DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 12


__ADS_3

Siang itu Kampus mendadak ramai,terlihat para Mahasiswi berlari ke halaman Kampus,mereka berkerumun seperti semut mengerubungi gula,sementara itu Reva yang hendak pergi ke Kantin terlihat bingung melihat teman teman seangkatannya ikut berlari,karena penasaran Reva memutuskan ikut melangkah ke sana.


"Ada apa,kenapa mereka berkumpul di sana?" Reva bertanya pada salah satu mahasiswa yang melintas di depannya.


"Oh...itu,katanya sih Kampus kita kedatangan CEO tampan sekaligus pemilik Kampus ini,kenapa kamu cuma berdiri di sisi, memangnya kamu tidak penasaran dengan sosok tampan itu?." Balas Pemuda yang bernama Adit itu.


"Ogah.. mending aku ke Kantin aja,aku lapar pengen makan bakso,siang siang gini makan bakso pedas pasti enak,kamu mau kemana?mending ikut aku ke Kantin kita makan."


"Kalau kamu traktir aku mau" Goda Adit.


"Boleh,itung-itung sedekah he..he..."


"Buset kamu kira aku pengemis" Adit pura pura tersinggung.


"Habis tampang mu mirip sih kayak yang di perempatan lampu merah ha..ha..."


"Ya kali pengemis Nya tampan dan keren kayak aku"


"Ya udah lah ayo kita ke Kantin" Ajak Reva dan di ikuti oleh Adit di belakangnya.


"Bu sri Baksonya dua ya,level tiga puluh"


"Iya mbak Reva, ditunggu sebentar ya."


"Ok Bu"


Tak lama pesanan datang dan mereka langsung menyantapnya,namun saat sedang asik makan tiba-tiba saja Reva terkejut dengan suara bariton yang ada di belakangnya.


"Sedang apa kamu disini? aku mencari mu ternyata kamu malah asyik berduaan disini!!."


Reva menoleh dan dia hampir tersedak bakso yang sedang dikunyah Nya,tidak percaya dengan apa yang dia lihat,seseorang pria berdiri dengan posisi kedua tangan di masukkan ke dalam saku celananya, aura nya begitu mencekam tatapan dingin dan tajam,membuat Reva bergidik ngeri,untuk beberapa kali dia mengusap tengkuknya yang terasa dingin.


"Kak Tristan,kenapa Kakak disini?bukankah saat ini Kakak di kantor untuk rapat,kenapa malah kemari?" Reva bertanya dengan suara sedikit bergetar,dan bangkit lalu mendekati Tristan.


"Kalau aku tidak kesini maka aku tidak akan tahu kelakuan mu yang sebenarnya, kenapa berduaan di sini? memangnya hanya dia teman mu di kampus ini?."


Adit yang tidak tahu apa-apa merasa terganggu dengan kata-kata dan kehadiran Tristan.


"Hai...Om,memang apa salahnya kalau kami makan berdua,ini kan tempat umum lagian tidak ada larangan kan untuk kami berduaan?,kami ini teman jadi wajarlah kalau kami sedekat ini."


"Aku tidak meminta mu bicara,jadi diam lah" Tristan menunjuk kearah wajah Adit.


"Sudah Kak, aku minta maaf ,dan maafkan Adit dia tidak tau apa-apa" Reva mendekati Tristan meraih tangannya dan bicara setengah berbisik,Reva merasa malu karena jadi pusat perhatian.


"Baiklah,untuk kali ini aku memaafkannya tapi lain kali jika dia berani mendekatimu lagi maka akan ku patahkan kakinya!,sekarang aku mau membuat perhitungan pada orang yang sudah mengganggumu hari ini."


"Maksud Kak Tristan apa?" Reva nampak bingung ,dengan ucapan Tristan.


"Roy bawa wanita ****** itu kemari" Membuat Reva terbelalak saat melihat siapa yang di bawa Roy ke hadapannya.

__ADS_1


"Kak ini maksudnya apa? kenapa Mira di bawa ke mari?."


"Aku ingin dia meminta maaf kepada mu,karena sudah berani mengganggu mu."


Reva makin terkejut,berbagai pertanyaan muncul di kepalanya,dari mana Tristan bisa tahu kalau Mira mengganggunya.


"Ayo minta maaf atau aku jebloskan kamu ke dalam penjara agar kamu membusuk di sana bersama ayahmu." Suara bariton Tristan membuat tubuh Mira kian gemetaran,dia terlihat menyedihkan,ayahnya sudah tertangkap dan sekarang di depan semua orang dia harus menanggung malu karena harus meminta maaf pada Reva, ingin rasanya dia mencabik-cabik wajah Reva.


