DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 37


__ADS_3

Baskoro nampak terengah-engah berusaha melepaskan diri dari ikatan yang membelenggu tubuhnya.


Semakin dia berontak semakin kencang ikatan tersebut membelitnya.


Ditengah-tengah ketidak berdayaannya, sebuah vidio yang menampilkan kejahatannya di putar.


Bagaimana dia menstabotase mobil yang di kendarai Bagas,kekasih Fani yang kecelakaan hingga tewas,lalu peristiwa kematian ayah Fani yang ternyata oleh perbuatannya juga, menghilangnya ibunda Mira yang dikira lari dengan laki-laki lain ternyata dialah yang menculik sang ibunda lalu membuangnya ke dasar jurang,terakhir kecelakaan yang menimpa Renata hingga menewaskannya.


Semua adegan satu persatu di tayangkan di layar lebar tersebut.


Baskoro nampak syok karena kejahatannya selama ini terbongkar.


Baskoro menduga-duga siapa dalang di balik penyekapan dirinya,bukankah Tristan sudah mati lalu siapa lagi yang mengetahui kejahatannya,apa mungkin Fani atau Mira?.


Sedang tenggelam dalam lamunannya tiba-tiba lampu ruangan itu menyala,membuat mata Baskoro silau karena cahaya terang tersebut.


Baskoro mengerjapkan mata berharap bisa menormalkan kembali penglihatannya.


Saat penglihatannya kembali normal,Baskoro kembali di kejutkan dengan pemandangan yang saat ini ada di depan matanya.


Sosok sosok yang begitu ia kenal,bahkan beberapa dari mereka sangat dekat dengannya.


Orang-orang yang teramat dia sayangi,sekaligus yang dia buat kecewa dan terluka hati karena perbuatannya.


Dan yang paling membuatnya syok adalah kehadiran Fani di sana.Fani berdiri dengan anggunnya,memakai stelan blazer warna biru muda, dengan riasan yang begitu memukau,sepatu boots dengan hak tinggi,rambut hitam lurus tergerai,benar benar cantik.


Tidak ada wajah pucat atau tubuh lemah seperti hari terakhir perjumpaan mereka sebelum Fani berangkat ke luar negri.


Selain Fani ada juga Reno yang begitu gagah dengan stelan jas berwarna hitam dengan kemeja putih didalamnya,ada Pak Burhan ayah dari Mira beserta Mira ,ada Reva,dan terakhir tak kalah membuat Baskoro semakin syok adalah keberadaan Tristan yang ternyata masih hidup,tampa ada cacat sedikitpun.


Wajah Baskoro seketika pias,adegan demi adegan kejahatannya terekam jelas di kepalanya.


Baskoro sudah kalah,dia sudah tertangkap, kejahatannya sudah terbongkar,siapa yang patut di persalahkan sekarang,apakah dirinya yang begitu ceroboh mudah mempercayai seseorang,atau orang-orang itu sendiri yang menyalah artikan kepercayaannya.

__ADS_1


Fani berjalan mendekat,dan sekarang sudah berdiri tepat disisi kanan Baskoro. Tangan Fani terulur membelai mesra wajah Baskoro seperti yang dia lakukan selama ini.


"Selamat pagi mas,bagaimana kabarmu hari ini, apa menyenangkan,apa semalam kamu mimpi indah?aku yakin kamu pasti mimpi indah ya mas,makanya pagi ini kamu terbangun dengan hari yang begitu banyak kejutan" Ucap Fani dengan kedua tangan yang mencengkram kuat bahu Baskoro.


"Pasti kamu kaget ya mas,kenapa aku bisa berdiri disini, kenapa aku bisa berkumpul dengan orang-orang kepercayaan mu?,kamu mau tahu jawabannya mas? itu semua karena mereka sebenarnya adalah orang-orang kepercayaan ku,sekaligus keluarga dari orang-orang yang telah kau hilang, Kan nyawanya."


