DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 33


__ADS_3

Siang ini tepat saat jam makan siang Tristan sedang berada di sebuah cafe,dia tidak sendiri tapi ditemani oleh Roy, mereka sedang mengadakan sebuah meeting, bersama rekan bisnis dari perusahaan lain.Kebetulan pas jam makan siang,mereka memesan menu untuk makan siang.


Perusahaan tersebut mengirimkan sekretarisnya, untuk mewakili meeting mereka.Seorang gadis cantik dengan riasan tebal,dan pakaian minim,rok span tingginya,di atas lutut sehingga menampakkan paha putih mulusnya,dengan setelan baju kemeja pas body,dengan dua kancing atas yang sengaja di buka,sehingga belahan dadanya terlihat,bahkan sebagian sudah menyembul keluar dari pelindungnya.


Melihat pemandangan seperti itu membuat Tristan jengah,ingin rasanya dia membatalkan meeting, tapi mau bagaimana pun dia dituntut untuk profesional.


Kenapa perusahaan sebesar ini harus mempekerjakan seorang wanita penggoda seperti dia,apa sudah tidak ada lagi manusia di atas bumi ini, sehingga mereka memilih sekretaris yang bisanya cuma memamerkan tubuh mereka.


Tristan benar-benar muak.Dia ingin meeting ini secepatnya selesai,Tristan memeriksa proposal yang dibawa oleh perempuan sundal itu.


Sementara wanita sialan itu semakin berani menggodanya,dia pasti berpikir bahwa Tristan pria yang mudah tergoda oleh sembarangan wanita, perempuan bernama Diana itu,semakin berani menggeser kursi lebih rapat lagi ke sisi Tristan. Bukan hanya itu tangannya sudah berani meraba paha Tristan.


Tristan masih bertahan berpura-pura senang dengan godaannya. Tristan ingin melihat sejauh mana usaha perempuan ****** tersebut merayunya.


Di tengah tengah meeting Roy, pamit untuk pergi ke kamar mandi, kesempatan itu di gunakan Diana untuk terus melakukan aksi gilanya.Melihat Tristan hanya diam tidak menolak sentuhannya,membuat Diana semakin kalap,kali ini dia bangkit dari kursi yang di duduki nya,berdiri di belakang Tristan lalu memeluk nya dari belakang.


Sementara itu di halaman cafe,sebuah mobil sport berwarna merah berhenti di parkiran,kemudian wanita yang ada di belakang kemudi turun,melangkah masuk ke dalam cafe.Niat ingin membeli minuman dingin,namun tubuhnya membeku saat melihat pemandangan yang ada di depannya.Hati Reva terasa sakit,meski sudah menekan hati dan perasaannya untuk tidak sakit hati bila hal semacam ini terjadi,tapi tetap saja saat melihat orang yang kita cinta sedang bermesraan dengan wanita lain pasti akan terasa sakit.


Terlebih lagi wanita itu lebih segalanya dari Reva, Dia wanita dewasa,yang mandiri cantik dan seksi,sementara dia,tubuhnya mungil,wajah biasa saja tidak pandai berhias,usia masih terpaut jauh, hidup saja masih menumpang pada Tristan, benar-benar kalah dalam segala hal.


Reva sudah tidak kuat,air matanya sudah menganak sungai, dia begitu labil,Reva memutuskan untuk pergi dari sana.Saat akan berbalik tiba-tiba saja seseorang menabraknya,sehingga membuat Reva hilang keseimbangan,tubuhnya jatuh ke lantai.


Bugh Suara tubuh Reva menyentuh lantai. Dan seketika Reva mengaduh. Orang yang menabrak Reva mencoba membantu Reva bangkit, Tapi dia terkejut ternyata orang yang dia tabrak hingga jatuh adalah istri bossnya ."Nona muda,anda tidak apa-apa,?" Ucap Roy panik,ternyata yang menabrak Reva adalah Roy.


"aku tida apa-apa, Kak" Jawab Reva.


Tristan yang mendengar keributan tersebut menoleh ke sumber suara,dan betapa terkejutnya Tristan saat melihat Reva sudah berdiri di sana menatapnya penuh amarah,dan berlinang air mata.

__ADS_1


"Reva, sayang" Ucap Tristan seraya bangun dan menepis tangan Diana yang membelit tubuhnya mesra.


Namun Reva malah mundur,dia belum mau bertemu dengan Tristan, dia benci dan muak melihat Tristan.


"Jangan mendekat,aku gak mau dekat Kakak, aku gak mau lihat muka Kakak,hiks...."


"Reva sayang,aku bisa jelasin ini tidak seperti yang kamu lihat,aku tidak melakukan apapun, percayalah"


"Udah Kak, aku mohon jangan dekati aku ,aku mau sendiri dulu" Ucap Reva, kemudian ia berlari keluar dari dalam cafe,menuju ke mobil,lalu masuk kedalam mobil dan segera berlalu dari sana.


Tristan hanya terpaku melihat kepergian Reva, ingin rasanya dia berlari mengejarnya,menghapus air mata yang mengalir disebabkan oleh kesalahannya,tapi dia juga harus memberikan Reva waktu untuk menenangkan diri.


