DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 27


__ADS_3

Hari ini Baskoro dan Mira kembali membuat janji untuk bertemu di hotel tempat biasa mereka menghabiskan waktu.


"Kenapa wajah mu dari tadi di tekuk,apa ada yang kau inginkan?. Ucap Baskoro sedari tadi mendapati wajah Mira yang terlihat kesal.


"Om kan udah janji mau beliin aku mobil sport seperti yang aku minta,tapi sampai sekarang belum juga di kasih,aku Malu tahu Om sama temen temen,mereka semuanya udah punya sedangkan aku sendiri yang belum. Ayo dong Om kapan Om nempatin janji Om." Mira, bicara dengan suara yang menggoda,terkadang mend***h,dan tangan yang mulai bergerak meraba dengan lincah.


"Sabar ya sayang,akhir bulan ini pasti aku belikan,kalau sekarang belum bisa takut Tante Fani curiga,soalnya udah banyak banget pengeluaran yang tak terduga bulan ini,kalau aku tarik uang lagi nanti kita bisa ketahuan"


"Tapi janji ya Om akhirnya bulan ini mobil nya sudah ada"


"Iya,tapi sekarang buat aku puas dan melayang lagi ,seperti kemarin,ok" Bisik Baskoro di telinga Mira,sembari digigitnya cuping telinga Mira,seketika membuat Mira terpancing,dan mulai merayap di atas tubuh Baskoro.


Mira sudah seperti gurita,yang membelit seluruh tubuh Baskoro.Kedua tangan, bibir,dan juga lidahnya bekerja, memberikan sentuhan, yang membuat Baskoro merem melek.


"Kamu sudah semakin lihai sayang,ayo terus kan buat aku melayang,aah, Mira sayang" Bibir Baskoro meracau.


Sementara Mira semakin bersemangat,mendengar pujian dari Baskoro. Setelah di rasa puas,Mira turun dari atas tubuh Baskoro,berbaring di samping Baskoro, dengan posisi terlentang,membuat Baskoro balik menyerangnya.Memberikan sentuhan yang tak kalah memabukkan membuat keduanya saling serang.


Setelah di rasa Puas,baru lah Baskoro mengambil posisi,bertumpu dengan kedua lutut dan tangan,mengungkung tubuh Mira di bawah nya dan menyatakan tubuh mereka.


Des***n dan erangan terdengar dari mulut keduanya, Setelah itu terdengar erangan panjang dari bibir keduanya.


"Terima kasih sayang" Cup Baskoro mengecup kening Mira dan mengucapkan terima kasih ,di akhirnya permainan mereka.


"Kamu benar-benar bisa membuatku puas,milikmu begitu legit,sempit dan menggigit membuat aku kecanduan,sehari saja tak mencicipinya,membuatku gila." Ucap Baskoro, seraya tangan yang sudah turun dan memegang tempat paforitnya.Membuat Mira, kembali ingin mengulang adegan panas mereka.


"Om,mulai lagi deh,jadi pengen lagi kan" Ucap Mira, yang kembali mengambil posisi awal.

__ADS_1


"Ha ha ternyata bukan cuma aku yang ketagihan,kamu juga sama,kalau gitu ayo kita mulai lagi" Dan akhirnya adegan panas mereka terulang,keduanya kembali mendaki puncak kepuasan tampa kenal bosan.


Hari itu, entah sudah berada kali mereka melakukan nya,bahkan Baskoro melupakan waktu yang sudah di atur oleh Reno, dua jam waktu yang Reno berikan,tapi sekarang sudah lima jam lebih namun Baskoro belum juga menunjukkan tanda-tanda bahwa dia bakal keluar dari kamar Hotel sekarang.


 Reno beberapa kali menghubungi ponsel Baskoro dan Mira namun tak juga diangkat.Saat sedang kebingungan, dengan kelakuan Tuannya,tiba-tiba saja ponsel Reno berdering,dan terlihat kontak rumah memanggil, membuat Reno semakin panik.


Jangan bilang kalau anda ingin bertemu dengan saya Nyonya,sungguh untuk saat ini saya belum siap,kemana lagi si brengsek Baskoro,kenapa membuatku dalam masalah begini,ahh.Gumam Reno panik.Dipanggilan ketiga akhirnya Reno terpaksa menerima Panggilan telpon tersebut.


"Halo Nyonya,apa ada yang bisa saya bantu?" Reno bertanya sembari menekan debaran jantung yang berdebar karena takut.


"Mana suamiku,mana Baskoro kenapa sampai sekarang dia belum sampai,apa dia lupa hari ini acara pulang tahun putra semata wayangnya?" Terdengar suara tak bersahabat dari serang sana.


"Maaf Nyonya, saat ini kami sedang dalam perjalanan,dan kami terjebak macet,setengah jam lagi kami tiba." Ucap Reno bohong.


"Reno,aku harap kamu tidak sedang membohongiku,dan apa bila itu sampai terjadi,maka tamat riwayat mu." Fani mengancam Reno.