"Aku akan mengalah kali ini tapi bukan karena aku kalah,awas kamu Reva kamu tunggu pembalasan ku" Batin Mira.


Dan akhirnya Mira meminta maaf, dan berjanji tidak akan pernah mengulangi lagi perbuatannya.


"Reva aku minta maaf karena sudah jahat sama kamu,dan aku janji tidak akan mengulanginya lagi."


"Sudahlah Mira, aku udah maafin kamu aku harap kamu bisa berubah jangan lagi berbuat seperti itu."


Reva meraih Mira kedalam pelukannya, berharap Mira benar-benar berubah, tapi tidak dengan Mira dia membalas memeluk Reva sembari menyunggingkan senyum licik dan berbisik di dalam hatinya ."Tetaplah bodoh Reva karena aku akan selalu memanfaatkan kebodohanmu."


Reva mengurai pelukannya, dan tersenyum bahagia karena bisa kembali berbaikan dengan ketiga sahabatnya.


"Sekarang ayo ikut aku pulang",Tristan melangkah lebih dulu dan saat melewati Adit dia menghentikan langkahnya lalu berbisik di telinga Adit, " Jangan coba-coba mengganggu milikku " Usai bicara begitu dia kembali melangkah meninggalkan banyak pertanyaan bukan hanya pada Adit namun semua orang yang ada di sana.


Apa hubungan Reva dengan CEO tampan sekaligus pemilik Kampus ini,mengapa dia rela berada di sana hanya untuk membela seorang Reva,kalau mereka tidak memiliki hubungan apa-apa. Apalagi Mira,dia begitu penasaran dengan hubungan keduanya, namun dia memilih diam karena masih enggan untuk mendekati Reva lagi.


...****************...


Mereka sudah berada di parkiran,Roy membuka pintu Mobil untuk Tuan dan Nona mudanya,setelah itu dia masuk dan mulai menjalankan Mobil meninggalkan area Kampus.


Saat di dalam Mobil Reva memberanikan diri untuk menoleh dan melihat raut wajah suaminya, saat tahu bahwa Tristan sudah mulai tenang Reva kemudian bertanya pada Tristan.


"Kenapa Kakak ke sana,bagaimana kalau mereka tahu hubungan kita,bukankah aku sudah minta sama Ayah agar pernikahan kita di rahasiakan,lalu kenapa Kakak malah sengaja memamerkannya?."


"Memangnya kenapa?kamu takut kalau sampai si brengsek tadi tahu dan akan pergi meninggalkan mu,Reva kamu itu istriku dan aku harap kamu tahu batasan-batasan mu,jangan lagi dekati pria brengsek itu atau kamu akan tahu sendiri akibatnya." Ancaman Tristan tidak main main terlihat jelas kemarahan di wajahnya,membuat Reva menunduk dan menyesali kata-katanya.


Tristan kembali berbicara sembari tangannya mencengkeram dagu Reva, "Ingat jangan dekati pria manapun karena aku tidak suka milikku disentuh oleh orang lain." Membuat Reva mengangguk,Tristan kemudian melepaskan cengkramannya.


"Sepertinya aku harus secepatnya membuatmu menjadi milikku seutuhnya,agar kamu tidak berani macam macam di belakangku."


"Roy kita langsung pulang!."


"Baik Tuan."


Sementara itu Reva terlihat begitu gelisah,dia takut kalau sampai Tristan menghukumnya,"Bagaimana kalau dia minta Haknya sekarang?aku belum siap."


Mobil sudah memasuki kawasan mansion,membuat Reva semakin gelisah,ada perasaan gemuruh di dalam hatinya, "Ayah selamatkan putrimu hiks."


Sesampainya di mansion, Tristan langsung keluar dari mobil tampa menunggu Roy membuka pintu, dia membanting pintu mobil dengan keras membuat Reva terkejut dan mengusap dadanya.


"Manusia aneh" Batin Reva.

__ADS_1


"Nona sebaiknya anda temui Tuan,minta maaflah lebih dulu supaya amarahnya mereda,dari dulu Tuan Tristan memang selalu posesif jika miliknya di ganggu orang lain" Roy mencoba menasehati Reva.


"Baik Kak, ngomong-ngomong bagaimana cara merayunya, kalau sikapnya saja jutek begitu?."


