
Pagi cerah menyapa,Reva menggeliat di atas ranjang.Tidurnya malam ini begitu nyenyak tampa ada gangguan dari Tristan.
Reva segera beranjak ke kamar mandi,untuk membersihkan diri.Setelah selesai Reva segera keluar dari kamar,pergi ke dapur berniat membuat sarapan untuk dirinya sendiri.
Reva membuat satu porsi nasi goreng spesial,lengkap dengan telor ceplok kesukaannya. Setelah beres nasi goreng buatan Reva, ia letakkan di meja makan.Setelah itu Reva kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian, sebab hari ini ada jadwal kelasnya.
Setelah semuanya selesai Reva kembali turun,meraih tas dan juga kunci mobil,lalu kembali ke meja makan untuk sarapan sebelum berangkat ke Kampus.
Saat kakinya melangkah mendekati meja makan,Reva di kejutkan dengan keberadaan Tristan di sana.Duduk di meja makan dan menyantap nasi goreng buatan Reva, hingga tandas.
"Kakaaaaak,kenapa nasi goreng ku,Kakak makan?,mana dihabisin lagi" Ucap Reva kesal.
"Maaf,Yang.Aku kira ini buat aku.Pas aku bangun tidur perutku lapar,aku lihat ada nasi goreng di atas meja,aku pikir kamu membuatnya untukku,Maafin aku ya,Yang" Ucap Tristan, menyesal karena sudah membuat Reva kembali kesal padanya.
"Pokoknya,aku gak mau tahu hukuman Kakak aku tambah,nanti malam Kakak tidur lagi diluar!" Ucap Reva,sembari pergi meninggalkan Tristan yang dilanda kebingungan.
Hukumanku ditambah,semalam aja aku gak bisa tidur karena gak di deket kamu,bagaimana kalau hukumanku ditambah apa enggak gila aku dibuatnya.
Tristan, segera menyusul Reva yang sudah masuk kedalam mobil.Tristan mengetuk kaca mobil Reva.
Tok tok tok " Yang,bukain aku mau ngomong sebentar aja" Ucap Tristan, memohon.
"Apa lagi,apa mau aku tambah lagi hukumannya?" Ucap Reva semakin kesal.
"Tolong hukumannya jangan ditambah ,yang.Aku minta maaf aku beneran gak tahu kalau nasi goreng itu punya kamu,sayang.Maaf ya" Ucap Tristan, seraya mengatupkan dua telapak tangan di dada.
"Minggir,aku mau ke Kampus, nanti telat ini sudah jam berapa,memangnya Kakak gak ngantor?"
"Aku ke kantor tapi nanti setelah dapet maaf dari kamu"
"Nanti kita bicarakan lagi,sekarang tolong Kakak minggir,karena aku udah hampir telat,Kak!" Ucap Reva, geram.
"Baiklah,tapi beneran ya nanti malam kita bicarakan lagi,sekarang minta ciuman selamat pagi" Ucap Tristan, seraya menunjuk pipi kanannya.
"Ogah,sini cium tangan aja" Ucap Reva, meraih tangan kanan Tristan lalu menciumnya.
Setelah itu Reva bergegas menyalakan mobil,dan berlalu dari sana.
Tristan merasa semakin kesal dengan ulah Reva yang semakin berani padanya.
__ADS_1
"Bagaimana caranya agar Reva kembali tunduk seperti dulu,kenapa sekarang malah aku yang selalu ditindas?,nasib nasib punya istri galak tapi ngangenin.Gumam Tristan. h-
Tristan kemudian melangkah masuk kedalam rumah,berniat untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor.
Mobil Roy, terparkir di halaman.Sudah tiga puluh menit menunggu namun yang ditunggu tak jua menampakkan batang hidungnya.
"Apa jangan-jangan Tuan Tristan, pingsan.Kenapa sudah selama ini tidak juga turun" Gumam Roy yang mulai jenuh menunggu.
Tak lama suara ketukan sepatu terdengar dari atas tangga.
"Pagi Tuan,bagaimana apa ide saya membuat Nona Muda memaafkan anda?" Tanya Roy saat membukakan pintu mobil untuk Tristan.
"Ide gila mu itu bukan membuat hubungan kami membaik.Boro-boro membaik yang ada aku dikasih hukuman!" ucap Tristan kesal.
"Hukuman?anda mendapat hukuman dari Nona Muda?wah sungguh kemajuan yang luar biasa ya,Tuan?" Ucap Roy, mengejek.
"Kemajuan apa Roy, yang ada aku malah ditindas sekarang,salah sedikit langsung dikasih hukuman.Mana hukumannya berat banget lagi" ucap Tristan mengeluh.
"Memangnya hukuman apa yang Nona Muda berikan kepada anda Tuan?"Ucap Roy, penasaran.
" Aku dihukum disuruh tidur diluar.Jahat banget kan dia,Roy?"
"Tertawa lagi aku patahkan lehermu,Roy." Murka Tristan.