Panggilan berakhir,terlihat seringai licik di wajah Reno.


"Baiklah Baskoro,sekarang kita mulai permainannya,kamu akan merasakan bagaimana sakit nya kehilangan orang-orang yang kamu sayang,seperti yang sudah kamu lakukan pada keluarga ku." Gumam Reno, seraya melangkah masuk ke dalam lift dan naik menuju kamar tempat di mana Baskoro saat ini berada.


Tok tok tok.Reno mengetuk pintu kamar,tak lama Baskoro keluar."Apa anda lupa Tuan hari ini akan ada pesta di rumah,baru saja Nyonya telpon dan menanyakan keberadaan anda."


"Kenapa aku bisa lupa,kalau begitu ayo kita kembali ke rumah utama." Ucap Baskoro sembari bergegas melangkah keluar dari Hotel.


Sementara di rumah utama milik Fani,terlihat para pelayan sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.Mereka hilir mudik mempersiapkan pesta kejutan untuk Tuan muda mereka.


Fani yang duduk di kursi roda turut sibuk memberikan arahan kepada para pelayan,ada yang menata dekorasi,ada yang menyiapkan kursi dan meja,ada pula yang sibuk di dapur menyiapkan makanan dan minuman.

__ADS_1


Tepat pukul lima sore,semua persiapan sudah selesai,seluruh ruangan sudah terlihat rapih,kursi dan meja sudah tersusun, dekorasi serta bunga dan balon berwarna biru kombinasi putih menghiasi setiap sudut ruangan.


Fani mengundang beberapa relasi dan juga kolega,termasuk Tristan dan Reva, Presdir dan juga Pak Ahmad,malam ini akan Fani jadikan malam bersejarah untuk Baskoro.


Ada banyak rencana yang sudah Fani susun,termasuk mendatangkan Reva dan Tristan, ia akan membuat satu jalan untuk Baskoro membuka satu persatu kejahatannya.


Ingatan Fani kembali ke tiga puluh tahun silam,disaat dia masih gadis. Sebenarnya Baskoro bukanlah orang yang Fani cintai, melainkan pria bernama Bagas. Tapi sayang sehari sebelum mereka menikah,Bagas meninggal dalam sebuah kecelakaan. Ayah Fani bingung, karena besok adalah pernikahan putrinya,tapi calon suaminya justru meninggal,yang lebih membuat malu tatkala Fani mengatakan bahwa dia sudah hamil,dan usia kandungannya sudah memasuki usia dua bulan.


Mereka kebingungan, mencari cara agar tidak bertambah malu, jika orang-orang tahu bahwa Fani tengah mengandung.


Pada akhirnya Ayah Fani menunjuk Baskoro sebagai pengganti Bagas,awalnya Fani menolak,namun Ayahnya memaksa agar Fani mau menikah."Kamu harus menerima Baskoro sebagai pengganti suami mu,aku tidak mau kita bertambah malu Fani.Ayah tahu Baskoro adalah pria yang baik dia akan mengambil alih tanggung Jawab itu,menikahlah dengannya,selamatkan lah nama baik keluarga kita Fani."


Mau tak mau Fani harus menerima Baskoro sebagai suami pengganti Bagas.Dari pernikahan mereka lahirlah Renata dan Adit.Tapi sayang setelah Renata dewasa dia harus meninggal dalam insiden kecelakaan tragis.


Baskoro Sebenarnya bukanlah orang yang berada,dia hanya seorang pemuda dari kampung yang datang ke kota untuk mengadu nasib,mencari pekerjaan untuk menyambung hidup.Dengan bermodalkan ijasah SMA dan juga keberanian Baskoro merantau ke Kota.


Baskoro melamar pekerjaan di beberapa perusahaan namun selalu di tolak.Karena hanya lulusan SMA,dan terakhir dia melamar di perusahaan Ayah Fani dan di terima sebagai OB.


Hingga suatu hari terjadi PHK besar besaran akibat krisis ekonomi,membuat para karyawan menuntut perusahaan agar memberikan mereka pesangon yang layak tapi perusahaan menolak akibatnya para pendemo rusuh dan menyekap Ayah Fani.


Entah bagaimana caranya Baskoro bisa menyelamatkan Ayah Fani.Dan sejak saat itulah Ayah Fani memberikan jabatan yang layak untuk Baskoro.Dan bukan tampa alasan Ayah Fani memilih Baskoro sebagai calon suami pengganti untuk Fani,karena dia menilai Baskoro adalah pria yang baik.


Namun siapa sangka bahwa kebajikan yang di miliki oleh Baskoro hanya lah sebuah topeng untuk menutupi semua kejahatan Yang ia lakukan.


"Baskoro bersiaplah menerima karma dari setiap kejahatan yang kamu lakukan,Dan saat hari itu terjadi aku pastikan kamu merangkak meminta maaf di bawah kaki ku."


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2