DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 14


__ADS_3

Pagi cerah menyapa,secerah wajah Tristan yang menuruni anak tangga, senyum manis tak lepas dari bibirnya membuat siapa saja yang melihat akan terpesona olehnya.Tak terkecuali Bik Asih yang melihat perubahan drastis yang terjadi beberapa hari ini terhadap Tuan mudanya.


"Tuan Tristan lagi seneng ya? udah berapa hari ini Bibi lihat suka senyum senyum sendiri,kayak orang jatuh cinta" Celetuk Bik Asih saat berpapasan dengan Tristan.


"Memangnya kalau orang jatuh cinta seperti itu ya Bik" Jawab Tristan asal.


"Tuan Tristan udah kayak gak pernah jatuh cinta aja,tapi Bibi bersyukur sekali kalau Tuan Tristan bisa kembali menemukan kebahagiaan, Bibi kangen sama sifat periang Tuan yang dulu,dan mudah mudahan Nona Reva bisa membawa kebahagiaan itu ya Tuan" Doa tulus Bik Asih.


"Aamiin Bik,doakan ya Bik kami bisa bersama selamanya."


"Iya Tuan, pasti Bibi doakan selalu."


Tak lama Reva ikut menyusul, sambil berlari kecil menuruni anak tangga.


"Sayang,jangan lari lari,kalau jatuh bagai mana?." ucapan Tristan sontak membuat wajah Reva memanas, panggilan sayang yang terlontar dari bibir Tristan membuatnya malu karena di dengar Bik Asih.


Membuat Reva hanya menunduk,tak berani menatap wajah Tristan.


"Ayo duduk sini,kita sarapan" Tristan menepuk kursi yang ada di sampingnya,dan Reva menurut dia menggeser kursi dan duduk di sana.


Bik Asih yang melihat kemesraan mereka di pagi hari,membuatnya bertambah yakin tentang hubungan keduanya yang kian membaik.


Tristan mengambil nasi dan menaruh beberapa lauk di piring lalu diberikannya kepada Reva.


"Ayo makan yang banyak biar tenaga mu tambah kuat,karena mulai sekarang kamu akan selalu kelelahan melayani ku." Ucapan Tristan membuat Reva semakin malu,Tristan tidak perduli kalau ada Bik Asih di sana,dia berbicara tampa menghiraukan perasaan orang lain.


"Kak, bisa gak sih kalau ngomong itu lihat situasi,aku malu Kak ada Bik Asih" Bisik Reva sambil menunduk.


"Kenapa harus malu?Bik Asih justru senang kalau kita bahagia,betulkan Bik?."


"Iya Non anggap aja Bibi gak ada" Jawab Bik Asih sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Akhirnya mereka makan dengan tenang setelah Reva mengancam tidak mau makan bila Tristan masih menggodanya,pada akhirnya Tristan mengalah, dan Bik Asih memilih pergi keluar dia berniat melaporkan penyelidikannya beberapa hari ini kepada Presdir dan Nyonya.


"Gimana Asih, apa ada kabar baik yang bisa ku dengar hari ini?" Suara Ibu Tristan dari sebrang sana.


"Iya Nyonya, seperti harapan semua orang Tuan muda dan Non Reva sepertinya sudah melewati malam panjang mereka Nyonya."


"Kenapa kamu seyakin itu Asih?."


"Saya melihat perubahan dari Tuan Tristan, sudah beberapa hari ini wajahnya ceria,dan senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya Nyonya,dan juga Non Reva sudah beberapa hari tidak pernah bangun pagi selalu kesiangan." Ucapan Bik Asih membuat Ibu berjingkrak senang,Presdir yang melihat menjadi penasaran dan menghampirinya.


"Ada apa sayang,kenapa tingkahmu seperti bocah yang baru mendapatkan mainan, hati-hati jatuh." Ucap Presdir mengingatkan istrinya.


"Sayang,ada kabar baik, Asih bilang hubungan Tristan dan Reva sudah semakin dekat,aku jadi tidak sabar mau melihatnya langsung,ayo kita ke sana!."


"Kamu yakin?."


"Menurut cerita Bik Asih begitu,makanya ayo kita ke sana."


" Tapi aku sudah tidak sabar lagi menyaksikan kebahagiaan Tristan,rasanya sudah lama sekali senyuman itu hilang dari wajahnya hiks..." Ibu berkata sambil terisak.


"Semoga saja usaha kita tidak sia-sia,dan kehadiran reva mampu mengembalikan Tristan seperti dulu lagi" Ucap Presdir penuh harap.


...****************...