"Kamu ingat,Burhan?",Fani menunjuk ke arah Burhan. "Dia adalah suami dari seorang Gina yang kau bunuh dengan cara mendorongnya ke dasar jurang" Ada keterkejutan di wajah Baskoro, seingatnya Gina belum memiliki suami.


"Dan apa kamu ingat gadis yang kamu gauli dengan brutal?" Fani menunjuk ke arah Mira. "Dia adalah putri Gina,orang yang selama belasan tahun ini kamu fitnah dengan begitu kejam,membuat sekenario bahwa dia menghilang seolah-olah lari dengan pria lain." Baskoro semakin terkejut dengan semua fakta yang ia dapat pagi ini.


"Dan apa kau ingat Reno? Dia adalah keponakan dari seorang Bagas yang kamu bunuh dengan cara menstabotase mobilnya,apa kamu juga ingat bagaimana kamu menghilangkan nyawa ayahku? dan yang terakhir Renata, anak yang selama ini kamu bangga banggakan, yang kamu bilang sudah menganggapnya anak sendiri,tapi kamu juga yang merencanakan rekayasa kematiannya?Kamu jahat Baskoro,jahat!!"


"Cukuuup! Fani, aku mohon cukup,ya aku salah,aku berdosa aku yang membunuh mereka, aku mohoooon ... ampuni aku"


"Ampun? ... semudah itu kamu meminta ampun! Baskoro ... apa kamu tahu bagaimana hancurnya aku saat tahu calon suami yang akan menikahi ku dua hari lagi ternyata meninggal dalam sebuah kecelakaan,bahkan dengan keadaan aku tengah berbadan dua,apa kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan sosok ayah yang amat sangat kamu sayangi, dan kamu sendiri tahu bagaimana kehidupanku saat kehilangan putri yang sangat aku sayangi,aku menderita terpukul bahkan depresi berkepanjangan!."


"Lalu kamu dengan mudahnya berucap kata maaf!...,kamu benar-benar orang yang tidak miliki hati Baskoro!"


"Aku mohon Fani"


Reva membawa Fani keluar dari ruangan tersebut,dia pun tidak sanggup untuk mengetahui lebih banyak lagi fakta yang akan terungkap nantinya.


Kali ini Mira yang mendekati Baskoro,dengan sekali gerakan tangannya sudah mencengkram kuat dagu Baskoro.


"Hai Om,apa kamu tidak penasaran bagaimana aku bisa sampai disini, kenapa aku bisa menjadi iblis yang jahat? Semua karena dendam di hatiku!, Gara-gara kamu aku harus kehilangan sosok seorang ibu,gara-gara kamu,aku menanggung kebencian terhadap ibuku,dan gara-gara kamu pula aku harus mengorbankan diri dan masa depanku, aku begitu jijik dengan diriku sendiri,tapi aku tidak menyesal! Karena bayaran yang setimpal,aku bisa melihat kehancuran mu!."


"Apa kau tahu setiap malam ayahku menangis menyesali keputusan ibu yang memilih pergi meninggalkannya untuk pria lain,ibuku kau fitnah begitu kejam,tapi kamu lah yang membunuhnya,kamu pembunuh! pembununuuh!"


Mira berteriak histeris, setelah itu tubuhnya.merosot kelantai terdengar isak pilu yang begitu menyedihkan dari Mira. Pak Burhan menghampirinya,meraih tubuhnya lalu mengajaknya bangun,tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir Burhan,cukup baginya Mira saja yang menghukum Baskoro. Sebenarnya ingin rasanya dia melayangkan tinju ke wajah Baskoro, tapi Burhan tidak mau mengotori tangannya.


Burhan memilih pergi membawa Mira keluar dari ruangan tersebut.


Sedangkan Baskoro hanya diam tampa ekspresi,tatapan matanya kosong dan menerawang jauh.

__ADS_1


Sekarang giliran Reno yang melangkah maju.Reno terlihat santai tampa ekspresi, kedua tangan ia masukan ke dalam saku celana,lalu berdiri tepat di depan wajah Baskoro.Reno menunduk mensejajari wajah Baskoro.


