
Diโsebuah desa terpencil daerah pedalaman.Hanya terdapat beberapa rumah saja.
Diantara rumah tersebut ada sebuah rumah yang dihuni oleh seorang wanita paruh baya dan ibunya.
Meski usia sudah tidak lagi muda,namun masih terlihat jelas raut kecantikan yang terpancar dari wanita tersebut.
Ibunya yang sudah renta berusia kira kira tujuh puluh tahunan.Ayahnya baru sebulan yang lalu meninggal,karena sakit yang dideritanya.
Wanita tersebut bernama Dewi,sedangkan ayahnya bernama Karta dan ibunya bernama Halimah.
Dewi sebenarnya, bukan anak kandung Karta dan Halimah.Melainkan Anak angkat, yang Karta temukan di bantaran sungai.
Waktu itu Karta sedang mencari ikan di sungai dengan cara menebar jala.
Tak sengaja Karta melihat sosok Dewi yang tersangkut diantara pohon dan semak.
Awalnya Karta mengira Dewi adalah sesosok mayat.Namun saat diangkat bersama kedua temannya ternyata Dewi masih bernapas meski denyut jantung yang melemah.
Karta dan dua temannya membopong tubuh Dewi pulang ke rumah Karta.
Saat mengetahui suaminya membawa wanita yang penuh luka dan tak sadarkan diri,membuat Halimah terkejut.
Halimah segera meminta Karta dan kedua temannya membawa Dewi masuk kedalam kamar.
Halimah segera melepas pakaian wanita tersebut.Mengganti pakaian Dewi yang basah dan kotor dengan pakaian miliknya.
Halimah membawa baskom berisi air hangat dan juga handuk kecil untuk membersihkan tubuh Dewi yang tampak mengenaskan.Dengan luka sayatan di beberapa tubuhnya.
Wajah Dewi hampir tak bisa dikenali karena luka lebam.
Halimah begitu prihatin melihat keadaan Dewi.Dia merawat Dewi dengan obat-obatan herbal yang ada di sekitar rumahnya.
Mereka tidak punya cukup uang untuk membawa Dewi berobat ke Dokter atau Bidan.Posisi rumah mereka juga jauh dari kota,serta tidak adanya kendaraan yang bisa membawa mereka ke sana.
Butuh waktu beberapa hari untuk merawat Dewi hingga ia tersadar.
Dewi sebenarnya bukanlah nama aslinya.Nama tersebut diberikan Karta dan Halimah padanya.Pada saat Dewi sadar ternyata Dewi tidak bisa mengingat apapun.
__ADS_1
Bahkan namanya sendiri saja dia tidak ingat.Halimah dan Karta meyakini bahwa Dewi sebenarnya anak orang kaya,dan berasal dari kota.
Melihat pakaian yang dikenakan saat ia ditemukan di bantaran sungai tempo hari,bukanlah pakaian kelas rendah,tapi pakaian orang yang berduit.
Sejak saat itu Dewi diangkat anak oleh Karta dan Halimah.Kebetulan mereka adalah pasangan yang menikah sudah puluhan tahun,namun belum dikaruniai seorang anak.
Kehadiran Dewi membuat rumah Karta dan Halimah menjadi lebih berwarna.
Sebulan kemudian, Kesehatan Dewi sudah benar-benar pulih.Hanya ingatannya saja yang belum kembali.
Hari hari berikutnya Dewi sudah bisa membantu Karta dan Halimah berkebun.Karena mayoritas penghasilan mereka adalah bertani.
Tak terasa sepuluh tahun sudah berlalu.Hari itu seperti biasa Dewi akan mengantar bekal ayahnya keladang.Melewati jalanan setapak dan di sisi kiri kanan adalah jurang.Semalam hujan turun dengan lebat mengakibatkan jalanan menjadi licin.
Mungkin karena kurang hati-hati, Kaki Dewi tergelincir.Menyebabkan tubuhnya tidak seimbang dan akhirnya jatuh terguling,beruntung tangannya bisa menggapai akar pohon yang bergelantungan di tebing jurang tersebut.
Bersamaan dengan itu kepingan ingatan Dewi kembali seperti puzzel.Satu persatu memori otaknya bisa mengingat tentang kisah hidupnya dimasa lalu.
Dari saat dia gadis,kemudian menikah lalu memiliki seorang putri dan terakhir upaya pembunuhan yang dilakukan seseorang terhadapnya.