Di lain tempat,kemarahan seorang baskoro meledak,saat dia mengetahui orang yang dia perintahkan untuk menghancurkan Perusahaan dan kehidupan Tristan sudah tertangkap, itu artinya misinya lagi lagi gagal.


"Brengsek!!, kenapa dia bisa gagal?, hanya menjalankan tugas seperti itu saja tidak becus!, Reno! sekarang kamu urus si brengsek Burhan, pastikan dia tidak akan buka mulut tentang persekongkolan nya denganku,misi ku belum selesai aku tidak ingin dia menang secepat itu,cari kelemahan Tristan, dan pastikan siapa orang yang saat ini tengah dekat dengannya!!."


"Baik Tuan,akan saya pastikan kali ini Tristan tidak akan lolos dari tangan kita!."


"Bagus,aku ingin secepatnya mendapatkan kabar baik itu,sekarang pergilah usahakan untuk bisa menemui Burhan, kalau bisa habisi dia!,sebelum dia buka mulut soal keterkaitanku." Reno segera berlalu setelah mendapatkan perintah dari baskoro.

__ADS_1


"Tristan nyawa harus di balas dengan nyawa,aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang,aku pastikan kamu juga merasakan kesakitan yang aku alami." Gumam Baskoro sembari tangannya mengepal dan giginya gemerutuk.


Sementara itu Reva sedang berada di kampus,dia merasa aneh dengan sikap semua orang terhadapnya,tatapan seperti mencibir dari semua orang yang berpapasan dengannya.


"Kenapa perasaanku tidak enak,mengapa mereka menatapku seperti itu,apa ada yang salah dengan penampilanku" Gumam Reva.


Saat memasuki kelas,Reva terkejut karena tiba-tiba saja Adit menyeret tangannya dan membawanya ke pojok ruangan.


"Reva tolong jelaskan padaku apa yang mereka bilang itu benar bahwa kamu sekarang jadi simpanan?,kalau iya kenapa kamu lakukan ini,kalau hanya perlu uang tidak seharusnya kamu terjerumus ke dunia seperti itu,Reva ada aku,aku bisa membantumu,bukankah kita ini teman,tapi kenapa kamu tidak mau berbagi masalahmu denganku?."


Reva termangu mendengar semua kata-kata Adit,ada perasaan aneh dan lucu dengan semua ucapan Tristan, Reva memegang kepala yang terasa berdenyut "Apalagi ini ya tuhan,gosip apa lagi ini?" Gumam Reva.


"Adit, dari mana kamu tahu berita ini? aku sendiri saja bingung,kenapa ada isu seperti ini,sedangkan aku saja tidak pernah melakukan tuduhan itu,apa ada buktinya?,aku harap kamu tidak mudah percaya dengan apapun sebelum kamu memiliki buktinya!." Ucap Reva kemudian berlalu dan memilih untuk duduk di bangkunya karena dosen sudah hadir.


"Fokus Reva jangan biarkan berita murahan itu mengendalikan pikiranmu,ayo semangat" Reva bergumam menyemangati dirinya sendiri.


Reno masih terpaku di tempatnya berdiri bertanya tanya dalam hati apa benar berita yang dia dengar,benar kata reva seharusnya dia mencari bukti, bukan malah percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya.


"Aku harus minta maaf pada Reva, sungguh gosip itu membuatku emosi sehingga aku tidak bisa berpikir jernih,bukankah selama ini aku mengenalnya dengan baik tidak mungkin Reva seperti itu." Gumam Adit sembari kembali duduk di bangkunya.


Adit memutuskan untuk mengirim chat pada Reva, meminta bertemu setelah jam istirahat ,setelah pesan terkirim dia menyimpan ponselnya kemudian mengikuti materi yang di berikan oleh dosen.


Jam istirahat tiba Adit bergegas mendekati Reva, berniat meminta maaf,namun belum juga niatnya tercapai seseorang sudah lebih dulu mendekati Reva dan membawanya pergi,membuat Adit mengurungkan niatnya.


Namun Adit tidak berhenti sampai di situ dia berinisiatif mengikuti Reva, ingin mencari tahu siapa yang membawa Reva dan akan pergi kemana mereka.


Saat tiba di parkiran Adit melihat Reva masuk kedalam mobil mewah yang menjemputnya dan pria yang mengajaknya pergi ikut masuk ke dalam mobil juga, kemudian mengemudikan mobil tersebut.


"Siapa pria itu,akan kemana dia membawa Reva pergi,atau berita yang aku dengar itu benar adanya,Reva menjadi simpanan pria kaya?" Adit berperang dengan batinnya


**Bersambung**.........

__ADS_1


__ADS_2