DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 65


__ADS_3

Selepas kepergian Sonya, dan Raysa.


Tristan, mengajak Reva untuk membuka kotak bekal,yang dibawa oleh Reva.


Kemudian mereka makan berdua,Tristan dengan sabar menyuapi Reva yang tiba-tiba manja minta disuapi.


Setelah selesai makan Tristan,kembali melanjutkan pekerjaan yang menumpuk di meja kerjanya.


Beberapa berkas penting harus di periksa dan membutuhkan tanda tangannya.


Sedangkan Reva memilih untuk berbaring di sofa sembari berselancar di dunia maya,menggunakan ponsel kesayangannya.


Sesekali terdengar tawa cekikikan dari bibir Reva, membuat konsentrasi Tristan terpecah.


Tristan semakin penasaran dengan apa yang dilakukan Reva,apa yang membuatnya tertawa sendiri Tampa sebab.


Tristan beranjak dari tempatnya,kemudian berjalan mendekati Reva.


Karena terlalu asik Reva tidak menyadari kedatangan Tristan, yang sudah berjongkok di atas kepalanya yang tengah berbaring.


Tristan menggelengkan kepala saat tahu serial apa yang sedang ditonton sang istri.


Reva sedang menonton drakor yang saat ini tengah buming dikalangan anak muda.


"Hanya karena drama seperti itu membuatmu tertawa cekikikan seperti suara kunti." Ujar Tristan heran.


"Kakak, kenapa membuatku terkejut,sejak kapan Kakak berdiri disitu?"


"Sejak tadi,sejak kamu tertawa sendiri seperti orang kurang waras"


"Kak ... kenapa tega mengataiku seperti itu!" Ucap Reva seraya bangkit dari posisinya berbaring dengan wajah cemberut.


"Bukankah sudah aku katakan,jangan nonton drama yang tidak bermanfaat seperti itu.Lihat dirimu tertawa tidak jelas,cengar cengir sendiri.Terlihat seperti bocil"


"Kak,aku marah!"


"Marah?tapi tidak seperti sedang marah,justru wajahmu jadi membulat seperti Bakpao"


"Aku mau pulang saja,percuma aku disini kalau hanya dikata katai seperti ini.Iya,aku jelek,aku bocah tidak seperti dua wanita tadi yang cantik,yang modis,yang elegan dan dewasa!" Ucap Reva,dengan air mata yang menganak sungai.


"Kenapa jadi membahas mereka,aku rasa perbicangan kita tidak ada sangkut pautnya dengan mereka,apa istri kecilku ini sedang cemburu?" Ucap Tristan, dengan senyum menggoda.


"Kak,kalau Kakak mau sama kedua tante tante tadi sana kejar,jangan perduli kan aku lagi ... hiks"


"Sayang,kalau aku mau sama dua wanita kunti itu,sudah sejak dulu aku menikahi mereka.Tapi aku tidak mencintai mereka, gadis yang aku cinta cuma kamu,percayalah"


"Bohong,buktinya Kakak, lebih suka membawa mereka kedalam ruangan ini.Bukankah ada banyak tempat bertemu,kenapa malah memilih kantor ini sebagai tempat pertemuan kalian,itu artinya Kakak sengaja,agar memudahkan kalian bermesraan. Iya,Kan?" Ucap Reva dengan napas tersengal.


"Justru aku memilih bertemu di kantor agar mereka bisa tahu batasan, tidak seenaknya berbuat bebas.Bukankah pertemuan tadi melibatkan kami bertiga,bukan hanya berdua?"


"Bisa saja kan kalian mainnya keroyokan?"


"Main keroyokan,maksudnya?"


"Iya,itu main bertiga,seperti yang di blue film"


"Oh ... ternyata tubuhmu saja yang bocil,tapi pikiran dan otakmu,mesum ha ha ha"


"Kakaaaak!!! ...."