"Tuan Baskoro yang terhormat,sudah lama aku menantikan momen ini,selama ini aku selalu bermimpi bisa menghukum mu dengan tangan ku sendiri,tapi ternyata aku salah ada banyak tangan yang akan ikut membalaskan dendam mereka" Ucap Reno, sembari menatap tajam ke dalam mata Baskoro yang sudah pasrah.


"Apa kamu tahu,betapa aku muak saat bekerja denganmu,menjadi sekretaris pribadimu,terkadang terlintas di pikiran untuk membunuhmu,tapi aku tidak mau kau mati semudah itu,tidak pantas bila harus memberimu hukuman seringan itu ,Kan?.''


Reno berjalan mengitari Baskoro,perasaan muak dan ingin mencabik-cabik wajah Baskoro,tapi dia masih bisa meredam emosinya,dia tidak mau menghukum Baskoro dengan cara yang ringan,dia ingin menyiksa Baskoro terlebih dahulu,sebelum menyerahkannya ke pihak yang berwajib.


" Aku akan menghukum mu dengan caraku sendiri,baru setelah itu aku menyerahkan mu pada para penegak hukum"


Reno melangkah keluar dari ruangan tersebut,namun saat dia akan mencapai pintu suara Baskoro kembali berbicara membuatnya menghentikan langkah.


"Bunuh saja aku,aku pantas mati,tapi aku mohon jangan sampai Aditya tahu dengan semua perbuatan jahat yang aku lakukan,aku mohon bunuh aku sekarang!"


Reno berbalik dengan seringai jahatnya."Membunuhmu?bukankah sudah aku bilang,aku tidak akan membuat mu mati dengan mudah,ada banyak luka yang kamu goreskan di keluargaku.Nenekku setiap malam selalu menangis meratapi kepergian putra satu-satunya, ibuku harus menderita karena kehilangan sosok kakak yang amat sangat di sayangi nya,aku pun merasakan dampak dari itu semua."


Reno menjeda kalimatnya, tatapan matanya menerawang jauh ke masa puluhan tahun silam.


"Nenek dan ibuku menjadi depresi bahkan nenek sampai meninggal dengan cara bunuh diri,karena rasa kehilangan yang menyiksanya,ibuku ditinggal pergi ayahku saat tahu ibuku depresi, dan aku harus menanggung hidup yang tidak mudah,hidup bersama ibu yang hilang akal tampa adanya sosok ayah yang membantu merawat aku dan ibu."


Reno mengingat kembali bagaimana hidupnya yang saat itu masih berusia balita,harus hidup dengan ibu yang sakit jiwa,karena di tinggal mati sang kakak lalu di tinggal pergi sang ibu yang mati dengan cara gantung diri,ditambah lagi kepergian sang suami karena tahu ibunya sakit jiwa.


"Dan sekarang kamu meminta untuk aku membunuhmu?aku tidak akan melakukannya sebelum aku puas menyiksa fisik maupun mental mu!"


Usai berkata begitu Reno segera melangkah meninggalkan Baskoro bersama Tristan, yang masih bergeming di sana.


"Bunuh aku .... aku mau mati saja,jangan hukum aku seperti ini,aku mohon Tristan, bunuh aku sekarang juga,aku mohoooon!"


Suara Baskoro memohon dan menghiba terdengar sangat menyesakkan.


Sementara itu Tristan yang hanya berdiri menatap wajah Baskoro dengan tatapan yang menghunus serta seringai licik.membuat Baskoro semakin gemetar ketakutan.


Bersambung........

__ADS_1


Halo semua,aku ucapkan terima kasih buat kalian semua yang sudah berpartisipasi dalam karyaku ini,yang tidak bisa aku sebut satu-persatu.intinya terima kasih atas komentar,gift,like dan juga vote kalian sangat membantu aku untuk lebih semangat lagi dalam berkarya 😘🥰


__ADS_2