"Maaf Tuan, saya hanya merasa lucu.Seorang Ceo yang terkenal dingin dan tegas berhasil dikendalikan oleh Nona muda yang terbilang pendiam."
Benar ucapan Roy, sekarang aku sudah dikendalikan oleh Reva. Seorang gadis kecil,tapi mampu mengalihkan duniaku.
Roy tidak lagi berani mengucapkan satu katapun.Roy fokus pada jalanan yang padat merayap.Namun dihatinya masih membayangkan kelakuan tengil Nona mudanya.
Bagaimana gadis kecil itu bisa menjadikan Tristan sekuat sekarang,menyembuhkan luka patah hati karena kehilangan,mampu menyeimbangi Tristan yang usianya terpaut jauh,bahkan sekarang menjadi pusat dunia Tristan.
Roy tidak tahu apa yang akan terjadi,bila Reva tidak hadir dalam kehidupan Tristan, sekarang.Mungkin selamanya Tristan akan mengurung dirinya dikamar.
Roy berharap Reva akan tetap berada disisi Tristan, menemani serta membersamai Tristan, hingga ajal memisahkan mereka.
Tak terasa mobil yang membawa mereka sudah tiba di kantor.Tampa menunggu Roy, membuka pintu. Tristan, segera membukanya sendiri lalu turun kemudian bergegas masuk kedalam kantor.
Ada banyak pekerjaan dan jadwal meeting yang menanti mereka.Roy berharap masalah rumah tangga Tristan dan Reva tidak dibawa Tristan hingga ke kantor.Agar semua pekerjaan mereka bisa berjalan mulus.
__ADS_1
Dan benar saja semua urusan pekerjaan dan jadwal meeting jadi terbangkalai.mood Tristan benar-benar buruk semua karyawan yang ada di ruang rapat jadi sasaran kemarahannya,tak terkecuali Roy, yang hanya menarik napas pun terlihat menyebalkan di mata Tristan.
Pada akhirnya Roy kembali mengambil keputusan, membubarkan meeting yang kacau balau gara-gara mood Tristan, yang buruk.
"Roy,aku mau pulang urus semua pekerjaan kantor,kemari kan kunci mobil biar aku pulang sendiri" Ucap Tristan seraya bangkit dari kursi kebesarannya.
"Baik Tuan, sebaiknya selesaikan permasalahan anda dengan Nona Muda, agar tidak berlarut larut dan menimbulkan masalah baru nantinya"
"Terima kasih Roy, tapi aku bingung bagaimana meluluhkan hati istriku,semakin aku ingin mendekatinya,dia justru semakin menjauh,aku jadi bingung menghadapi sikapnya yang kekanakan begitu."
"Sudah sewajarnya Nona Muda bersikap demikian, mengingat usianya belum cukup umur, memang masih labil dalam berpikir.Jadi menurut saya sebaiknya anda banyak mengalah Tuan agar emosi Nona Muda kembali stabil" Ucap Roy, mencoba memberi saran.
"Apa yang harus aku lakukan,agar dia mau memaafkan aku?"
"Sebaiknya beri dia hadiah Tuan. Karena wanita paling suka kalau diberikan hadiah,tak perlu yang mewah yang penting bisa membuat mereka senang."
"Hadiah apa kira kira yang disukai Reva?"
"Ajak dia makan malam romantis di luar,atau bawakan bunga,itu akan membuatnya senang,percayalah Tuan"
"Baiklah aku minta kamu persiapkan dinner romantis untukku malam ini,ingat jangan sampai gagal.Kalau sampai kamu gagal lagi,lihat saja gaji mu selama dua bulan ini aku potong.Tapi jika ide mu berhasil maka gaji mu bulan ini aku jadikan dua kali lipat,Paham!"
"Baik,Tuan saya akan menyiapkan semuanya untuk anda,sekarang silahkan Tuan, pulang tunggu saja kabar dari saya,selanjutnya."
"Ok,aku tunggu jangan buat aku kecewa, Roy!"
Tenang saja Tuan, saya akan mencarikan seseorang yang ahli dalam menyiapkan dinner spesial untuk anda."
Tristan segera melangkah meninggalkan Roy, yang kebingungan mencari orang yang bisa mewujudkan keinginan Bosnya.
Anda yang bermasalah dengan istri,kenapa aku yang harus repot ,Tuan. Dasar Bos jahat sukanya mengancam dan menindas ku"
Roy, mulai menghubungi salah satu temannya yang memang ahli dalam membuat kejutan.Setelah berembuk akhirnya terjadi kesepakatan bahwa kejutan yang akan mereka buat di sebuah cafe Hotel bintang lima.
Roy,menyewa gedung tertinggi Hotel tersebut.Memilih kamar president's suit dengan latar kolam renang yang akan mereka sulap menjadi tempat dinner yang romantis.
Bersambung......
Akankah Reva luluh dan memberikan maaf untuk Tristan.
__ADS_1
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya.Jangan lupa tinggalkan jejak,dengan cara komen,like,Subscriber, vote mingguan Serta hadiah,agar author tambah semangat lagi,satu dukungan kalian sangat berarti buat kami para author.