__ADS_1


"Iya iya aku minta maaf,sudah bicara lancang,tapi ngomong ngomong sudah berapa sering nonton blue film?"


"Sering,suntik penelitian di kampus"


"Berarti sudah pengalaman dong,tapi kenapa tidak pernah diperaktekin saat kita sedang bertempur"


"Haaaah????"


"Ha ha ha kenapa wajahmu semerah kepiting rebus?"


"Bicara Kakak aneh,kenapa malah membahas itu,aku ini sedang kesal.Bukannya dibujuk,malah dibuat kesal"


"Iya,aku minta maaf ya sayang karena sudah membuatmu kesal,tapi terus terang aku suka saat kamu cemburu seperti ini.Itu artinya kamu mencintaiku,iya Kan?"


"Wajar dong kalau aku cemburu,Kakak sepertinya bahagia sekali saat bersama mereka tadi. Tidak seperti bersamaku,selalu membuatku kesal"


"Siapa yang bahagia?Justru kedatangan mereka membuat aku kesal.Untung kamu datang tepat waktu sehingga mereka bisa cepat pergi,kehadiranmu menyelamatkan aku"


"Sungguh?...."


''Iya,aku berani bersumpah aku benar-benar tidak tertarik dengan wanita manapun selain istri cantikku ini"


"Gombal" Ucap Reva seraya mengerucutkan bibirnya, membuat Tristan berkesempatan membungkam bibir manis Reva, dengan *******.


Sementara itu di lantai bawah terlihat Roy,baru saja tiba dari meeting dengan klien di luar kantor.


Roy mengernyitkan mata saat melihat keberadaan Dion dan beberapa anak buahnya.


Roy segera menghampiri, lalu menyapa Dion.


"Mengapa kalian malah bersantai disini,bukankah aku menugaskan kalian menjaga Nona Muda dan mengamankan mansion?''


"Apa?apa aku tidak salah dengar,Nona Muda ada disini,sekarang?"


"Iya,benar Bos"


"Roy,bersiaplah karena sebentar lagi kamu harus berkerja keras"


"Maksud,Bos?''


"Ayo ikut aku,setelah ini kamu akan menemukan jawabannya" Ucap Roy sembari melangkah,disusul Dion dibelakangnya.


Benar saja saat mereka menginjakkan kaki di lantai satu sudah terlihat pe.pandangan yang menyebalkan.


Para staf dan karyawan semuanya berkerumum, terdengar desas desus gosip yang mereka bicarakan.


Roy segera menghampiri mereka.Karena keasikan bergosip mereka tidak menyadari kedatangan Roy di sana.


"Apa kalian di gaji hanya untuk bergosip!"


Seketika kerumuman orang-orang itu membubarkan diri,dengan wajah pucat pasi.


Hanya ada dua orang gadis yang tertinggal karena tak sempat melarikan diri.


"Apa yang kalian lihat,berikan padaku ponselmu itu"


"Maaf Tuan, kami sudah lancang.Tapi sungguh bukan kami yang menyebarkan gosip tersebut.Tapi seseorang dengan nomor baru.Kami tidak tahu siapa orang pertama yang menyebarkan gosip tersebut.Ucap salah satu dari staf yang tertinggal.


"Kemari kan ponsel mu,biar aku selidiki siapa yang sudah berani merusak nama baik,Ceo sekaligus putra mahkota Presdir.Jika sampai aku menemukan orangnya,aku pastikan dia tidak alan sanggup untuk menatap dunia ini lagi!"

__ADS_1


Dengan tangan bergetar gadis itu menyerahkan ponselnya pada Roy.


Betapa terkejutnya Roy,saat melihat layar ponsel yang diberikan oleh gadis tersebut.


Wajah Reva terpampang jelas disana.Sebuah kalimat yang tertulis di sisi photo Reva. "Kenalin nih guys wanita simpanan Tuan Tristan,ternyata bocah ingusan"


Seketika emosi Roy meledak.