"Dekati dia perlahan,sampaikan permintaan maaf, dan jangan sekali-kali menyebut nama pria lain di depannya karena itu akan membuat amarahnya kian meledak."


"Terima kasih Kak"


"Dan satu lagi anda jangan terlalu banyak berinteraksi dengan saya karena itu bisa membuat kita dalam masalah,bahkan saya bisa saja kehilangan pekerjaan"


Reva nampak terkejut lagi-lagi dia menemukan fakta unik dari suaminya.Reva melangkah masuk berjalan mengendap-endap, seperti maling takut ketahuan,saat berada di ruang keluarga dia mengelus dada merasa lega karena tidak melihat Tristan di san


Reva berlari kecil naik ke atas menuju kamar,Reva menaruh tasnya di ranjang lalu melepas sepatu dan membuangnya asal,rasa ingin buang air kecil membuatnya berlari masuk ke kamar mandi.Tiba-tiba saja Reva berteriak.


"Aaaaaaaaa".....jerit histeris Reva menggema dalam kamar mandi,bahkan mungkin saja teriakannya terdengar hingga keluar kamar,bagaimana tidak saat dia mengira kamar mandi kosong ternyata Tristan ada di sana bahkan berdiri tampa busana.


"Apa yang kamu lakukan? ini bukan kebun binatang seenaknya kamu berteriak, makanya ketuk pintu dulu" Tristan membekap mulut Reva dengan tangannya, tampa dia sadari tubuh telanjangnya menempel sempurna pada Reva, membuat Reva kian berontak ingin melepaskan diri.


"Tok...tok....tok..." Suara ketukan di pintu kamar,"Non,Nona Reva gak apa-apa, kenapa Non teriak apa ada sesuatu" Terdengar suara bik asih panik.


"Enggak bik saya gak apa-apa cuma ada kecoa" Jawab Reva.


Tristan kemudian melepas tangannya dan meraih handuk lalu melilitkannya di pinggang"Lain kali kalau mau masuk ketuk pintu dulu" Tristan berlalu keluar setelah memberi peringatan pada Reva.


"Mataku kembali ternoda,apa itu tadi...ah malunya" Reva menutup wajahnya yang bersemu merah dengan kedua tangannya.


"Satu masalah belum selesai,sekarang tambah lagi masalah lain Reva...Reva kenapa kamu ceroboh sekali." Reva kembali bergumam.


Reva bergegas mandi,setelah itu dia ke ruang ganti memilih pakaian santai lalu turun kebawah hendak menyiapkan makan siang,saat melintas di ruang tengah nampak Tristan sedang duduk menonton tv,Reva segera berlari menuju dapur,namun belum sampai dapur Reva kembali teringat akan ucapan Roy tadi,membuat Reva memutar haluan kembali ke ruang tengah.


Reva melangkah perlahan dan memberanikan diri memulai bicara.


"Kak, ada yang ingin aku katakan" Reva bicara sambil menunduk,dan Tristan melirik melalui ekor matanya.


"Katakan."


"Kak,aku mau minta maaf atas kejadian tadi,aku tidak ada hubungan apa-apa sama dia,kami hanya teman biasa,kalau Kakak tidak percaya silahkan Kak Tristan tanya sama teman teman yang lain." Reva memberanikan diri melihat ke arah Tristan memastikan ekspresi wajah Tristan.


Untuk masalah yang di kamar mandi, aku juga minta maaf Kak, karena buru-buru membuatku gak sempet ngetok pintu,dan aku mengira tidak ada orang dan aku pikir Kak Tristan ada di ruang kerja, sekali lagi maaf ya Kak.


Tristan menoleh dan menatap wajah Reva, lalu berkata "Reva, untuk sekali ini kamu aku maafkan tapi untuk lain kali aku tidak janji bisa memaafkan mu,dan satu lagi kamu harus ingat kata-kata ku, ini Untuk yang pertama dan terakhir kalinya aku peringatkan kamu,jangan pernah dekati pria lain karena aku tidak suka."


"Baik kak"


"Sekarang siapkan makan siang Karena aku sudah lapar" Tampa berkata lagi Reva segera berlari ke dapur dan di dalam hatinya merasa puas karena sudah meminta maaf pada tristan.


Sementara itu selepas kepergian Reva,Tristan nampak menyunggingkan senyum sekilas lalu kembali bergumam "Bersiaplah Reva karena malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kita."


**Bersambung**.......

__ADS_1


__ADS_2