pandang dengan Tristan yang tak bosan memperhatikannya.


Setelah berhasil mendapatkan semua keinginannya, Tristan segera menghampiri Reva, terlihat Tristan kesusahan membawa barang bawaannya.Sementara Reva tampak bingung melihat kedua tangan tristan yang membawa banyak macam cemilan dan minuman.


Tristan sudah berdiri di samping Reva, membuat Reva bangkit dan mengambil beberapa cemilan dari tangan Tristan.


"Kak,untuk apa membeli cemilan sebanyak ini?" Protes Reva.


"Supaya kamu tidak kelaparan" Jawab Tristan singkat.


"Hah" Reva kembali bingung di buat Tristan. "Kelaparan bagaimana, bukankah tadi baru saja makan,dasar manusia aneh" Gumam Reva.


Mereka memasuki Gedung Bioskop, Tristan mencari kursi di pojokan paling belakang,yang terlihat sepi,dan mengajak Reva duduk di sana.


Film sudah mulai di putar,Reva menyaksikan adegan demi adegan dalam Film tersebut.Namun berbeda dengan Tristan, dia tidak fokus menonton Film ,fokusnya teralih pada sosok sang istri yang duduk di sampingnya,tangan yang sedari tadi dia genggam tampa pernah dia lepaskan.


Sesekali dia bawa tangan itu mendekat ke arah bibirnya,lalu beberapa kali dia kecup tangan kecil itu,dan pada akhirnya Reva pun sudah tidak fokus menonton,perhatian nya teralih pada kelakuan tengil suaminya.


"Kak,filmnya sudah di putar,ayo nonton yang serius" Ucap Reva.


"Ini aku lagi nonton" Jawab Tristan.


"Nonton apa,wajah Kakak saja ngeliatin aku terus dari tadi" Protes Reva.


"Nonton bidadari,turun dari kayangan" Jawab Tristan.


"Bidadari, mana?" Reva celingukan.


"Ini" Jawab Tristan seraya membelai mesra wajah Reva. membuat Reva tersenyum malu.


"Kak,jangan mulai lagi"


"Kenapa,emang bener kamu cantik seperti bidadari yang turun dari kayangan" Puji Tristan, dan kata-kata itu bukan sekedar gombalan tapi Tristan benar-benar memuji kecantikan Reva yang begitu alami.


Hingga Film usai,Tristan sama sekali tidak menikmati alur cerita film tersebut.Begitu pun Reva, fokusnya terpecah oleh kelakuan tengil suaminya.


Sebelum pulang Tristan bertanya pada Reva, mau kemana lagi setelah ini.


"Sayang,abis ini mau kemana lagi? apa mau langsung pulang,kita praktekin cerita film tadi?" Ucap Tristan kembali menggoda Reva.Sedangkan Reva memutar bola mata nya,malas.


"Aku pengen makan es krim Kak" Jawab Reva.


"Ayo,kita cari kedai es krim" Jawab Tristan.


Dan lagi-lagi Tristan mengantri membelikan Reva es krim.Saat ini Tristan sedang berusaha mengimbangi Reva, dia tahu gadis seusia Reva sangat senang dengan kegiatan yang saat ini mereka lakukan.Jalan-jalan,nongkrong, makan-makan, nonton atau hanya sekedar mengelilingi Mall untuk cuci mata.


Tristan berjanji dalam hatinya akan berusaha semaksimal mungkin membuat Reva nyaman dan bahagia.


Sementara malam semakin larut,namun tak menyurutkan langkah keduanya untuk menghabiskan malam minggu yang indah dan penuh kejutan bagi Reva. Malam ini dia bisa menilai sisi baik dari suaminya,bisa merasakan perhatian dan kepekaan dari seorang Tristan, yang konon katanya bersifat dingin dan tertutup,namun berbeda perlakuannya terhadap Reva.


"Benar kata Ibu,Kakak orangnya baik,penyayang,dan perhatian,semoga kedepannya kita bisa saling mencintai ya Kak,dan Kakak mau membalas perasaan ku ini" Batin Reva,sembari melangitkan doa.


Bersambung.............

__ADS_1


__ADS_2