"Dion cari tahu siapa pemilik akun ini!"


"Baik Bos,akan saya lakukan" Ucap dion kemudian melangkah mengikuti,Roy yang berjalan di depannya.


"Dion jangan sampai Nona Muda tahu soal gosip ini,aku khawatir akan mengganggu mentalnya,sebab itu tidak baik untuk program kehamilan Nona Muda."


"Iya,Bos.Saya akan segera menghapus gosip murahan ini"


"Kerjakan sekarang,selidiki siapa orang pertama yang menyebarkan gosip ini,lalu serahkan dia padaku!"


"Baik,Bos.Saya permisi"


"Hmm pergilah!"


Dion pun berlalu dari sana,dia akan pergi mengungkap data dari nomor baru yang pertama kali menyebar berita miring tentang tuan dan Nona Mudanya.


Benar kata si Bos,aku akan bekerja lebih keras hari ini.Hah kenapa mereka berani membuat masalah seperti ini.Apa mereka tidak takut akan kesulitan hidup yang mereka jalani setelah ini.Batin Dion.


Sementara itu Roy kembali mengumpulkan para staf dan karyawan di aula kantor.


"Aku akan memberikan kesempatan sekali lagi untuk kalian.Bagi yang merasa melakukan kejahatan ini silahkan datang ke ruangan Ku.Dan akui kesalahan kalian.Jika kalian tidak mau,terpaksa aku akan menggunakan caraku sendiri untuk menemukan siapa dalang dibalik masalah ini.Pasti kalian tahu sendiri,apa hukuman bagi orang-orang yang sudah mencemarkan nama baik perusaahan sekaligus pemiliknya!"


Ucap Roy, namun sayang tidak seorangpun dari mereka mau mengaku.


"Baiklah,kalau kalian tidak mau mengaku,jangan salahkan aku jika setelah ini kalian mendapatkan hidup yang sulit.Seharusnya kalian berpikir dahulu,tidak seharusnya kalian memfitnah orang yang sudah berjasa dalam hidup kalian.Memang benar,kalian digaji bekerja disini,tapi coba kalian ingat apakah pernah sekali saja kalian mendapatkan perlakuan buruk selama bekerja disini?. Bukankah tidak, justru disini kalian diperlakukan dengan baik,bahkan Presdir dan juga Tuan Tristan, tahu bagaimana memanusiakan manusia seperti kalian" Ucap Roy, emosi.


Kemudian Roy membubarkan mereka.Menurut Roy,dia sudah memberikan mereka kesempatan.


Tapi mereka sendiri yang tidak mau menggunakan kesempatan tersebut untuk lolos dari hukuman yang akan diberikan oleh Tristan.


Didalam ruangan Tristan.


Tampak pemandangan yang begitu kacau.


sofa bahkan meja sudah bergeser dari tempatnya.


Pakaian Reva dan Tristan, berserakan dimana mana.


Diluar sana Roy dan Dion bekerja keras menghapus gosip,sekaligus mengungkap siapa pelaku dibalik gosip tersebut.


Didalam ruang kerjanya Tristan dan Reva justru sibuk mencapai puncak.


Roy,yang sejak tadi berdiri didepan pintu.Begitu terkejut saat mendengar suara suara aneh dari dalam sana.Seketika bulu kuduknya bergidik ngeri.


Beruntung staf yang bekerja di divisi ruangan Tristan masih dibawah.


Roy mencegah mereka untuk kembali keatas,sebelum Tristan dan Reva selesai dengan urusannya.


"Tuan,Nona Muda, kalau begini jangan salahkan staf dan karyawan jika mereka bergosip dibelakang kalian.Kenapa kalian melakukannya di kantor,seperti tidak ada tempat lain lagi" Gumam Roy kemudian dia memasang earphone di telinganya,memilih mendengarkan musik,ketimbang suara erotis dari dalam sana.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2