Tristan kembali ke meja dimana ada Diana yang tersenyum ke arahnya. Seketika tangan Tristan terulur mencengkram dagu Diana dengan kasar. "Dasar ****** kamu pikir aku akan tergoda oleh bujuk rayu mu,sekarang juga kamu pergi dari sini dan jangan pernah menunjukkan wajahmu di depan ku lagi,bila itu sampai terjadi maka aku tidak akan segan segan mematahkan tangan dan kaki mu!" Bentak Tristan seraya menghempaskan cengkraman nya dengan kasar,dengan napas yang menderu menahan marah,wajah yang begitu menakutkan.


Diana bangkit dari kursi,lalu pergi setengah berlari,dia begitu takut dengan kemarahan Tristan. Bosnya benar Tristan tidak mudah untuk disentuh,dia sudah salah dalam menilai Tristan.


"Roy cepat hubungi Bos ****** itu,dan katakan padanya aku membatalkan kerjasama dengan perusahaan mereka,dan katakan pada mereka aku menuntut ganti rugi untuk kontrak yang sudah ditanda tangani"


Sementara itu Reva, yang mengemudikan mobil tak tentu arah,dia terus saja mengemudi,setelah itu dia memarkir mobil dengan sembarang dipinggiran sebuah taman.


Reva turun lalu melangkah masuk ke dalam taman,mencari tempat untuknya menumpahkan air mata dan kekesalan di hatinya.Dia duduk di sebuah bangku,menangkup wajah dengan kedua tangannya,terdengar isak tangis yang begitu memilukan.


"Kenapa harus dia Kak hiks..., kenapa bukan aku hiks...,sakit Kak, hatiku sakit,apa aku tidak pantas untuk di cintai,apa aku terlalu buruk di matamu, kenapa kamu bersikap baik padaku,memberikan kenyamanan,dan kebahagiaan padaku,lalu kamu juga yang melukai ku,aku lelah Kak, aku mohon lepaskan aku hiks....."


Lama Reva di sana,hingga sore menjelang.


...****************...

__ADS_1


Di lain tempat,di waktu yang berbeda,sehari sebelum kejadian Reva, memergoki Tristan di cafe.


Hari itu adalah hari keberangkatan Fani keluar negri untuk berobat.Baskoro hanya bisa mengantar sampai Bandara.


Fani berangkat bersama empat pengawal,salah satunya adalah Reno.


Selain Reno, ada Siska orang yang selama ini merawat Fani,Robi dan joni.Mereka adalah orang-orang kepercayaan Baskoro.


Setelah memastikan pesawat yang di tumpangi Fani,dan ke empat pengawalnya lepas landas,Baskoro memutuskan untuk kembali ke kantor,sebab banyak sekali pekerjaan yang menunggunya.


"Aku harap misi ku kali ini berhasil,aku sudah bisa menyingkirkan Fani untuk sementara waktu,tinggal menjalankan rencana berikutnya" Gumam Baskoro.


Kemudian dia menghubungi seseorang melalui ponsel yang di genggamnya.


"Halo. Saatnya menjalankan misi,aku harap kali ini kalian bisa berhasil,aku tidak mau mendengar kalian gagal lagi,satu pengacau kita sudah aku singkirkan,tinggal menekan tua bangka itu agar dia mau mengalihkan semua aset ini atas namaku,kalian paham segera kerjakan!"


"Fani kamu sendiri yang memilih pergi,tapi ini adalah sebuah keberuntungan bagiku,karena kepergian mu,aku bisa leluasa menjalankan misi ku,sekarang saatnya aku bersenang-senang, Mira tunggu aku,Aku sudah tidak sabar untuk melewatkan malam panjang ini bersama mu ha ha ha" Baskoro tertawa puas.


Siang itu,orang-orang kepercayaan Baskoro berhasil menyekap kuasa hukum Fani,mereka mengancam akan menyakiti keluarganya bila dia tidak mau menuruti perintah mereka,Dengan terpaksa akhirnya kuasa hukum Fani yang bernama Danu menuruti perintah mereka.


Sasaran mereka berikutnya adalah Tristan, mereka akan mencari cara agar Tristan mau menyerahkan semua barang bukti kejahatan Baskoro selama ini.


Mereka sedang mengincar target yang akan mereka jadikan umpan agar Tristan mau keluar dan menemui Baskoro. Sudah dua hari ini mereka mengincar Reva, dan kebetulan hari ini Reva sendirian,duduk termenung di bangku taman.


Reva yang sedari tadi melamun,tak menyadari kehadiran dua orang pria yang berpakaian serba hitam sudah berdiri di belakangnya.Dengan hitungan detik kedua pria itu sudah membopong tubuh Reva, yang terkulai lemas tak sadarkan diri,akibat obat bius yang mereka gunakan untuk membekap wajah Reva.


Kedua pria itu memasukan tubuh Reva, ke dalam mobil lalu mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.Kemudian salah seorang dari mereka menghubungi Bos mereka,mengabarkan bahwa target sudah mereka amankan.

__ADS_1


Di sebrang sana Baskoro tersenyum senang karena sudah berhasil mendapatkan targetnya.


**Bersambung**........


__ADS_2