
"Memangnya siapa yang akan pergi? Apa aku akan mengizinkan kamu pergi?"
Reva yang tak mengetahui kedatangan Tristan, terlonjak kaget hampir terjengkang ke belakang.Sedang Bik Asih memilih pergi saat Tristan mendekat ke arah mereka
"Aku yang akan pergi,Kak.Bukankah keberadaan ku,tidak diinginkan,jadi untuk apa aku tetap berada disini,hanya akan menjadi beban ,Kak Tristan saja" Ucap Reva sedih.
"Reva aku mohon jangan pergi,tetaplah disini aku membutuhkanmu."
"Tidak,Kak.Aku tidak bisa hidup dalam kepura-puraan dan hanya jadi peran pengganti,bila Kakak belum selesai dengan masa lalu Kakak. Aku mohon lepaskan saja aku,jangan beri aku harapan yang semu."
"Aku mohon Reva, dengarkan aku sekali ini saja.Kamu butuh kepastian,Kan? Maka aku akan akui semuanya disini,sekarang."
"Apa yang akan Kakak, lakukan Kak Tristan mau mengakui kalau perasaan cinta Kakak sudah terbalaskan oleh wanita yang Kakak cintai"
"Iya"
"Kalau begitu tidak usah repot-repot, Kak.Aku sudah tahu.Bukankah Kak Tristan pernah cerita tentang perasaan Kakak yang bahagia karena cinta Kakak terbalas."
"Apa kamu tahu siapa wanita itu?"
"Aku tidak tahu,Kak.Sebab Kakak tidak pernah berbagi apapun padaku,baik itu masa lalu Kakak, atau harapan Kakak kedepannya seperti apa?,Kakak tidak pernah terbuka sama aku"
"Aku hanya tidak ingin kamu terbebani,dengan semua keluh kesah ku.Aku tidak mau kamu terganggu dengan cerita masa laluku.Aku hanya ingin melihatmu bahagia tampa beban,dari itu aku menutup rapat cerita masa laluku"
"Tapi apa Kakak lupa bahwa aku juga butuh kepastian,bukan hanya perhatianmu,Kak.Atau uang apalagi kekayaan. Bukan itu tujuanku,Kak.Aku hanya ingin memiliki pendamping hidup yang mau mengerti dan menerima apapun kekurangan dan kelebihan ku,begitupun sebaliknya,aku akan menerima pasanganku dengan semua yang dia miliki."
"Maaf Reva, bila sikapku membuatmu tidak nyaman,tapi percayalah ini adalah caraku untuk membahagiakan mu"
"Wanita mana yang bisa bahagia tampa adanya kepastian,Kak?."
"Aku kira hanya dengan menjadikanmu prioritas ku,membuatmu nyaman berada di sampingku,dan memenuhi semua kebutuhanmu.Bisa menjadikan mu betah berada di sisiku,tapi ternyata aku salah,Maafkan aku."
"Sudahlah,Kak.Tidak perlu meminta maaf,sebaiknya kejar kebahagiaan Kakak, mulai sekarang tidak perlu mengkhawatirkan aku,percayalah aku akan baik- baik saja,Kak"
__ADS_1
"Apa maksudmu,kebahagiaan yang mana yang harus kukejar,bila kebahagiaan ku yang sebenarnya ada padamu Reva."
"Ada padaku?" Tanya Reva bingung.
"Iya Reva,Kamu adalah kebahagiaanku sekarang,sebab kamu adalah pusat hidupku Reva." Ucap Tristan, seraya meraih tubuh Reva, kedalam pelukannya.
Reva ingin berontak,dia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.Seingat Reva, Tristan mencintai gadis lain bukan dirinya.
"Tidak perlu berbohong,Kak. Hanya Untuk membuatku senang."
"Aku tidak berbohong,memang kamulah gadis yang aku maksud,tidak ada gadis lain.Sayang,percayalah padaku aku benar-benar jatuh cinta padamu,aku mencintaimu,sekarang, esok,bahkan sampai aku mati,hanya kamu yang ada di hatiku,aku mohon percayalah padaku."
"Apa buktinya?" Ucap Reva masih tak percaya.Meski hati berdebar karena mendengar pengakuan cinta dari mulut Tristan langsung.
"Kamu ingin aku melakukan apa untuk membuktikan ucapanku,akan aku lakukan"
"Buktikan bahwa Kakak memang benar-benar mencintaiku."