Dewi mengingat semuanya.Setelah sepuluh tahun lamanya.Dewi begitu merindukan suami serta putrinya.Namun kerinduan dan keinginan Dewi untuk bertemu dengan suami dan anaknya terhalang oleh ingatannya terhadap manusia jahat yang hampir merenggut nyawanya.
Dewi juga berpikir, andai dirinya kembali kepada suami dan anaknya,akan kah mereka mengingat dan mau menerimanya?.
โSetelah sepuluh tahun mungkin saja sekarang suaminya sudah menikah lagi,dan hidup bahagia bersama istri barunya.
Dilanda pikiran-pikiran yang seperti itu membuat Dewi mengurungkan niatnya.Bahkan Dewi merahasiakan tentang ingatannya yang sudah kembali kepada Karta dan Halimah.
Sejak ingatannya kembali.Setiap malam Dewi selalu menangis merindukan suami dan juga putrinya.
Dewi selalu membayangkan kehidupan yang bahagia dalam rumah tangga mereka.Andaikan mereka bisa berkumpul kembali.
Namun ketakutan Dewi akan sosok pria jahat yang hampir membunuhnya dulu membuatnya menekan rasa rindunya sekuat hati.
Dewi percaya anak dan suaminya pasti baik-baik saja,Dewi yakin mereka asti hidup bahagia sekarang.
Terkadang Dewi membayangkan wajah putrinya pasti secantik dirinya,bahkan mungkin lebih cantik.
__ADS_1
Dewi menyesali karena tidak bisa menyaksikan tumbuh kembang anaknya,yang sekarang sudah beranjak remaja.
Dan hari ini tepat dua puluh tahun perpisahannya dengan suami serta anaknya.
Dewi ingin kembali ke kota,namun kembali terhalang oleh sang ibu yang sudah tua,dan telah ditinggal mati ayahnya.
Mana mungkin Dewi tega meninggalkan ibu yang sudah merawatnya selama ini,apa lagi sang ibu sudah sering sakit sakitan.
Dewi kembali memendam keinginannya untuk kembali ke kota kelahirannya.
Hari ini Dewi pergi ke kebun untuk memetik sayuran.Sejak kepergian sang ayah,Dewi harus terbiasa pergi sendiri.
Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan.Dewi segera kembali ke rumah,mengingat sang ibu masih terbaring sakit.
Dewi mempercepat langkahnya untuk segera tiba di rumah.Sebab hari sudah siang,dia harus mengolah sayuran yang dia bawa untuk dimakan bersama sang ibu.
Begitulah keseharian Dewi selama dua puluh tahun terakhir.Dia tidak berminat untuk menikah lagi,mengingat dirinya masih terikat hubungan pernikahan dengan suami sahnya.
Bukannya tidak ada pria yang berniat meminangnya.Selama ini entah sudah berapa pria yang ingin menghitbahnya namun Dewi selalu menolak.Dia tidak ingin mengkhianati ikatan sucinya bersama sang suami.
Meski dia tidak tahu entah cerita yang bagaimana yang tersiar di telinga suaminya.Semenjak menghilangnya Dewi.
Mungkin suami dan kerabatnya yang lain mengira dia sudah mati.Atau mungkin .... entahlah hanya tuhan yang tahu tentang semuanya.
Sekarang ini yang harus Dewi lakukan hanya ingin merawat Halimah yang sudah dia anggap sebagai ibu kandungnya.
Bila memang dia masih memiliki takdir baik,maka dia percaya suatu saat akan ada jalan untuk dia bertemu kembali dengan orang-orang yang dia sayang.
Untuk saat ini dia hanya ingin menikmati hidup,bersama sang ibu.
Akan dia tahan kerinduannya hingga suatu saat nanti akan ada jalan untuk dirinya kembali berkumpul dengan suami dan anaknya.Andai itu tidak terjadi,biarlah sebab sudah cukup baginya memiliki mereka meski raga tak lagi bersama.
Bersambung.......
Ini bukan cerita baru ya kak,tapi masih masih di kisah Tristan dan reva hanya saja kita akan kedatangan orang baru dalam cerita Dokter cinta Ceo.
Kira kira yang bisa menebak siapa sih sosok Dewi sebenarnya.
__ADS_1
Jawab di kolom komentar ya kak.
Saya ucapkan terima kasih buat yang sudah bergabung dan setia mengikuti cerita Tristan dan Reva. jangan lupa like, dan subscribe nya ya kak,dan vote mingguannya agar karya aku ini bisa masuk rekomendasi berikutnya. terima kasih ๐๐๐๐๐๐ฅฐlove love sekebon pokoknya buat kalian semua.๐๐