"Aku akan mengumumkan ke seluruh dunia bahwa aku mencintaimu,dan akan menjadikanmu ratu didalam hatiku." Ucap Tristan, yakin.
"Aku hanya masih tidak percaya,dengan apa yang kudengar barusan,apa mungkin seorang Tristan, yang sempurna bisa jatuh cinta padaku,yang usia saja begitu jauh terpaut dari,Kak Tristan. Aku ini kekanakan, tidak dewasa kenapa Kakak, memilihku?"
"Karena kamu wanita spesial, kamu sempurna dimata ku,meski umurmu masih muda,tapi kamu mampu mengobati luka hatiku karena trauma akibat kehilangan cinta masa laluku.Kamu Dokter cintaku Reva."
Kata-kata yang diucapkan Tristan mampu membuat hati Reva berbunga bunga,ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan,Tristan juga mencintainya.
Seketika Reva, menghambur ke pelukan Tristan, menangis terisak,bukan karena sedih melainkan tangis bahagia.
"Kenap menangis,jangan pernah meneteskan air mata di depanku Reva, sebab aku tidak rela bila setetes saja air mata mu menetes,berjanjilah bahwa kamu akan tetap tersenyum."
"Aku gak nangis, Kak.Aku justru bahagia ternyata perasaanku terbalas juga,Kak Tristan juga mencintaiku."
"Sayang,sebenarnya ada rahasia yang belum kamu ketahui"
__ADS_1
"Rahasia? apa?"
"Sebenarnya,aku sudah mencintaimu sejak lama,jauh sebelum kita menikah"
"Apa ...?"
"Aku jatuh cinta sama kamu sejak hari pertama kamu masuk Kampus"
"Serius?"
"Iya,waktu itu aku hanya bisa mantau kalian satu persatu dar Cctv, karena aku memang belum berani untuk keluar dari rumah.Aku terpesona saat pertama kali melihat senyummu,saat kamu,Mira,dan dua sahabatmu yang lain bercerita tentang gebetan mereka.Dan waktu itu kamu bilang hanya kamu yang enggak suka didekati sama cowok.Membuatku semakin penasaran dan ingin mengenalmu lebih jauh."
Lalu?"
"Aku tidak punya keberanian untuk mendekatimu secara langsung.Jadi aku tempatkan beberapa orang untuk mengawal mu dari jauh." Ucap Tristan, seraya menghela napas berat,Takut bila Reva akan marah,saat tahu bila selama tiga tahun ini merasa diawasi.
"Selain itu,aku juga menunggu hingga usiamu pantas untuk menikah,maka saat ada kesempatan waktu itu aku segera menjalankan rencana ku.Langkah pertama yang aku ambil adalah mendekati Ayahmu.Saat aku mengutarakan niatku untuk menikahi mu,beliau terkejut dan merasa keberatan namun aku meyakinkan Ayah,bahwa aku akan membahagiakan dan melindungi mu,dari itulah Ayahmu setuju dan merestui niat baikku."
"Berarti isu yang menerpa ayah waktu itu adalah rekayasa kalian semua?"
"Iya,dan ayahmu lah yang memberi ide tersebut.Setelah berdiskusi akhirnya rencana menikahi mu berbarengan dengan rencana menjerat si Baskoro itu,dan syukurnya lagi kedua rencana tersebut berhasil dan sukses."
"Aku benar-benar kecewa dengan semua cerita Kak Tristan, Kenapa rencana melamar ku harus dijalankan bareng dengan aksi balas dendam kalian,itu Gak asik"
"Kalau untuk melamar mu, itu memang sudah aku pikir matang matang, hanya saja aku menunggu waktu yang tepat,yaitu menunggu usiamu masuk ke angka dua puluh tahun.Oleh sebab itu rencananya bisa berbarengan dengan menjebak Baskoro.Tapi percayalah semua hanya kebetulan semata."
"Kenapa Kakak, tidak pernah cerita?"
"Karena aku tidak mau kamu merasa terganggu dan terbebani,oleh sebab itu aku meminta semuanya untuk merahasiakan semua dari kamu."
"Aku gak terima dengan perjodohan ini,kalian semua udah nipu aku,aku benci kalian semua." Ucap Reva, seraya berlari meninggalkan Tristan.
"Reva tunggu,jangan pergi aku mohon"
__ADS_1
Bersambung